
Kini jam pertama di kosongkan karena guru guru sedang mengadakan rapat untuk menyiapkan ujian, sedangkan murid kelas 12 IPS sedang heboh dengan kelakuan anak anaknya yang terlalu aktif di pimpin oleh Sagara yang memegang gitar, saking niatnya di sekolah untuk main main pria itu sampai membawa gitarnya dari rumah, Mario yang memegang botol Aqua, dan Vito yang memegang sapu, sedangkan yang lain sibuk dengan kegiatannya masing-masing, Rafka yang enak dengan alam mimpinya, Ervan yang sedang mojok bersama Manda dan Devon yang sedang asik Mabar sedangkan Farensca ada urusan dengan wali kelasnya temannya pun sibuk Lula yang sedang video call dengan sang kekasih yang berada di kelas sebrang, dan Yana yang sibuk ngocok arisan
Jreng
Dung
Trak tak
Dung
" And you were my baby
It started when we were younger, you were mine (my boo) " suara Sagara memang enak jadi mampu menghipnotis setiap orang yang mendengarnya termasuk anak kelas yang sekarang menikmatinya
" EH ASSALAMUALAIKUM EH KALIAN NUNGGUIN AKU GAK, GAK SUKA GELAY! "
Bugh
Bugh
Bugh
"Oh anj- "
" Goblok "
" Geli anj- gua dengernya "
Begitulah umpatan umpatan yang di sembahkan untuk saga, bagaimana tidak yang lain sedang menunggu lirik selanjutnya dari laki laki itu ini malah mendramai berita hot yang sedang viral
" Sakit bahlul " seru saga sambil mengelus kepalanya yang terkena serangan teman teman laknat nya
" DARI AYUS KITA BELAJAR SETIA ITU MAHHAL " kali ini suara Mario menginterupsi
" Halah loh juga play boy "
" Sok bener mantan Luh berapa "
" Dasar buaya "
" Kadal buntung "
Mario meringis mendengar seruan teman temannya, niat ingin di puji malah ikut ikut tertindas " GAK PAPAH GUE KAN GANTENG "
" Halah bicit, makanya jangan sok sok an jadi orang " saga melempar tasnya ke arah Mario yang masih saja sok cool, dan mengenai wajah tampannya
Brak
" Heh uang kas loh pada " Farensca memasuki kelasnya dan menggebrak meja untuk meminta uang kas, sedangkan yang lainnya sudah memasang wajah lesuh
" Aduh ren, uang kas Mulu dah " keluh saga, saat gadis itu menghampiri mejanya
" Ape loh gak pernah bayar cepet " Farensca sudah memasang wajah ketusnya, dia selalu di percaya untuk menjadi bendahara karena kegalakanya
" Iya hed dah " saga langsung memberikan selembar uang sepuluh ribunya
" Ren gua berapa " tanya Ervan
" Loh lima puluh ribu " jawab Farensca yang membuat Ervan cengo
Ervan langsung menunjukkan wajah memelasnya agar Farensca kasihan dengannya " banyak banget ren "
" Gak usah bacot buruan bayar "
" Ren itu Rafka juga banyak " bisik Santi rekan sebendaharanya, Santi memang tidak berani menagih seperti Farensca, itu sebabnya banyak yang menunggak uang kas
" Ah loh mah sama Rafka ajah takut, gimana mau pada bayar bendaharanya ajah letoy " ucap Farensca membuat orang yang mendengarnya meringis, memang kalo ngomong suka gak pake filter
" RAFKA " teriak Farensca tepat di kuping pria itu, tapi sepertinya dia tidak terganggu dengan teriakan Farensca
BRUK
BRUK
BRUK
"OY RAFKA BANGUN ADA CEKGU BESAR " Rafka langsung terperanjat saat Farensca terus menggoyangkan tubuhnya dan menggebrakan meja
" Bangun woy ini sekolah bukan hotel " Rafka langsung memandang malas pada gadis yang sudah mengganggu tidurnya
" Apa loh! bayar uang kas " Farensca mengadahka tangannya pada muka Rafka
" Luh udah nunggak enam puluh ribu cepet " sambung gadis itu lagi, sedangkan Rafka berusaha mengumpulkan nyawanya
" Banyak banget loh korupsi si ya " Elak Rafka membuat Farensca langsung naik satu pitam
" Gak usah teriak bisa kan, jadi cwe gak ada alus alusnya pisan " celetuk Rafka sambil mengeluarkan uang lembaran seratus ribu
" Ternyata ada yang lebih banyak dari gue " gumam Ervan
" Loh tuh gak baik buat di alusin " tunjuk Farensca tepat di depan wajah Rafka dan berbalik meninggalkan meja pria itu
Brak
