The Only Love

The Only Love
sunmory



Ting nong ting nong


Ceklek


" Devon " kata Kayana saat dia membuka pintu utama melihat siapa orang yang telah bertamu di rumahnya


Devon hanya menunjukkan wajah datar tanpa ekspresinya dan langsung menarik tangan gadis itu


" Eh mau kemana " tanya kayana saat tangannya di tarik oleh Devon


" Ikut gue sunmori" jawab Devon singkat membuat Kayana bingung tidak biasanya Devon mengajaknya seperti ini


" Maksudnya "


Devon berdecak, setiap berbicara dengan kayana membuat dirinya kesal dengan sifat lemot gadis itu


" Rafka ngajakin sunmori harus bawa pasangan " ucapnya cepat, kayana diam diam tersenyum saat pria itu berinisiatif mengajaknya dan tidak langsung Devon menyebutnya pasangan kan


" Jangan GR, cepet " sarkas Devon saat melihat gadis itu malah tersenyum sendiri


Kayana mengerjapkan matanya akan tersadar akan realitanya " yaudah tunggu bentar aku siap siap " ucapnya kemudian berlari masuk kedalam rumahnya untuk berganti pakaian


Kayana tidak henti hentinya tersenyum membayangkan wajah pria itu dengan terus begini bukanya membuat dia sadar akan kenyataan malah membuatnya terus lupa akan kenyataan yang sebenarnya biarlah itu urusan terakhir maka sekarang lebih baik dia merasakan bahagia dulu sebelum di jatuhkan oleh angan angan


" Jangan GR Rafka minta temen temennya Farensca ikut juga, biar Farensca mau di ajak jalan " ucap Devon membuat Kayana melunturkan senyumnya


Apa yang dia bilang belum apa apa sudah di jatuhkan oleh angan angan nyesek bukan bunda bunda


Farensca menyisir rambutnya kemudian mempoles sedikit wajahnya dengan make up pagi ini dia akan pergi bersama anggota Dugong karena tadi malam sang ultimatum sudah memerintahkannya menemaninya untuk sunmori pagi ini siapa lagi kalo bukan Rafka, jika biasanya dia akan menolak maka kali ini tidak dia malah senang karena dia tidak menghabiskan waktu di rumah bersama pelakor itu


Sekiranya siap Farensca mengambil tas selempang nya dan kemudian turun untuk menunggu Rafka di bawah, tapi langkahnya terhenti melihat pemandangan yang cukup menyesakkan hatinya, dia melihat keluarga ayahnya yang sangat harmonis, dia sudah mengira mereka tidak akan menganggapnya di sini.


Bahkan dia belum pernah merasakan bagaimana rasanya berada di tengah keluarga harmonis seperti itu merasakan hangatnya sarapan bersama di pagi hari, Farensca menarik nafasnya berusaha menenangkan hatinya dan kemudian melanjutkan jalannya tanpa memperdulikan mereka


" Kasian statusnya anak tapi gak pernah di anggep ada " sindir gadis yang tak lain adalah anak Bima


Farensca tersenyum remeh ke arah gadis itu " lebih kasian mana anak haram hasil perselingkuhan terus hidupnya numpang lagi. miris "


Gadis itu sudah mengepalkan tangannya kalau saja dia tidak bisa menahan amarahnya sekarang pasti Farensca sudah habis dengannya


" Liat aja loh " sarkasnya kemudian meninggalkan Farensca yang mengedikan bahunya tidak perduli dan kemudian melanjutkan jalannya.


Farensca tersenyum melihat Rafka yang sudah berada di depan gerbang rumahnya dia segera menghampiri pria itu yang langsung di sambut dengan senyum pria itu


" Pagi pacar " sapa Rafka membuat Farensca salting sendiri


Rafka mengambil helm yang berada di belakang motornya kemudian memakaikan nya pada Farensca, pria itu membenarkan rambut Farensca yang menghalangi wajahnya kemudian mengancingkan helmnya sungguh aktivitas seperti ini membuat jantung Farensca tidak aman apalagi jarak mereka sangat dekat


" Udah cantik ayo naik " ucap Rafka membuat Farensca reflek menggeplak kepala pria itu


" Parah banget saltingnya nabok " grutu Rafka sambil mengusap usap kepalanya


" Ayok buruan " balas Farensca yang sudah naik ke atas motor pria itu


Dengan cepat Rafka memakai helmnya dan melajukan motornya untuk sampai ke basecamp nya


Rafka memberhentikan motornya tepat di depan basecamp Altarik dia juga dapat melihat sahabat sahabatnya sudah berkumpul di sana


" Uhuy ada couple goals baru " seru Mario melihat sang ketua yang baru saja datang


Farensca yang mendengar hanya mencibir kemudian tersenyum pada ke 3 sahabatnya yang sudah duduk cantik di motor pasangan mereka


" Ren Lo hutang penjelasan sama kita " ucap Lula mengintrupsi karena memang gadis itu belum menjelaskan apa apa tentang hubungannya dengan ketua Altarik


