The Only Love

The Only Love
Mafia or Tukang cendol



Wanita dengan dres maroon selutut sedang duduk manis di bandara dirinya sedang menjemput sang Abang tercinta yang katanya sekarang pulang ke Indonesia, dia Farensca gadis itu sangat senang dan antusias menjemput Lucas di bandara setidaknya dirinya tidak sendirian di sinih walaupun tanpa adanya orang tua, ada sih cuman kan mereka gak perduli


"ABANG" teriak Farensca saat matanya melihat objek seseorang yang sedang ia tunggu, pria yang di panggil Lucas itupun langsung lari dengan dramanya menuju Farensca, bukanya senang Farensca malah jijik melihat pria itu lihatlah sekarang mereka jadi bahan tontonan malah dengan sengajanya pria itu menggletakan kopernya begitu saja


" Ya ampun adik ku sayang Abang mu ini rindu " seru Lucas sambil memeluk Farensca dengan erat


" Bang lepas dulu dah " Farensca langsung menyeret tangan sang Abang keluar bandara sudah cukup sudah dirinya malu dengan tingkah sang Abang


" Kenapa ieu teh Abang di tarik tarik atuh " tanya Lucas bingung


" Diem bang, adek malu di liat banyak orang " jawab Farensca dan memberhentikan jalanya tepat di parkiran mobil


" Malu kunaon? Biarin atuh berarti abang itu kasep " sahut Lucas dengan PD nya dan pria itu langsung menengok ke arah belakang di mana seorang pria dengan kesalnya menarik koper Lucas


" Nuhun nya Arip " ujar Lucas dengan tanpa dosanya kepada pria itu


" Nuhan nuhun, emang gue babu Luh " kesal pria itu, dia Arif Nugroho teman se orokan sekaligus asisten pribadi Lucas


" Hed sia teh marah marah Mulu "


" Bang!" Kesal Farensca karena dirinya di kacangi


" Eh iya sa Allah lupa Abang "


" Gimana kabar kamu dek " tanya Lucas sambil memeluk Farensca, sungguh dia sangat rindu dengan gadis ini


" Alhamdulillah sehat wal Afiat, Abang gimana di sonoh " Farensca juga membalas pelukan yang sangat ia rindukan, pelukan yang memberikannya perlindungan


" Ih Abang teh tersiksa di sanah makanannya gak ada yang enak " memang Lucas ini kan type lidah perasa dan lidah tradisional sekali, makanya dia tidak cocok dengan makanan di Jerman


" Hah maksudnya? " Tanya Farensca tak mengerti


" Iya Abang lo itu gak suka makanan sanah " bukan Lucas yang menjawab tapi Arif


" Ko bisa padahal kan elit elit tuh makanannya "


" Ya gak atuh dek, lebih enak nasi uduk semur jengkol dari pada dedagingan Bae " jawabnya, memang dirinya sangat merindukan nasi uduk pagi hari, belum lagi kangkung dengan sambel terasi, balado zeingkol, lalapan pake ayam goreng beuh membayangkan nya saja membuat perutnya keroncongan


" Halah sia boy " tukas Farensca tak heran sih memang begitu ke adaanya "


" Tau gak Abang lo disanah jualan es cendol " ujar Arif membuat Farensca membulatkan matanya


" Es cendol" beo Farensca, si Lucas mah udah nyengir kuda


" Ko bisa " tanya Farensca bingung


" Ya bisa orang katanya gabut, kerja jadi mafia sama CEO terus makanya jualan es cendol " jelas Arif membuat Farensca terheran heran, emang benar adanya kata tantenya si Lucas gak bener bisa bisanya laki laki itu kepikiran untuk jualan ES CENDOL GUYS DI JERMAN beuh beuh


" Bang lo itu mafia apa kang cendol " tanya Farensca, lemas sekali dirinya menghadapi orang macam Lucas


" Hehheh dua duanya dek, lagian di sanah laris manis " seru Lucas, memang jadi orang Jerman tahu dengan rasanya es cendol yang kalo di minumnya siang Ah mantap!


" Yaudah yuk balik Abang udah laper, dari pagi puasa " laki laki itu langsung menarik Farensca menaiki mobilnya, mobil yang di bawakan anak buahnya maksudnya


" Puasa? ". Apalagi ini Gusti ini hari Jum'at pria itu puasa apa coba?


" Iya biar di rumah bisa makan sepuasnya " jawab Lucas enteng


" Dasar gelo!"


