
Tepat hari ini di adakan sains matematika, 2 jam yang lalu perwakilan dari SMA Altarik sudah datang di tempat acara yang tidak lain adalah Rafka dan Farensca bahkan teman teman mereka rela membolos karena ingin melihat sains tersebut
Sains ini di isi oleh 3 sekolah yang tak lain SMA Altarik, SMA Taruna bangsa, dan juga SMA Dewantara yang semuanya memiliki otak otak encer
Sains ini di mulai sekitar lima menit lagi maka dari itu Rafka dan Farensca memanfaatkan waktunya untuk sekedar mengulang pelajaran yang meja pelajari dan kisi kisi yang sudah di beri tahu oleh guru mereka
" Lo yakin gak papa raf " tanya Farensca, sebab wajah pria itu terlihat tidak enak badan dan jangan lupakan tragedi kemaren bahkan luka lebam yang berada di wajahnya masih terlihat jelas
Rafka menggelengkan kepalanya " gue gak papa " jawabnya padahal sejak semalam badannya sudah tidak enak dia juga tidak bisa membatalkan lomba ini dia tidak mau mengecewakan sekolahnya lagi
" Oke Silahkan untuk para peserta yang masih memegang buku harap di kembalikan, karena waktu lomba akan segera di mulai " ucap salah satu MC di sana
Farensca maupun Rafka mengembalikan bukunya pada cekgu besar yang ikut serta mendampingi mereka di sini
" Sudah siap, peraturannya setelah soal di bacakan maka setiap peserta boleh memncet tombolnya masing masing, dan dipilih siapa cepat yang memencet tombol itu, dan jika ada yang tidak bisa menjawab maka soal akan kami lempar ke yang lain, dan terdapat 5 soal yang harus kalian jawab dengan metode siapa cepat ini, mengerti " jelas sang MC
" Mengerti " jawab ke tiga kelompok itu dengan serempak
" SOAL NOMER 1 " intrupsi dari sang MC membuat semua peserta menyiapkan pulpe maupun kertas mereka
" Pedagang kaki lima memiliki modal Rp1.000.000,00 untuk membeli 2 jenis celana. Celana masing-masing seharga Rp 25.000 dan celana pendek seharga Rp 20.000. Maksimal 45 kantong untuk membuang sampah. Jika jumlah celana adalah x dan jumlah celana adalah y, sistem ketimpangan terpenuhi " seru MC, yang langsung cepat cepat mereka isi
" 1 , 2, 3 "
Setelah menemukan jawabannya di bantu dengan Farensca pri itu langsung memencet tombolnya agar tidak kedahuluan sekolah lain
Tet
" Sekolah Altarik, silahkan menjawab " ucap sang MC karena Altarik duluan lah yang memencetnya
" 4x + 5thn ≤ 400; x + y ≤ 400; x ≥ 0; y ≥ 0 " ucap Rafka dengan lantang
" Gimana para juri ? " Tany sang MC pada 4 juri di hadapannya
" Ya benar " seru salah satu juri membuat tim sukses dari sekolahnya bersorak, bahkan dari sahabatnya Farensca maupun Rafka ikut bersorak
" Semangat " ucap Rafka pada gadis di sampingnya
Sampe dengan soal ke 4 Altarik berhasil mendapatkan 2 poin dan sekarang tinggal 2 soal lagi untuk menentukan babak selanjutnya
Rafka sesekali memijat pelipisnya yang terasa nyeri, bayangkan saja dari awal kepalanya sudah sakit di tambah dengan harus berpikir matematika seperti ini tambah mabok lah otaknya
" Lo masih kuat raf " tanya Farensca yang di angguki pria itu
" Soal terakhir " imbuh sang MC membuat ke tiga peserta itu memasang kupingnya lebar lebar dan menyiapkan kertas mereka
" Diketahui Vektor – vektor P \= 6i – 3j + 4k , Q \= 2i + 5j + k, dan R \= -6i + 3j +2k.
Resultan dari 3P – Q + 4R adalah "
Farensca segera mengerjakannya dan langsung memberikan jawabannya kepada Rafka karena dia bisa melihat Rafka yang dari tadi memegang kepalanya wajah pria itu juga pucat
Tet
" SMA Altarik silahkan " seru MC
Farensca menyodorkan kertas jawabannya ke arah Rafka agar pria itu langsung menjawabnya " ini buruan " ucap Farensca
Rafka mengalihkan matanya pada gadis di sampingnya dan beralih pada kertas jawaban gadis itu
" {-8 ,-2 ,19} " jawab Rafka dengan lantang
" Gimana para juri " tanya sang MC
" Ya benar " jawab sang juri membuat semuanya bersorak gembira, berarti kemenangan akan di bawa pulang oleh Altarik saat ini, Farensca memekik senang karena usahanya tak sia sia, gadis itu mengarahkan pandangannya ke arah Rafka yang sedang menyandarkan kepalanya di senderan kursi
Sahabat sahabatnya menghampiri dua manusia yang masih di meja mereka, dan memberi selamat kepada Farensca
" Bos Lo kenapa? Pucet banget muka lo " tanya saga
" Iya ka Lo sakit " sahut Ervan
Rafka tidak menjawab pertanyaan mereka, dia berusaha mendirikan badannya tapi baru dua langkah dirinya langsung ambruk untung ada Vito dan Mario di belakangnya
" Rafka pingsan " pekik Manda yang langsung dapat pelototan dari Lula
" Cepet angkat bawa kerumah sakit aja " suruh Farensca kepada yang lainnya
___
Tepat sekarang mereka membawa Rafka ke rumah sakit yang berada di Jakarta, dan dokter bilang Rafka terkena tipes, karena terlalu kecapean, tapi kalo kata Farensca bukan tipes tapi penyakit hati yang suka dengki Bae sama orang langsung aja sama Rafka di geplak padahal dia lagi lemes bisa bisanya
" Gue baru tahu lo bisa sakit ka " ujar Vito, bahkan mereka sekarang lagi berkumpul di ruang inap Rafka
" Udah sakit nyusahin manja lagi " tukas Mario jengah melihat Rafka yang dari tadi bergelayut di tangan Farensca
Dari tadi Rafka tidak melepaskan senderanya di pundak Farensca, katanya nyaman kaya gini yaudah mumpung Farensca lagi baik hati dan tidak sombong
" Ren, duduk sini napa " suruh Rafka menepuk ranjang sebelahnya yang kosong
Yang lainnya hanya mendengus, sejak kapan Rafka seperti itu? Dan sejak kapan Farensca menerimanya?