" Tahu loh enak banget ren dapet Rafka udah ganteng tajir pinter lagi " ucap Amanda membuat ervan mendelik mendengar penuturan gadis itu


" Kamu muji Rafka loh yang " sahut ervan tak terima


" Lah emang kenap fakta ko " balas Manda tak mau kalah membuat Ervan kicep


" Con bucin " seru Lula dan Mario berbarengan, emang pada dasarnya Lula sama Mario itu cocok sama sama banyak ngomong


" Kita nunggu siapa lagi " tanya Rafka


" Nunggu saga sama anak serigala " jawab Mario membuat Rafka mengangguk


Beberapa menit menunggu kehadiran saga dan gilang, kedua orang itu datang dengan motornya membuat semua orang terkejut bukan karena mereka yang dateng tapi karena dua orang yang dia bawa oleh saga dan gilang


" Ara, Arin ikut " tanya Rafka melihat kedua adiknya yang berada di motor saga dan gilang


" Mau aja Lo ra cuman di traktir makan kaya orang miskin " sahut Rafka


" Gak papah yang penting menghargai " saga sudah tersenyum bangga mendengar jawaban dari Ara


" Lang ko Lo bawa pasangan " tanya Vito masalahnya masa dia doang yang gak bawa pasangan


" Hehe sekalian bang tadi ajak Arin pas lagi anterin bang saga jemput Ara "


" Lo emang di bolehin dek sama om Zeo " tanya Rafka pada Arin, walaupun Zeo tipikal orang yang gak pernah serius tapi kalo masalah anak dia paling over protective


" Boleh dong kan mamah yang izinin " jawab Arin bangga


" Lo lagian kenapa gak ngajak Karin " pengen rasanya Vito menampol Mario yang bertanya seperti itu, sekarang kehidupannya sudah berbeda tidak mungkin dia bisa mengajak Karin bebas seperti dulu


" Iya maaf maaf to muka lo jangan nyeremin gitu dong " lanjut Mario


" Yaudah gimana kita balapan ke tempat tujuan, yang kalah harus traktir makan di sana " seru Rafka yang langsung di angguki oleh yang lainnya


" Ide bagus tuh " sahut Saga


" Bagus sekali yang kalah langsung kere " sambung Mario


" Oke siap gue yang itung " seru Farensca


Yang lainnya sudah berada di garis masing masing dan bersiap untuk mendengar intruksi gadis itu


" 3, 2, 1 "


___


Mario mendesah berat saat melihat para sahabatnya sudah kegirangan memilih tempat meja di rumah makan lesehan Sindang reret yang terkenal di Bandung karena tempat makannya yang berada di atas danau dan yang paling nyamannya lagi karena pemandangan asrinya di sana, dan masalahnya kali ini dia yang apes karena harus mentraktir makan mereka


" Apes apes gue gara gara tikus nyebrang tadi " seru Mario mengundang gelak tawa dari yang lain


" Gak usah sok gak punya duit Lo Yo gue yakin duit Lo banyak " sahut Saga ya jelas atuh Mario ini kan anak tunggal dan papanya tidak punya istri jadi tanggungannya hanya Mario saja


" Ren duduk sini " pinta Rafka pada Farensca yang malah berkumpul dengan teman temannya


" Udah deh Rafka jangan manja gue ceburin nih " kesal Farensca karena sejak tadi pria itu merengek ingin duduk bersamanya


" Biarin aja teh jangan di ladenin mukanya Abang minta di sleding " ucap Ara mengompori Farensca membuat Rafka mendelik


Dengan kesal pria itu bangkit dan mengangkat tubuh Farensca yang untuk di bawa ke mejanya membuat Farensca memekik



Ini pict nya ya


" Gila Lo ya " kesal Farensca menggetok kepala Rafka dengan sendok yang ia pegang


" Lagian gak bisa di bilangin pake omongan " sahut Rafka sedangkan yang lainnya hanya menggeleng melihat kelakuan pria itu


" Bang udah tua inget umur "cletuk Ara


" Sabodo teuing " balas pria itu


" Bucin baru " seru saga melihat kelakuan ketuanya itu


" Serasa dunia milik berdua yang lain ngontrak " samber Mario


Menulikan telinganya mendengar orang orang musyrik yang sedang iri dengannya Rafka mengarahkan pandangannya pada makanan yang di depannya pada Farensca


" Apa " tanya Farensca merasa Rafka mengkode dirinya


" Ren suapin " pinta Rafka membuat Farensca mendelik apa pria itu tidak mengerti situasi


" Makan sendiri Rafka punya tangan " balas Farensca dengan kesal


" Suapin gak! " Kekeh Rafka mengarahkan tangan Farensca yang sedang memegang sendok berisi makanan ke dalam mulut pria itu


Farensca menarik nafasnya dalam dalam harus lebih extra sabar menghadapi Rafka jangan sampai dia terkena darah tinggi hanya karena seorang Rafka


" Oke " finisnya membuat Rafka tersenyum kemenangan


___