
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit, motor Rafka memasuki perkarangan rumah Farensca, gadis itu langsung turun dan membuka helmnya dengan brutal bahkan dia melemparkan helmnya ke arah Rafka entah itu panik atau memang sengaja untungnya Rafka dengan mode siap menangkap helm itu kalo tidak dia pastikan helm dengan harga jutaan itu akan mengenai kepala tampanya
" BI mamah mana " tanya Farensca saat memasuki rumahnya dengan Rafka di belakangnya
" Ada di kamar non lagi istirahat " jawab bi Inah
" Yaudah aku ke kamar mamah dulu ya " gadis itu melangkahkan kakinya ke arah kamar mamahnya yang berada di lantai 2 rumahnya, jangan lupakan Rafka yang juga mengintili Farensca di belakangnya
Farensca membuka pintu kamar mamahnya dan menemukan wanita itu sedang bersandar di kepala ranjang
" Mamah gak kenapa napa " tanya Farensca menghampiri Naima
Naima tersenyum mendengar pertanyaan Farensca, dia pikir putrinya tidak peduli dengannya tapi dia salah
" Maafin mamah ya ren " ucapnya sambil mengelus rambut Farensca, entah kapan terakhir kali dirinya mengelus rambut anaknya
Gadis itu mengernyit bingung " ko minta maaf "
" Mamah udah jadi ibu yang jahat buat kamu " lirih Naima membuat Farensca terdiam
" Maaf selama ini mamah gak bertanggung jawab sebagai ibu, mamah menelantarkan kamu demi obsesi mamah "
" Mamah gak tahu apa kamu bisa maafin mamah atau nggak, tapi mamah bener bener nyesel ren " Naima menghapus air matanya
Farensca tahu mamahnya ini jahat, tidak bertanggung jawab dia tidak pernah di urus oleh Naima seakan akan dia tidak memiliki ibu, bahkan sejak kecil dirinya selalu di ejek oleh teman temannya karena Naima tidak pernah mengantarnya ke sekolah, tidak pernah ada waktu untuk menemaninya bahkan setiap ulang tahunnya Naima tidak pernah mengucapkan selamat untuknya, bahkan sampai dia sakit pun Naima tidak ada, tapi entah perasaannya sakit mendengar ucapan Naima
" Mamah terlalu memenangkan ego mamah karena kamu yang terlalu mirip sama papah kamu " lanjutnya
" Apa kesalahan Farensca sampai mamah gak pernah anggap aku " tanyanya bahkan mata gadis itu sudah berkaca-kaca menahan tangis
" Kamu gak pernah salah sayang, mamah yang salah karena terlalu benci sama papah kamu sampai kamu juga ikut terbawa dalam masalah ini "
" Mamah gak pernah kuat liat kamu karena wajah kamu mirip sekali dengan papah kamu mamah gak bisa " ucap Naima dengan Isak tangisnya
" Tapi apa mamah pernah tahu, gimana penderitaan faren selama ini, faren pengen kaya anak normal lainnya yang mendapatkan kasih sayang orang tua, bahkan faren iri mah sama teman teman faren yang deket sama orang tuanya mereka selalu ada buat anaknya " jelas Farensca membuat Naima makin merasa bersalah
" Mamah tahu mamah salah bahkan mamah gak pantes di sebut ibu, mamah nyesel ren mamah gak pernah tahu perkembangan putri mamah sendiri "
" Mamah terlalu benci sama papah kamu dan cuman ingin bales dendam sama dia, mamah tersiksa sama hubungan ini ren mamah gak tahu harus gimana " ucap Naima, dengan sadar Farensca langsung memeluk Naima
" Faren gak butuh kata maaf dari mamah, yang faren butuhin cuman pembuktian mah " ucapnya
" Kamu mau maafin mamah " tanya Naima
" Faren belum yakin kalo gak ada bukti " jawabnya
" Mamah janji bakalan belajar jadi ibu yang baik buat kamu " ujar Naima sambil menghapus air mata putrinya
Mata Naima beralih menatap pria yang berdiri di ambang pintu dari tadi, dan tanpa mereka sadari Rafka juga ikut terharu dengan kejadian di depannya bahkan dia sangat bersyukur mempunyai keluarga yang utuh walaupun keluarganya rata rata tidak waras
