
..." Kau salah mencari lawan! "...
Suara dentumuan musik keras saling bersautan di tempat ini, dan bahkan sudah padat dengan manusia di dalamnya saling melepaskan penat di tempat ini tempat yang seharusnya tidak dia injak saat ini
Dia- Rafka karena perjanjiannya bersama gandi membawanya ketempat laknat seperti ini, bahkan dia jarang masuk kedalam tempat lautan alkohol seperti ini, dia bukan pria suci yang tidak pernah merasakan minuman api neraka ini, dia sering merasakannya tapi tidak pernah menginjakkan kakinya di sini, pasti dirinya selalu membuat pesta sendiri dengan anggota anggotanya dan itupun meminum yang kadar alkoholnya tidak tinggi, atau jika dia ingin merehatkan pikirannya dia akan pergi ke club' sang adik- Ardian, papahnya Ardian yaitu Arkan memang memberi izin kepada bocah itu untuk memiliki club' malam tapi dengan catatan tidak boleh ada alkohol dan obat obatan terlarang semacamnya di sanah jadi murni halal dan yang menjadi DJ nya pun Ardian sendiri, dirinya juga menyediakan penjaga di luar club' itu untuk memeriksa setiap orang yang masuk kedalamnya
Bodoh jika Rafka tidak tahu muslihat gandi, bahkan tidak biasanya pria itu ingin menantangnya di tempat seperti ini maka dari itu dia sudah mempersiapkan segalanya
" Akhirnya loh ngebuktiin bahwa diri loh bukan banci dengan datang ke tempat ini " ujar pria yang sedari tadi dia cari
" Mau apa loh undang gue ke sinih" tanya Rafka, mereka berdua sudah duduk di sofa yang sudah di sediakan di sana
" Gue mau kasih penawaran buat loh " jawab gandi membuat Rafka mengerutkan alisnya
" Gue bakal lupain kesalahan loh yang udah bunuh adek gue dengan satu syarat " gandi memberikan gelas yang di bawakan oleh pelayan di club' itu kepada Rafka dan dengan senang hati di terima oleh pria itu
" Loh minum dulu " Ucap gandi, Rafka langsung meminum minuman itu hingga tandas, dan tanpa ia sadari gandi tersenyum miring ke arahnya
" Gue udah bilang bukan gue yang bunuh adek loh " ucap Rafka, dirinya merasakan pusing yang menjera kelapanya entah minuman apa yang di berikan gandi
Gandi- pria itu tersenyum melihat Rafka yang sudah terpengaruh oleh minumannya, dia juga meminum minuman yang di bawakan oleh pelayan tadi
" Tenang, loh gak papah " tanya gandi yang di jawab gelengan oleh Rafka, pria itu berusaha menetralisir pusing di kepalanya
" Kayanya loh gak enak badan, mau gue anter balik " tanya gandi
" Gak usah gue bisa balik sendiri " jawab Rafka berusaha mendirikan badannya sambil memegang kepalanya dan berjalan ke arah pintu keluar club' itu
Sementara gandi dirinya merasa tidak baik baik saja saat ini badannya terasa panas bahkan ruangan ini ber AC apa yang terjadi padanya, dia langsung menarik pergelangan tangan kekasihnya dan pergi dari tempat itu
Rafka tersenyum smirk, setelah keluar dari tempat sialan itu dia langsung di beri minum oleh body guardnya yang sengaja dia bawa untuk mematai rencana licik gandi, dan benar saja laki laki itu memberikan obat perangsang pada minumanya untung dirinya pintar dan segera memanipulasi semuanya, dirinya meminta pelayan yang sudah di bayar gandi itu untuk menukar minumannya dengan imbalan, Rafka memberikan cek senia 1 miliar pada pelayan itu, tentu saja dia mau bahkan bayaran gandi jauh di bawahnya
