
Metamorfosis, seperti artinya perkembang biakan:)
Hai Ketemu lagi sama authorš„°
Selamat membaca, harap komen bila ada ke typoan, dan mohon maaf bila ada kesamaan tokoh, latar maupun sifat yang tidak di sengaja š
Malam ini dua sejoli yang tak pernah akur, memutuskan untuk menghabiskan malam seninan dengan berjalan jalan di pasar malem, bukan Rafka yang ingin ke situ pria itu tadinya mengajak Farensca untuk nonton tapi gadis itu malah memintanya untuk ke pasar malem, udah gitu abis badan Rafka di eksekusi sama Farensca yang bar bar
Dan sekarang Rafka menatap cengo ke arah gadis di sampingnya, kedua tangan gadis itu sudah penuh dengan berbagai macam aneka jajanan, di mulai dari cimol, cilok mercon, cilok ayam, cilok bakso, permen kapas, pokoknya berbagai macam cilok ada disana katanya kapan lagi di traktir sama sultan
Kini Farensca dan Rafka sedang duduk di salah satu bangku yang berada di pasar malem sambil melihat pemandangan kincir angin di depannya
" Lo yakin mau habisin semua " tanya Rafka ragu saat melihat gadis itu tak diam mengunyah
Farensca memicingkan matanya ke arah pria di sampingnya " kenapa? Duit lo abis buat beli semua ini "
" Ya gak lah, gue beli pasar malemnya juga bisa " sombongnya
Bibir gadis itu tersenyum saat melihat pemandangan banyak nya anak anak yang sedang bermain, bahkan ada beberapa orang tua yang mengawasi mereka, sedangkan sejak kecil dirinya jika pergi ke pasar malem seperti ini yang menemani hanyalah bi Inah, beruntung sekali anak anak itu
" Lucu ya " gumam Farensca membuat Rafka melihat ke arah pandang gadis itu
" Bocahnya lucu" tanya Rafka membuat gadis itu mengangguk
" Gue jadi pengen punya anak " cletetuk Rafka
" Nikah lah bodoh " kesal Farensca
Rafka terkekeh, lalu menatap gadis di hadapannya " tapi lo yang jadi ibu dari anak anak gue ya "
Gadis itu menatap horor ke arah Rafka " dih ogah! "
" Bagi dong " pria itu hampir saja mengambil cilok yang berada di tangan Farensca, tapi langsung di sentak oleh gadis itu
" Gak boleh ini punya gue! "
" Pelit banget, minta satu kek "
" Gak boleh! " Gadis itu langsung memasukkan ciloknya ke dalam mulutnya, belum sempat cilok itu masuk semua Rafka langsung memiringkan bibirnya ke arah gadis itu dan menyomotnya cilok yang berada di mulut Farensca
Farensca tentu saja terkejut dengan perlakuan tiba tiba pria itu apalagi ini Rafka memakan ciloknya langsung dari mulutnya, yang otomatis bibir mereka bertemu malah seperti sedang berciuman
" Manis " ucap Rafka sambil mengunyah ciloknya
" Bibir lo juga manis " lanjutnya langsung membuat badan Farensca menjadi panas
" Mas ini teh Indonesia bukan luar negeri " ujar salah satu pedagang membuat Farensca tersadar, sungguh dia sangat malu dan ingin mengutuk Rafka
" RAFKANJ-, BERANI BANGET LOH YA "pekik Farensca
Pria itu langsung menutup kupingnya karena teriakan gadis ini " lagian salah sendiri loh pelit! "
Rasanya Farensca ingin menangis sekarang juga, sekarang dirinya malah menjadi tontonan orang banyak, kesalahan besar sudah mau ikut dengan pria gendeng macem Rafka, gadis itu langsung bangkit dan meninggalkan Rafka dengan menghentakkan kakinya
Rafka yang melihat itu tertawa puas, dengan segera dia mengejar Farensca yang sedang menahan malu
Pria itu menarik tangan Farensca menuju motornya walaupun gadis itu menolaknya
" Ayo pulang gue anter " ucapnya
" Gua gak mau pulang bareng lo "
" Lo mau pulang naik apa bodoh, emang lo bawa duit "
Gadis itu baru sadar bahwa dirinya tidak membawa uang dan handphone pun dia tinggal tapi tetap saja dia tidak mau pulang bersama pria ini
" Yang penting gak sama lo! " Sarkasnya