Sungguh malang nasib Farensca saat dirinya ingin melangkah kakinya malah menginjak tali sepatunya sendiri
" BwahaHahahaha " bukan teman temannya yang tertawa kencang tapi Rafka pria itu puas melihat Farensca yang jatuh tersungkur sedangkan teman teman kelasnya, mana berani mereka menertawakannya bisa bisa di eksekusi oleh Farensca
" Makanya kualat kan loh sama gue " masih dengan tawanya Rafka, seolah olah dia yang paling bahagia
" RAFKA BODOH, SETAN DIEM LOH GAK USAH KETAWA " umpat Farensca bahkan bukan sebuah umpatan tapi tanda perang untuk pria yang masih menertawakanya
" Sinih gua bantuin " tangan Rafka sudah menjulur untuk membantu gadis itu tapi di sentak mentah mentah oleh Farensca
" Gue bisa sendiri " ketusnya yang langsung berdiri dan menarik Sinta meninggalkan kelas, sumpah dirinya sangat malu dan kesal dengan Rafka
Bugh
Bugh
Bugh
Farensca menyipitkan matanya saat melihat segerombolan orang yang sedang beradu, bukan melainkan sedang menghakimi seseorang, melihat itu Farensca langsung berlari ke arah mereka
" HEH NGAPAIN LOH PADA BERANTEM " suara melengking Farensca mampu mengalihkan atensi mereka dan melihat ke arah Farensca yang sedang berkacak pinggang
" Heh loh cwe ngapain disini " ucap salah satu pemimpin mereka
Sedangkan orang yang sudah bersimpuh tadi melihat ke arah Farensca dan mendengus bisa bisanya gadis itu tak ada takutnya
" TERUS KENAPA KALO GUE CWE TAKUT LOH SAMA GUE " teriaknya lagi
" Heh bacot loh, loh mau kita apa apain "
" Gih sinih lawan gue kalo berani " tantang Farensca yang sudah membuang asal tas nya dan menggulung lengan bajunya sampai siku
" Nantangin dia "
" Jangan banyak bacot banci! Lawan gue kalo loh berani" dan saat itu juga Farensca mengeluarkan jurus yang iya punya sampe musuhnya mundur, jangan salah Farensca dulunya mengikuti berbagai ajaran silat, lagian bukan Farensca namanya jika menyerah begitu saja
Bugh
Bugh
" Halah Cemen gitu ajah kalah sama cewek cwih " tendangan terakhir berhasil dia layangkan pada sang musuh dan menatapnya remeh
" Awas ya loh urusan kita belum selesai" ucap pria di hadapannya sambil menghapus bercak darah di bibirnya
" PERGI LOH GUE GAK TAKUT SAMA LOH "
" Ayo cabut, dan loh Rafka urusan kita belum selesai " tunjuk pria itu pada Rafka, ya memang orang yang di serang itu adalah Rafka, selesai bel sekolah tadi tiba tiba ada yang menyerangnya dan berakhir dia yang babak belur
Shh
Ringis Rafka yang terdengar oleh Farensca, gadis itu langsung mengambil tasnya dan membantu Rafka
" Loh ngapain nolongin gue " tanya Rafka saat Farensca mencoba membantu memapahnya
" Bacot banget ah, udah di tolongin juga loh mau mati " ketus gadis itu dan membawa Rafka pada kursi yang tidak jauh dari mereka
" Loh lagian Cemen banget jadi cwo, baru kaya gitu ajah udah babak belur kalah sama gue yang cewek " Rafka hanya mendengus saat gadis itu mulai membangga banggakan dirinya
" Lagian gue tadi gak siap dia main asal nyerang ajah " sahut Rafka pelan kali ini dia tak mau berdebat dengan gadis itu badannya sudah sakit semua
" Halah masih ajah ngelak dasar manusia purba " gadis itu sengaja menekan luka Rafka saking kesalnya
" Awss, sakit goblok "
" Tuhkan udah gue tolongin malah ngatain gue goblok dasar_ " belum sempat dirinya selesai bicara, Rafka lebih dulu menaruh jari telunjuknya tepat di bibir gadis itu, membuat sang empu deg degan
" Luh diem bisa gak sih badan gue sakit semua nih " sahut Rafka pelan
" Terus, gue gak mungkin mapah Luh sampe parkiran, badan luh kan kaya gajah " gadis itu sudah gusrak gusruk memikirkan cara membawa Rafka, sedangkan Rafka dia mengangkat sudut bibirnya saat melihat ekspresi Farensca
" Apa gua seret ajah ya " tanyanya polos membuat Rafka membulatkan matanya, ya kali dia udah begini di seret pula
" Bego di pelihara cepet telfon Sagara suruh kesini "