The Only Love

The Only Love
Misinya Lucas



..." Satu misi terungkap "...


Vito- pria itu berdiri di depan bangunan masjid milik Altarik high school, selesai pulang sekolah tadi dirinya tidak langsung pulang melainkan melangkahkan kakinya kesinih, dia juga dapat melihat banyak anak anak rohis di dalamnya memang hari ini jadwal pengajian rutin di masjid ini dan terbuka untuk umum, pria itu di beri tahu oleh Alan sang ketua OSIS, jadi dia memutuskan untuk mengikuti pengajian ini


Memang bisa di masukkan dalam sejarah anggota Altarik Croz masuk kesinih bahkan hanya sekedar melihat kesini saja mereka tak pernah, bukan berarti mereka hamba hamba laknat yang tak pernah melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim, mereka hanya malas saja berurusan dengan pria anggota rohis yang kebanyakan tak suka dengan kehadiran Altarik Croz


" Vvito " ujar gadis berhijab di hadapannya, jujur gadis itu sangat terkejut melihat mantannya berada disini


" Eh Karin " kata Vito dengan senyum manis andalannya, salah satu ospek yang membuatnya berada di sini yaitu bertemu dengan Karin, jika di luaran memang kelihatannya dia tidak perduli lagi dengan gadis di hadapannya tapi tidak dengan hatinya yang selalu ingin melihat dan melindunginya


" Ngapain loh disini " tanya seorang pria di belakang Karin menatap Vito tajam, dia Aidan ketua rohis di sekolah nya dan salah satu orang yang benci dengan Altarik


" Gak boleh gue kesini " jawab Vito dengan dingin


" Kamu lagi nyari siapa di sini " tanya Karin


" Emang gak boleh ya berandalan kaya gue ikut dengerin pengajian di sini " jawab Vito membuat Karin meringis, seharusnya dia tidak bertanya seperti itu pada Vito seakan akan pria itu bukan pria baik baik


" Eh ggak gitu to " ucap Karin dengan gugup


" Santai ajah, yaudah gue mau ngambil wudhu dulu " pria itu berjalan ke arah tempat wudhu khusus pria yang berada di samping kiri masjid itu, sedangkan Karin merasa sangat bersalah disini


Saat ini siswa siswa maupun anggota rohis khusyuk mendengarkan setiap nasehat ataupun pelajaran yang di ucapkan oleh ustadz yang setiap minggunya selalu mengajar disini, saf antara laki laki dan perempuan pun di pisah dengan hijab yang di tengah tengah mereka


Karin gadis itu menuliskan pelajaran pelajaran penting yang dia dapat hari ini tapi tangannya berhenti saat ada kertas yang di sodorkan dari sampingnya melalui penutup hijab antara laki-laki dan perempuan, kertas itu di lipat menjadi segi empat


Karin menengok ke sampingnya melihat bayangan Vito, berarti pria itu berada di sampingnya, dia membuka lipatan kertas itu membaca setiap kata yang di tulis oleh pria itu dan senyumnya langsung terukir begitu saja, bohong jika dirinya sudah melupakan laki laik itu karena nyatanya mereka sudah melalui banyak kenangan yang tidak bisa dia lupakan, bohong juga jika dirinya tak mengharapkan pria itu yang akan menjadi imamnya nanti tapi semua itu balik lagi pada sang maha pencipta


" Mau tahu gak kenapa lelaki brengsek kaya gue bisa hadir di mesjid ini?


Karena gue mau menata diri, agar pantas menjadi imam loh "


- Healvito Revan


" Nih " Arif menyodorkan sebuah berkas pada Lucas yang sedang asik memakan makanannya, setelah kupingnya panas mendengarkan ocehan bunda ratu di rumahnya, dirinya memutuskan untuk kembali memusingkan otaknya dengan pekerjaan kantor dan misi misinya yang belum terselesaikan


Mata pria itu menyipit melihat satu objek di atas berkas itu yaitu foto perempuan


" Loh ngapain ngasih gue foto cwek Arip " dia sudah misuh misuh tak jelas, jangan jangan Arip sudah terkontaminasi dengan mamahnya untuk mencarikan dia jodoh


" Buka berkasnya dodol " geram Arif, punya bos ko beloonya nandes, kaya gitu ajah si Lucas bisa jadi CEO sama Mafia, emang iya sih sifatnya kaya londok bisa berubah ubah, dia bisa nepatin sifatnya sesuai dengan keadaan, jadi jika di hadapan bawahannya maupun musuhnya dia bisa berubah menjadi singa yang kelaparan


Lucas meraih berkas maupun foto perempuan itu



Dua kata yang ada di otak Lucas saat ini Cantik & seksi, biadab emang si Lucas, Arif mendengus melihat ekspresi Lucas saat melihat foto gadis itu


" Tolong jangan oleng pak " sindirnya membuat pria itu mencibir, salahkah, dirinya kan pria normal yang akan terpikat dengan yang seperti ini, pria itu kini membuka berkas yang berisikan biodata gadis tersebut