" Pulang sama gue, atau gue habisin tuh bibir " ucapnya penuh penekanan
Farensca bergidik ngeri mendengar ucapan pria itu dan dengan sangat terpaksa dia mengikuti Rafka
" Loh ngapain malem malem keluar?" Tanya pria dingin di samping kayana
Kayana menelan ludahnya kasar, melihat wajah datar pria di hadapannya bahkan mereka sekarang sangatlah canggung, apalagi dengan posisi gadis itu sedang mengobati lengan pria itu yang tak sengaja terkena pisau
" Kalo di tanya itu jawab Kayana Fredella "
" G,,gue mau beli nasgor " mengapa sekarang dia malah gugup seperti ini
Pria itu berdecak " emang gak bisa Gofood "
Kayana menghela nafasnya " maaf kalo udah bikin lo luka kaya gini "
" Bukan gue masalahnya, kalo gak ada gue tadi udah jadi apa lo " datarnya lagi
" Ya kecopetan lah " jawab Kayana membuat pria itu menggeram
"Udah mati kali " ketusnya
" Iya maaf Devon "
Pria itu memang Devon, dia tidak sengaja melihat kayana yang sedang melawan pencopet dan langsung saja di bantu oleh Devon, bodohnya gadis itu tidak membawa kendaraan dan memilih menggunakan gojek padahal jalanan dekat SMA Altarik sangat sepi untungnya dia datang kalo tidak sudah jadi apa gadis itu sekarang
" Masih mau gak? "
" Hah "
Devon berdecak melihat kebodohan gadis di hadapannya, pria itu bangkit dari duduknya dan meninggalkan Kayana di sana
Kayana menghela nafasnya melihat pria itu, Devon ya tetap Devon laki laki datar yang pernah ia kenal bahkan selain datar pria itu juga ketus
" Nih " ucap Devon sambil menyodorkan satu bungkus nasgor kepada kayana
" Ini apa "
" Nasi goreng, buruan naik gue anter "
Kayana menerima plastik yang di sodorkan padanya agak tidak enak sih dirinya sudah banyak merepotkan pria itu
" Naik " ucapnya dingin
" Eh.. gue bisa naik taxi gak usah repot-repot "
Devon menatap gadis itu dengan tajam membuat Kayana meringis
" I..ya " ucap Kayana langsung menaiki motor pria itu, bahkan Devon menarik tangan gadis itu agar berpegangan pada pinggangnya
Kayana tidak bisa menyembunyikan detak jantungnya yang berdegup kencang, dengan keadaan seperti ini membuat dia akan terlalu berharap pada Devon, harapan yang tak mungkin jadi kenyataan karena pada dasarnya pria itu hanya kasian padanya bukan cinta
" Dengan lo kaya gini buat gue merasa kalau lo itu bisa di gapai Dev, " lirihnya yang hanya dia dan tuhan yang bisa mendengarnya
___
" Eh maneh maneh teh abis dari mana " tanya Lucas saat melihat Farensca dan Rafka yang baru datang
Farensca hanya mencibikan bibirnya dia masih sangat kesal dengan Rafka rasanya tadi tuh di jalan pengen dia dorong biar jatoh tapi dia mikir lagi kalo si Rafka jatoh dia pun ikut jatoh
" Eh dari pasar malem ya, gue gak di beliin apa apa " lanjutnya lagi yang tidak di jawab oleh Rafka dan Farensca
Lucas melihat wajah Farensca yang mencebikan bibirnya " Heh bocah lo apain adek gue sampe serem amat mukanya " Rafka hanya mengangkat bahunya
" Pasti ada apa apa nih " tebak Lucas
" Bacot! " Umpat Rafka
Lucas melotot mendengar umpatan Rafka " heh lo mau gue bunuh " ujarnya galak
" Bunuh ajah bang!, Tadi dia juga udah nyium bibir faren " ucap Farensca menggebu gebu
Lucas tambah terkejut dengan penuturan sang adik seakan sadar dia kembali dengan raut wajah mengesalkanya
" Gimana rasanya cah " tanya Lucas pada Rafka, membuat Farensca melotot
" Manis " jawab Rafka enteng, Lucas hanya tertawa mendengarnya sedangkan Farensca sudah mengepalkan tangannya kesal, kirain abangnya bakal nonjok, marahin si Rafka ini mah namanya sama sama gak waras
" DASAR ABANG GILA " teriaknya meninggalkan kedua pria itu yang terkejut dengan teriakan Farensca