" Gandengan terus dah kaya mau nyebrang " seru pria yang baru turun dari mobilnya dengan ke adaan yang jauh dari kata sempurna, ketiga orang yang kini berada di hadapannya mengernyit bingung


" Ngapain ngeliatin gue gitu " tanya pria itu


" Bang Rafka" beo Vanya


" Bunda bang Rafka kaya gembel " ucap bocah kecil yang sedang berada di genggaman Vanya membuat Rafka membulatkan matanya, songong sekali dia di bilang gembel, di sambut tawa nyaring dari dua orang yang berada di hadapannya


" Bener kata Shena kamu kaya gembel " sahut pria dewasa yang berada di sebelah Vanya, bagaimana tidak di sebut gembel Rafka pulang dengan ke adaan banyak lumpur entah apa yang telah pria itu lakukan sampai seperti ini


" What the ****, ganteng kaya gini di bilang gembel " pria itu menatap nyalang kepada sang adik dan duda di sampingnya, ya memang Vanya sedang bersama Ilham dan putrinya Shena mereka baru pulang dari mall karena menuruti permintaan Shena


" Makanya ngaca bang liat wujud asli loh sekarang " oh anjer apa seburuk itu dia sekarang, sudahlah males Rafka berdebat dengan orang gak penting mending dirinya masuk ke dalam rumah


" HUAAA MAMAH ADA ORANG GILA " pekik gadis yang membukakan pintu itu, sampai Rafka hampir terjungkal karena mendengar suara toa sang adik


" Kenapa sih Ra, orang gila di mana " tanya wanita cantik yang kini sedang menghampiri Rafka, wanita itu langsung melotot melihat tampang orang di hadapannya


" Astagfirullah maneh teh saha " pekik wanita itu sampai Rafka menutup telinganya rapat rapat bisa budek dia


" Ya Allah mah ini aku Rafka anak mamah yang paling ganteng " mamah maupun adiknya langsung saling pandang


" Gak mungkin anak mamah cosplay jadi orang gila " wanita itu langsung menatap sang putra dari atas sampai bawah, gak yakin sebenarnya kalo ini anaknya, sedangkan Rafka hanya mengusap dadanya sabar


" Oh lagi konten ini " sahut Ara adiknya yang sudah berdiri di hadapannya


" Masuk konten ini " sambung gadis itu lagi membuat Rafka jengah


" Gak Ara, bukan konten " geram Rafka, lagian dirinya juga tidak mau cuman gara gara konten sampai di bilang cosplay jadi orang gila


" Terus kamu ngapain Rafka kotoran kaya gini, abis main di sawah " pekik Ara


sambil menjewer telinga sang anak


" Aduh mah sakit, Rafka jelasin dulu " Ara langsung melepaskan jeweranya dan bersedekap dada mendengar penjelasan sang anak


Flashback on


Rafka dan anggotanya menghampiri basecamp gandi, tapi tidak semuanya yang di bawa hanya anggota inti saja, karena sebagiannya Rafka tugaskan mengurus basecamp mereka yang terbakar, dia juga sudah menyewa orang untuk memperbaikinya, dan dia juga sudah merencanakan ini kepada teman temannya jika benar ini ulah gandi, dia akan memberi balasan yang setimpal pada laki laki itu jika bukan lain lagi ceritanya dia tidak mau adu bogem untuk kali ini


" Wesh ada apani tiba tiba dateng kesinih " ujar gandi, pria itu sudah tahu jika Altarik ke basecamp nya


" Udah nyerah? Apa udah bosen hidup " lanjutnya lagi membuat Rafka mengeraskan rahangnya


Rafka-pria itu langsung menarik kerah gandi " Anj-, gak usah banyak bacot loh kan yang udah bakar basecamp gua "


Gandi terdiam mendengar ucapan Rafka, bahkan dia tidak pernah membakar basecamp itu, jika dirinya ingin pasti sudah menyerang langsung


" Hahaha berarti bukan gue doang yang punya dendam sama loh " jawab gandi dengan smirk-nya


Bugh


Sudah habis kesabaran Rafka kini, pria dihadapannya membuat dia muak terlalu bertele-tele


" Gua gak main main asal loh tahu "


" Denger bangsat, kenapa loh nuduh gue, kalo gue mau loh semua yang langsung gue serang " seru gandi menunjuk semua anggota Altarik


" Berarti loh bener Van bukan gandi pelakunya " bisik saga pada devano yang berada di sampingnya, devano pasti sudah mengira seperti ini karena dia tahu watak gandi seperti apa pria itu tidak mungkin bertele-tele


" Udah raf bukan dia pelakunya " ucap Mario


Rafka- pria itu langsung mundur dan mengkode anak buahnya untuk menyerang acturus


Glepuk


Plok


Byur


" Anj- Rafka main main loh sama gue "


" Liat ajah bakal gue bales "


Begitulah pekikan mereka, karena Rafka dan anggotanya bukan menyerang dengan baku hantam tapi dengan salah satu racikan dari anggota Altarik yang di sanah terdapat; telor, tepung, dan juga lumpur hebat bukan lagian Rafka tidak mau jika pulang nanti di eksekusi oleh mamahnya karena melihatnya babak belur lagi, dan lagi pula dirinya baru perawatan wajah kemarin sayang dong jika harus rusak lagi ANEH memang itulah Rafka


Tawuran pake senjata ❎


Tawuran pake lumpur, adonan kue✅


Flashback off


" Dasar blegug sia teh Rafka, masuk sanah mandi badan kamu bau " seru Ara, ibu dua anak itu sudah menahan kesal atas kelakuan sang anak sulung yang tak punya adab, Rafka memang menceritakannya pada Ara tapi tidak semua bisa berabe udah ajah dia tadi bilangnya abis nangkep bebek bebeknya kake Ipul di sawah bersama temannya pintar bukan dirinya