Nama :Alexandra Airel Atmaja


Umur  :20 tahun


Jurusan :Arsitek


Pendidikan :Universitas Columbia


Pekerjaan :Model dan musisi


Hobby :Mendaki, berkuda


" Seperti Bear brand, susunya susu sapi, bungkusnya beruang, dan iklannya naga putih " celetuk Lucas saat melihat hobby, jurusan maupun pekerjaan gadis itu


Ayah :Brian Atmaja


Ibu : Gilea Andreas


" Loh udah baca semuanya " tanya Arif saat Lucas menutup berkas itu, dari dia melihat nama orang tua gadis itupun dia tahu masalahnya sekarang


Brian Atmaja, laki laki incarannya saat ini, pria itu terbukti memanipulasi semua bisnisnya, dia bisa berada di titik ini dengan kerja kotor, yang di mana dia selalu membunuh orang yang sudah mengusik bisnisnya bahkan yang berani merebut rating perusahaannya, kejam memang


" Bodoh! seperti rencana kita sebelumnya, menyamar seakan akan tidak terjadi apa apa " jawab Arif setengah kesal membuat pria itu mengangguk


" Loh ngerti kan maksud gue " tanya Arif memastikan


" Maybe, terus misi kita yang satunya siapa yang akan membantu menyelesaikan, karena sulit jika harus mengerjakan keduanya, kita harus fokus pada rencana ini agar tidak gagal "


Arif mencoba memikirkan ucapan Lucas untuk mencari jalan keluar, dan seketika pikirannya tertuju pada satu orang


" Loh masih inget temennya Arbi, yang ketua geng motor " Lucas mengernyit berusaha mengingat siapa yang di maksud oleh Arif


" Ya gue inget, maksud loh kita minta bantuan ke dia "


" Iya, karena kasusnya Arbi ajah terselesaikan dengan bantuan dia "


" Oke, besok loh bikin perjanjian sama dia " putus Lucas membuat Arif mengangguk



" La "


" Hmm "


" Kamu tahu gak bedanya kamu sama Senin " tanya laki laki itu


" Gak tahu " jawab Lula ketus


" Kalo Senin itu awal dari hari, tapi kalo kamu awal dari cinta aku " jelasnya sambil mengusap pipi gadis itu


Ingin rasanya Lula berteriak sekeras mungkin sekarang, tolong jantungnya Gusti yang sejak tadi berdetak kencang, bahkan sedari tadi pria itu tidak henti hentinya menggombal siapa yang gak meleleh coba, walaupun sedari tadi gadis itu berusaha untuk terlihat biasa ajah


" Loh gak ada topik lain ya dari tadi ngegombal Mulu " ucap Lula,


Memang dirinya berada di cave bersama Mario, pria itu tadi memaksanya dan meminta izin langsung kepada papahnya untuk membawanya keluar sungguh gila mario ini, awalnya papahnya tidak percaya tapi dengan jurus ucapan manis dari Mario membuat papahnya mengizinkannya


" Gak ada, karena loh topik pertama yang ada di hidup gue sekarang " jawabnya santai belum tahu ajah Lula udah panas dingin dari tadi, pantas saja banyak kaum hawa yang di mabuk cinta karena ucapannya 


" Yaudah gue pulang nih " gadis itu berdiri dari kursinya untuk pulang tapi di tahan oleh Mario


" Jangan dong susah susah gue izin sama bokap loh " ucap Mario sambil menggenggam tangan gadis itu dan membuat Lula duduk kembali


" La gue boleh nanya sesuatu " tanya Mario dengan serius


" Hmm "


" Gue boleh gak deket sama loh " Mario menatap serius ke arah gadis di hadapannya, awalnya Lula terkecoh dengan ucapan manis pria ini tapi dia kembali tersadar akan fakta bahwa pria di hadapannya ini adalah playboy kelas kakap yang dia yakin bukan dirinya doang yang di perlakukan seperti ini


" Eh Mario kang gombal, gue tahu loh ini playboy pasti banyak yang loh giniin kan " jawab Lula


" Iya gue tahu gue playboy, tukang gombal bahkan kesetiaan cwok kaya gue harus di curigakan " pria itu menyandarkan punggungnya pada kursi yang dia duduki


Lula merasa bersalah melihat air wajah yang di tunjukkan pria itu, tapi dia juga tidak salah karena faktanya memang seperti itu " b- bukanya gitu Yo, emang faktanya bener kan "


" Terus bukanya loh lagi deket sama maya adek kelas kita " tanya Lula, rumor rumornya sih begitu, siapa yang gak akan kepincut sama cwe modelan Maya coba udah cantik, pinter, body slimming lagi


" Buat mainan doang " cletetuk pria itu menyengir ke arah Lula


Lula menarik nafasnya dalam dalam menghadapi buaya macam Mario " gue gak mau ya jadi cwe kesekian kalinya di hidup loh apalagi cuman di buat mainan kaya gitu gue gak bisa "


" Jadi loh mau gue seriusin, yaudah sekarang kita ke KUA "


Gendeng!


...___...


...Kira kira apa yang bakalan di lakuin Lucas pada gadis itu?...


...Dan siapa temannya Arbi?...