Farensca menatap jengah pada pria di hadapannya tapi tak urung dia mendudukkan dirinya di samping pria itu
" Lo kenapa sih minta di santet " kesel Farensca
" Gak tahu gue suka ajah " jawab Rafka
Pria itu malah menenggelamkan wajahnya di antara pinggang gadis itu sambil memeluknya " gue kalo sakit gini, kan kalo di rumah ada mamah di sini gak ada jadi sama Lo "
" Kan ada saga " sahut Farensca membuat Saga mendelik dih ogah ya di kira dia cwo apaan di peluk peluk kaya gitu
" Dih ogah dia bau gak suka " jawab Rafka membuat yang lainnya menahan tawa menatap saga yang sudah ingin menggeplak sang ketua
Entah sejak kapan Farensca mengelus elus rambut hitam yang berada di bawahnya sampai sang empu memejamkan matanya
" Elusin lagi ren, enak " ucap Rafka sambil memejamkan matanya merasakan kenyamanan seperti ini
" Ren, ka kita ke kantin dulu ya, Lo mau nitip makanan gak " kata Vito yang berdiri di ikuti oleh yang lain
Rafka hanya menggeleng menjawab pertanyaan Vito
" Lo mau nitip makan gak ren " tanya kayana
" Gue samain aja sama Lo " jawab Farensca yang di angguki oleh kayana
Ceklek
Bruk
" ASSALAMUALAIKUM " pekik seseorang yang membuka pintu dengan brutal membuat Farensca dan Rafka terlonjak kaget
" Sayang kamu gak kenapa napa kan " seru mamaha Ara menghampiri sang anak dengan wajah paniknya, tadi dia sempat di telfon pihak rumah sakit karena mendapatkan anaknya di rawat disini apalagi yang punya rumah sakit kan saudaranya sendiri
Bukanya menjawab Rafka malah menatap jengah pada orang yang membobol pintu ruang inapnya
" Kamu gak papa Rafka ko bisa sakit " tanya Evrian, dia juga tadi langsung di jemput paksa oleh sang istri untuk menghampiri Rafka
" Opah sama omah hampir jantungan Lo denger kamu sampe ke rumah sakit, biasanya luka luka Ampe hampir sekarat ajah masih kuat " ujar sang opah, membuat Rafka menatap aki aki itu dengan datar
" Om sampe, nge hendle kasus perceraian orang loh buat ke sini, orangnya jadi nunda cerainya malah katanya lagi liburan bareng buat hari hari terakhir mereka " sahut Zeo
Farensca sebisa mungkin menahan tawanya melihat adegan drama keluarga ini, bahkan mereka tidak terlihat canggung satu sama lain, dan dia juga dapat melihat raut masam Rafka terlihat seperti depresot
" Jangan bilang om Arkan, nunda operasi orang karena mau kesini " kata Rafka melihat Arkan orang yang paling waras di antara yang lainnya ingin membuka suara
" Iya " jawab arkan terlewat santai
"WHAT " pekik yang lainnya
" Ya gak lah ya kali " sambung Arkan
" Assalamu__ lah ko pintunya copot " seru saga di luar sana melihat miris ke arah pintu ruang rawat Rafka yang sudah terlepas dari engselnya
" Eh jangan jangan si bos kemalingan " serunya lagi yang mendapat toyoran cantik dari Mario
" Gak aga istilahnya di rumah sakit mevvah kaya gini kemalingan " sahutnya kesal
" EH LO KIRA GUE MALING " teriak orang dari dalam sana membuat mereka masuk penasaran
" Eh banyak orang ternyata " ucap saga kikuk melihat seluruh keluarga Rafka yang berkumpul
" Yaudah sekalian aja kita nginep di sini " ucap Evrian membuat yang lainnya menengok ke arah pria itu
" Mau tidur di mana pah " tanya Ara- adiknya
" Kita nyewa kamar VVIP lah " jawab Evrian membuat Rafka dan teman temannya cengo
" Bercanda kan pah " tanya Rafka yang di balas gelengan pria itu
" Ya beneran lah emang papah gak mampu nyewa banyak kamar VVIP di sini " jawab Evrian sambil melenggang pergi untuk ke tempat resepsionis
Rafka mengelus dadanya dengan sabar, bukan masalah mampu nggaknya, tapi ini loh dia kan yang sakit kenapa jadi keluarganya yang nyewa kamar VVIP, dia aja cuman kamar VIP emang di kira ini hotel apa! Tolong malaikat Rokib atid jangan menertawakan kebodohan papahnya
___