Memang dirinya sempat pusing karena alkohol yang dia minum termasuk tinggi, jadi dia tidak pernah meminum minuman dengan merk yang di berikan gandi, sebenarnya sahabat sahabatnya juga ingin ikut kesini tapi tidak ia izinkan karena takut membuat gandi curiga
" Mari tuan " ujar pria berbadan besar di hadapannya, dan membukakan pintu mobil untuknya
"Ren loh liat postingan lambe turah sekolah deh " ucap Lula, hari ini kelas 12 IPS 1 memang sedang jam kosong
" Emang ada apaan sih " sahut kayana yang juga penasaran, Farensca membuka hpnya dan memencet aplikasi Instagramnya dan mulain mengetikan akun yang di sebut oleh Lula, memang dirinya tidak mengikuti akun gosip sekolah itu lagian tidak ada untungnya
Dan mata Farensca tertuju pada satu postingan yang membuat darahnya mendidih Lula, kayana maupun Amanda berusaha untung menenangkan Farensca karena mereka tahu perempuan itu sedang melihat postingan yang di beri tahu oleh Lula tadi
" Sialan " Farensca langsung bangkit dari tempat duduknya dan melangkah cepat ke tempat yang seharusnya dia beri pelajaran saat ini matanya juga sudah memerah menahan amarah, dia sudah bermain dengan orang yang salah saat ini
Lula, kayana, maupun Amanda langsung mengejar Farensca yang berjalan cepat ke arah kelas 12 IPA 1
" Farensca liat apa sih sampe marah banget kaya gitu " tanya Amanda yang ikutan panik karena dirinya belum melihat postingan di akun itu
" Gak usah banyak bacot! Loh liat sendiri " sahut Lula kepalang kesal dengan kelemotan Amanda
Farensca menggebrak pintu kelas yang tertutup di hadapannya dengan keras membuat penghuni kelas tersebut terlonjak kaget, apalagi melihat sang pentolan sekolah dengan wajah yang penuh amarah untungnya kelas mereka sedang tidak ada gurunya hanya di beri tugas untuk mengerjakan soal latihan
Mata tajam gadis itu kini tertuju pada bangku yang tak jauh darinya, lebih tepatnya tertuju pada pria yang dari tadi menatapnya, gadis itu langsung berjalan cepat ke arah pria itu
Prang
Farensca membanting hpnya tepat di hadapan pria itu membuat yang lainnya hanya diam
" MAKSUD LOH APA SIALAN" gadis itu mencengkeram kuat seragam sang pria sampai membuatnya berdiri
" LOH PIKIR GUE TAKUT SAMA CWOK CUPU KAYA LOH " teriaknya lagi, sebagian anak anak memang sudah mengetahui masalah Farensca dengan ketua kelas 12 IPA 1 tersebut
Bugh
Bugh
Bugh
Bugh
" DIEM YANA GUA BELUM PUAS NGEHAJAR DIA " teriak Farensca yang berusaha melepaskan dirinya dari kayana
" Emang bener kan, jangan jangan loh anak hasil perselingkuhan lagi " ucap pria di hadapannya membuat Farensca ingin segera menghabiskan pria itu
Pria itu meringis saat dengan sengaja Farensca menginjak perutnya bahkan darah dan luka lebam sudah memenuhi wajah pria itu
" jaga bicara loh ya sebelum gue bunuh loh di sini " ucapnya penuh penekanan, kini telunjuk gadis itu sudah berada tepat pada wajah pria di hadapannya
" Loh cuman cwok cupu yang gak tahu apa apa, sekarang loh hapus atau gue akan buat lebih dari ini ngerti " dan setelah itu Farensca pergi dari kelas yang saat ini penghuninya sudah panas dingin karena amukan gadis itu, hanya orang yang tidak mau hidup lagi yang berani berurusan dengan seorang Farensca, yang di lakukan oleh Farensca juga tidak salah karena Ibnu, pria yang menjadi admin akun lembe turah itu yang sudah memposting gambar Naima ibu dari Farensca yang sedang bermesraan dengan pria yang di ketahui bukan ayahnya dan menulis bahwa bisa jadi Farensca adalah anak hasil perselingkuhan