" Itu siapa? Pacar kamu ? " Tanya Naima, Rafka yang sadar pun langsung mendekat ke arah Naima dan mencium tangan wanita itu
Sedangkan mata Farensca langsung membola mendengar pertanyaan sang mamah, dirinya baru sadar jika dia membawa Rafka pantes aja dia merasa seperti ada makhluk halus sejak tadi
" Kenalin tante, saya Rafka calon mantu tante" bukan Farensca yang menjawab tapi Rafka bahkan pria itu sudah tersenyum konyol memebuat Farensca ingin memusnahkannya
" Ih ogah banget! " Ucap Farensca kesal
Naima hanya tertawa melihatnya, ternyata terasa hangat seperti ini, rasanya beban hatinya sudah berkurang
" Udah lo sana keluar ganggu aja! " Usir Farensca membuat Rafka mencebikan bibirnya gak tahu terima kasih emang
" Tapi gue laper ren " ucap Rafka tidak tahu malu
" Dih makan lah bego! "
" Udah udah, sekarang kamu masak buat Rafka gih " ujar Naima
" Yaudah sana tunggu luar " Rafka dengan segala pengertiannya langsung keluar dari kamar Naima menunggu Farensca di sana
" Dia ganteng lo ren " goda Naima
" Dih ganteng doang akhlak gak ada " jawab Farensca dengan ketus
" Gak boleh gitu entar malah jadi cinta "
Farensca menatap horor Naima " Ih amit amit " setelah itu Farensca pergi meninggalkan Naima di kamarnya
Naima menghela nafasnya, dia benar benar menyesal telah menelantarkan anaknya, bahkan selama ini dia terlalu sibuk membalas dendam kapada Bima karena laki laki itulah yang membuat dirinya seperti ini, bahkan dia tidak terima Bima mempermainkan dirinya dia tidak rela laki laki itu bahagia dengan wanita simpanannya
Farensca berjalan ke arah dapur di ikuti Rafka, pria itu duduk di meja pantri yang ada di dapurnya, sedangkan Farensca mulai mengambil bahan bahan untuk masak dan memakai clemeknya, walaupun dia ini bad tapi jangan di ragukan lagi soal masakan dia sudah banyak belajar dari Bi Inah selama ini
Mata Rafka tak henti hentinya melihat pergerakan Farensca mulai dari gadis itu memotong sayuran mencuci daging dan memasaknya bahkan dia jadi terlihat sangat cantik dengan aktivitas ini, dengan rambut yang ia Gelung dan juga keringat yang sesekali gadis itu elap
" Ren mau susu " ucap Rafka dengan kode dagunya yang ia arahkan ke gadis itu
Tentu saja Farensca terkejut mendengarnya, gadis itu langsung membalikan badannya menghadap Rafka dan menatap garang pria itu " ngomong apa Lo barusan "
" Mau susu ren " jawabnya polos
Baru saja Farensca ingin menggeplak kepala pria itu dengan Spatula yang berada di tangannya
Rafka terkikik geli melihat wajah Farensca pasti gadis itu fikir dia ingin meminta susu yang ada di tubuhnya, eh tapi kalo di kasih dengan senang hati ia terima
" Lo pasti ngiranya susu lo kan " cletuk nya, Farensca sudah mati Matian menahan malu karena salah berpikir dan sekarang malah di perjelas oleh pria itu
" Tapi kalo di kasih gak papah sih gue ikhlas " lanjutnya lagi membuat Farensca geram
" Diem Rafka jangan sampe minyak panas ini mendarat di muka lo! " Ancamnya membuat Rafka langsung kicep
Rafka tetap lah Rafka, pria itu kembali berulah " ren vibesnya kaya suami istri ya " ucapnya
" Suami yang nungguin istrinya masak " lanjutnya lagi, Farensca hanya memasang wajah eneg dengan ucapan pria itu
Setelah masakannya selesai Farensca berjalan ke arah meja makan untuk menaruh hasil makanannya di sana dan di ikuti Rafka di belakangnya, pria itu langsung duduk di meja makan tersebut sambil menunggu gadis itu selesai
" ASSALAMUALAIKUM " seru teman temannya yang masuk kedalam rumah Farensca sampai membuat ke dua sejoli itu bingung
