The Only Love

The Only Love
si heboh



"Sa Allah ini teh si Rafka kenapa ren " tanya saga panik, tadi ia sempat di telfon oleh Farensca untuk menjemputnya ralat menjemput Rafka maksudnya


karena tadi dia dan teman-temannya tidak pulang bersama karena Rafka katanya ada keperluan lain jadilah mereka tidak ke basecamp ataupun mampir ke tempat lain


" Gak usah banyak bacot, cepet nih berat " saga langsung memapah badan Rafka dan membawanya masuk ke mobil termasuk Farensca dia ikut, kan lumayan tumpangan gratis pikirnya, sedangkan mobil Rafka sendiri dia sudah menyuruh supirnya untuk mengambil di parkiran sekolah


" Eh ya Allah Rafka kenapa " pekik Ara saat melihat si anak bungsu di papah dengan keadaan babak belur, sedangkan saga pria itu malah sibuk memperhatikan gadis yang selonjoran di rumput


" Saga goblok ini si Rafka berat " Farensca rasanya ingin membuang tubuh Rafka dan menenggelamkan saga sekarang juga dirinya jadi repot di sinih


" Eh iya " saga dan Farensca segera membawa Rafka ke dalam dan mendudukkan nya di sofa sesuai perintah Ara


" Aduh ko Rafka bisa kaya gini " tanya ara sambil mengambil kompresan dan obat untuk anaknya


" Ya Allah cucu opah kenapa " pekik Radit melihat cucunya tak berdaya


" Ya ampun anak papah kenapa " kali ini Evrian sudah lah Rafka cape mendengarnya dirinya hanya luka seperti ini sudah heboh gimana kalo dirinya sampe sekarat


" Kamu pasti berantem lagi kan " tebak Evrian sambil memasang wajah garangnya, baru saja Rafka ingin menjawabnya Evrian sudah memotongnya " gak papah lanjutkan " sambungnya membuat Rafka mendengus dia pikir papahnya akan murka


" Wajah kamu jadi jelek raf " ucap Radit membuat Rafka membulatkan matanya dan langsung mengambil handphone nya dan melihat wajah ngenesnya


" Udah apah jangan sok " Ara sebal melihat putranya yang malah mementingkan penampilannya


Sedangkan Farensca gadis itu tersenyum canggung sungguh dia sangat iri dengan keluarga ini, dimana semua orang punya kasih sayang tidak seperti keluarganya sungguh miris bukan


" Eh iya nama kamu siapa " tanya Ara pada Farensca yang sedari tadi hanya memerhatikan mereka


" Oh kenalin Tante aku Farensca " Farensca tersenyum ke arah wanita yang masih keliatan cantik di umurnya sekarang


" Pacarnya Rafka " suara Radit mampu mengalihkan semuanya, sedangkan Farensca sudah mengumpat di dalam hati amit amit dirinya pacaran dengan manusia purba macam Rafka


" Bukan ke saya eh, eh temennya " ucap Farensca gugup sebenarnya mau muntah juga nyebut temen musuh iya


" Panggil opah ajah " Farensca hanya tersenyum menanggapinya


" Emang kejadiannya gimana " tanya Evrian


" Eh itu om tadi pulang sekolah, saya liat Rafka di gebukin sama segerombolan orang " ujar Farensca sengaja dia menyebut di gebukin


" Terus kamu yang nolongin "


" Hehe iya Tante "


" Hebat banget padahal kamu cwe emang letoy si Rafka " mata laki laki itu langsung melotot mendengar penuturan sang mamah emang kerjaannya nge jelek jelekin anak


"Emang iya Tante tadi saya biarin mati ajah ya " lirih Farensca


" Yaudah Tante, om, opah saya pamit pulang dulu udah sore " Farensca berjalan ke arah Ara, Evrian dan juga Radit untuk menyalimi tangan mereka


" Ara " panggil saga, selesai menaruh Rafka di dalam, dengan cepat saga langsung buru buru keluar menghampiri gadis yang dari kemaren ia cari


" Eh om saga " gadis itu adalah Ara dia senang kali selonjoran di rumput rumput seperti ini kadang sambil bermain bersam miky kesayangannya jika memang jam les nya ataupun sudah tidak ada tugas lagi pasti dia akan bermain menyatu dengan alam


" Kamu lagi ngapain Ra " tanya saga basa basi, pria itu juga ikut duduk berselonjoran di samping Ara


Gadis itu memicing ke arah saga " om gak liat Ara lagi ngapain "


" Bukan, Ara itu lagi merasakan hembusan angin lagi meratapi nasib " ucap gadis itu dramatis, memang Ara si ratu drama


" Hah maksudnya emang nasibnya kenapa "


" Ara tuh lagi meratapi nasib kenapa ya Ara tuh cantik banget " gumam gadis itu, saga hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal memang ara itu berbeda


" Bagus dong Ara cantik "


" Ih om Ara tuh takut nanti di culik om om macam om saga "


Saga tertohok mode on


"SAGA! " Teriak Farensca yang baru keluar dari rumah Rafka, dia pikir pria itu sudah pulang duluan eh ternyata lagi menggembel di sinih


" Saga ayo pulang loh gak mau balik " gadis itu sudah berjalan ke arah saga dan jangan lupakan Farensca menjadi perhatian Ara saat ini


" Iya ren ya Allah mendengung kuping gue denger teriakan loh "


" Eh teteh pacarnya Abang " tanya Ara


" Heh Ara_ " bukan Farensca yang menjawab tapi saga belum sempat mengucapkannya tangan Ara sudah lebih dulu menginterupsi


" Om saga bisa diem gak sih Ara nanyanya sama teteh cantik " emang di Sagara manusia tidak harapkan di sini


" Bukan temennya " sahut Farensca lagi lagi dia menyebut Rafka teman muak rasanya


" Kenalin aku Ara adeknya bang Rafka yang paling cantik" Ara menjulurkan tangannya kepada Farensca dan di balas oleh gadis itu, tak salah sih adek sama Kaka sama sama narsis


" Aku Farensca "


" Udah sonoh om pulang katanya mau pulang " usir Ara pada saga yang dari tadi hanya diam, Farensca hanya menahan tawanya melihat wajah saga yang lesuh dia bisa mencium bau bau cinta bertepuk sebelah tangan di sinih


" Yaudah teteh pulang dulu ya " ucap Farensca, barulah saat dia sampai di dalam mobil Farensca bisa tertawa dengan kencang


" Hahaha kasian banget di judesin Ama bocil " ujar Farensca


" Diem Luh julid "


" Hahaha malah di sebut om pedofil dasar "


" Gue turunin Luh ya " sewot saga emang ya mencintai tanpa di cintai itu sulit


" Luh juga ngapain nolongin Rafka suka Luh ya "


" Ih najis "


" Halah ngaku ajah "


" Kalo tadi tahu Rafka gue biarin ajah biar mati "


" Eh bused kejem banget tar cinta lagi "


" Luh juga bisa gue bikin mati sekarang " saga langsung kicep denger omongan Farensca dia belum mau mati muda apalagi belum dapet cintanya Dede emesh