" Terus loh gak nonton mereka gitu bos " tanya Mario antusias saat mendengar penjelasan Rafka tentang kejadian tadi malam dirinya dan gandi
" Emang otak loh Yo " sahut Vito sambil menggelengkan kepalanya
" Kan lumayan adegannya live depan mata " yang lainnya hanya tertawa bagaimana bisa laki laki itu berpikiran sampai ke situ bodoh emang
" Gue penasaran anak siapa yang dia jebol " ucap saga membuat yang lainnya menengok ke arah laki laki itu
" Paling juga cwenya, atau gak perempuan malem di club' sanah " sahut Rafka toh dia gak perduli dia mau ngejebol anak siapa, yang penting bukan dia yang meminum minuman jahanam itu bisa bisa jika papah dan mamahnya tahu dia bisa di coret dari kartu keluarga
" Kalo dia sampe nidurin pacarnya gue yakin dia bakal bales lagi ke kita " celetuk Devon membuat yang lainnya terdiam, benar juga apa yang di ucapkan Devon
" Gue gak perduli lah " sahut Rafka, mata pria itu langsung mengarahkan ke arah gadis yang sedang meminum minuman sodanya dan menggendong tasnya, memang ini jamnya pulang sekolah tapi mereka malah mampir di kantin
Rafka berjalan ke arah gadis itu di ikuti oleh teman temannya pria itu menyerahkan amplop putih pada gadis itu
" Nih undangan rapat orang tua, tadi loh bolos ya " tanya Rafka, yang tidak di hiraukan oleh gadis itu
Gadis itu Farensca, dia memang bolos jam pelajaran terakhir untuk menenangkan hatinya, Farensca mengambil amplop yang di sodorkan oleh Rafka dan mulai berjalan meninggalkan pria itu dia tidak ingin ribut sekarang, tapi nyatanya dia salah
" Oh loh mau ngajak siapa?" Tanya Rafka lagi membuat Farensca menghentikan langkahnya
" Ajak bokap loh, gue gak pernah liat bokap loh "
" Iya gue juga belum pernah liat bokap sama nyokap nya " sahut Saga, memang benar adanya tidak pernah melihat mamah ataupun papahnya Farensca, tapi kali ini mereka salah
" Apa memang bokap loh gak mau punya anak judes kaya loh " Farensca sudah mengepalkan tangannya membuat kaleng yang di genggamnya rusak
" Makanya jadi cwek kudu Alus ren " sahut Mario
Gadis itu menarik nafasnya dan membalikkan badannya menghadap segerombolan pria di hadapannya bahkan tangannya sudah mengepal kuat dia berjalan ke arah Rafka dengan mata yang sudah memerah dan melemparkan botol kaleng ke arahnya
" GUE EMANG BUKAN ANAK YANG DI HARAPKAN "
" BOKAP GUE EMANG GAK MAU PUNYA ANAK KAYA GUE "
" PUAS LOH HAH! " teriaknya menggebu dan meninggalkan pria itu
" Loh kalo punya mulut di jaga dong " ucap Kayana sambil menunjuk Rafka dan mengejar Farensca
" Asal loh tahu dia abis ngehajar abis abisan Ibnu karena rumor di akun sekolah " tunjuk Lula pada Rafka dan ikut menyusul kayana dan Manda yang mengejar Farensca
Bego satu kata yang memenuhi otaknya, dia sama sekali tidak berniat untuk menyakiti perasaan wanita itu, niatnya hanya bercanda dia juga tidak tahu dengan rumor gadis itu bodoh memang
" Sumpah niat gue gak kaya gitu " ucap saga mewakilkan
...___...
...Biadab baget emang si Ibnu:(...
...Rafka juga bercandanya gak lucu!...
...Mau bikin double up:)...