" Loh kalian?" Kata Farensca saat melihat ke 3 sahabatnya dan juga teman teman Rafka
" Widih, ini kayanya si Farensca lagi belajar jadi istri yang baik " celetuk Saga melihat pemandangan di depannya yang di angguki oleh yang lain
" Iya dong ngelayanin suami " balas Rafka yang mendapat jitakan manjah dari Farensca
" Lo pada ngapain di sini " tanya Farensca
" Tadi kita tuh niatnya mau jengukin mamah lo, eh pas kesini ternyata anaknya lagi enak enakan berdua " jawab Kayana mewakili semuanya
" Sama sekalian numpang makan " sahut Mario
Plak
" Makanan ajah cepet " kata Saga melihat Mario masih mengusap usap bokongnya yang di tampol si saga
" Yaudah sini pada makan, gue masak banyak " ajak Farensca, untungnya meja makannya besar dan banyak bangkunya jadi muat untuk mereka
Dengan cepat mereka mengambil tempat duduk masing masing, bahkan Devon memilih duduk di samping kayana, bahkan pria itu menyerahkan piringnya pada Kayana agar gadis itu mengambilnya
Kayana yang mengerti langsung mengambilkannya nasi beserta lauk untuk pria itu
" Ehhm, ada yang jatuh cinta kayanya " goda saga yang langsung membuat gadis itu malu, sedangkan Devon tetap dengan wajah datarnya
" Lo kalo iri bilang ga " sahut Mario
" Ren ambilin dong, kalo kerja gak boleh setengah setengah " ucap Rafka sambil memasang pupy eyesnya
Bukanya luluh Farensca malah menatap pria itu dengan jengah " punya tangan kan? Ambil sendiri sebelum gue potong tuh tangan " jawab Farensca membuat pria itu kicep
" Pftttt " saga berusaha mati matian menahan tawanya melihat wajah sang ketua
" Diem anj- " ketus Rafka melotot
" Ren masakan Lo enak tahu " ujar Mario yang dengan lahap memakan makanannya
Farensca- gadis itu menyibakkan rambutnya dengan sombong " iya dong "
___
" Abang mau ke London gitu " tanya Farensca pad Lucas yang sedang merapihkan barangnya yang akan dia bawa untuk menjalankan misinya di London
Kalian inget bukan, Alexandra gadis dalam foto yang di berikan oleh Arif besok dia akan menjalankan misinya di sana, bagaimana caranya hanya dia dan tuhan yang tahu
Lucas mengangguk-anggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Farensca
" Ko mendadak sih bang "tanya Farensca lagi, dia tak rela sebenarnya padahal Lucas belum lama di sini
" Atuh mau kumaha deui dek, Abang mu ini kan orang sibuk " jawabnya
" Tapi mau ngapain di sana "
" Abang mau cari calon Kaka ipar mu dek " Lucas terkekeh sendiri mendengar ucapannya Kaka ipar dari mana dari hongkong!
" Emang ada ya yang mau sama Abang " tanya Farensca membuat Lucas menatapnya horor
Pria itu mengelus dadanya dengan sabar, gak kanjeng ratunya, gak adeknya sama sama meremehkan dia, tapi dia juga gak yakin sih ada yang mau apa gak sama dia
" Jelas banyak lah kamu gak liat Abang kamu ini kasep banyak duitnya lagi " jawabnya sombong
" Gak boleh banyakan ria bang takut cepet mati " cetus Farensca
" Kamu teh udah Baikan sama Tante Naima " tanya Lucas, dia denger denger dari orang suruhannya sih gitu, dia kan juga sering mantau Farensca lewat orang suruhannya termasuk Farensca yang lagi deket sama dedemit Rafka, walaupun judulnya Rafka yang deketin
Gadis itu menghela nafasnya " di bilang udah nggak, tapi di bilang nggak juga udah " jawabnya membuat lucas mengerutkan keningnya
" Maksudnya kumaha sih, lier Abang " pria itu mengambil kursi yang ada di kamarnya dan duduk di hadapan gadis itu
" Adek gak butuh maaf bang, yang adek butuhin pembuktian mamah "
Lucas mengangguk-anggukkan kepalanya pertanda dia mengerti dengan ucapan gadis itu
" Kalo ada apa apa jangan sungkan minta bantuan Abang " ucapnya yang di anggukan oleh Farensca