The Only Love

The Only Love
Altarik & Acturus



Suara riuh kini terdengar di area balap dimana di sana sudah ada anggota Altarik dan acturus, Rafka maupun gandi sudah berada di garis star masing  masing sambil memacu mobilnya Rafka menatap tajam sang lawan, dia sudah merubah perjanjiannya jika kali ini dia yang menang acturus tidak boleh mengganggu Altarik lagi, Rafka sama sekali tidak tergiur dengan mobil dirinya juga bisa membeli lebih dari mobil sport jika dia mau ya walaupun dia tidak yakin gandi akan melakukannya, dia tahu seberapa liciknya laki laki itu


1 2 3


Mobil Rafka maupun gandi sudah melesatkan mobilnya, untungnya Rafka sudah hapal taktik gandi jika dia tiba tiba menantangnya balapan seperti ini, gandi tidak akan bermain mulus jika lawanya adalah Rafka


" HEH NYET " teriakan saga, membuat orang yang berada di sana melihat pada pria itu


" Heh loh ngapain pake gojek bego " tanya Mario, sepertinya disini yang bego adalah Mario


" Heh kadal, dasar manusia gak tahu diri loh pada ninggalin gue goblok " kata saga menggebu gebu, mana ngeliat mukanya si Mario gak ada rasa bersalah banget


Mario, pria itu menggaruk tengkuknya yang tak gatal dia sampe lupa kalo tadi dirinya bersama saga, pantesan dia merasa ada yang kurang tadi, kurang ajar sekali bukan


" Gue kira loh udah masuk di mobil lain "


" Dasar, gak ada adab banget loh mobil punya gue, malah gue yang di tinggal "


" Ya sorry "


" Gak mau lagi gua semobil sama loh "


" Eh bused pada sibuk ajah loh pada itu liat si Rafka udah Deket " seru Ervan memisahkan dua manusia yang tak pernah akur itu


" HUH GILA RAFKA YANG MENANG "


" ANJER GAK SALAH GUE BELAIN DATENG NAIK OJOL "


" RAFKA "


" RAFKA "


begitulah sorakan dari orang orang saat melihat Rafka yang mendahului garis star, sahabat sahabatnya langsung menghampiri Rafka saat pria itu sudah keluar dari mobilnya, sedangkan gandi dia langsung memukul setirnya saat dia kalan star oleh Rafka


Rafka, laki laki itu menghampiri lawanya saat dia sudah berada di tengah arena balap " Perjanjian nya jangan loh ganggu gue ataupun anggota anggota gue " tunjuk Rafka tepat pada tubuh sang lawan


Bugh


Bugh


Gandi langsung memukul wajah Rafka, dia kesal dendamnya pada Rafka tidak akan putus sampai kapanpun, dan Rafka juga tidak tinggal diam


Bugh


Bugh


Bugh


Rafka terus membabi buta, sampai gandi tersungkur " Udah gue bilang berapa kali bukan gue yang bunuh adek Luh bangsat "


Bugh


" Ka udah gila dia bisa mati " Devon langsung menarik tubuh Rafka, jika tidak di pisahkan dia yakin gandi akan mati di tangan Rafka


" Loh pikir gua percaya sama mulut busuk loh itu, sampai kapanpun nyawa harus di bayar dengan nyawa " gandi menatap remeh sang lawan


" Jangan main main sama adek gua anj- " Rafka langsung menarik kerah baju gandi, sedangkan saga tangannya sudah mengepal kuat saat nama Ara di sebut sebut di sini


Bugh


Bukan Rafka yang menghantam gandi tapi saga pria itu tidak rela jika ada di sangkut pautkan di sinih


" Sampe loh main main sama Ara gua gak akan biarin loh hidup " tekan saga, Rafka dan yang lainnya hanya diam tidak berniat untuk melerai mereka, saga walaupun terkenal dengan kebodohan dan keabsurdanya, tapi jika apa yang dia punya di usik dia tidak akan memberikan orang itu hidup


" Inget baik baik "


08.00 SMA Altarik


Dua manusia berbeda jenis itu kini sedang mengangkat tangannya dengan hormat sambil menghadap tiang bendera yang berada di depannya, gadis dengan kuncir kuda itu menatap nyalang pada lawan jenis yang berada di sampingnya


" Panas panas gini enaknya bakar muka orang sinting " Sindir gadis itu


" Loh ngomongin gue " sahut orang yang berada di sampingnya


Ingin rasanya gadis itu menggaruk wajah pria di sampingnya bisa bisanya dia memasang wajah watados, dia Farensca dan Rafka di hukum karena sama sama telat, sebenarnya Farensca telat karena makhluk aneh di sampingnya bagaimana bisa di jalan menuju sekolah tadi dia hampir di serempet oleh mobil Rafka untuk wajahnya yang cantik ini tidak menyium indahnya aspal dan jadilah adu bacot di pinggir jalan karena kepalang kesal dengan manusia yang berada di sampingnya


Jika di tanya kenapa mereka bisa di jalan yang sama, jangan lupakan komplek rumah mereka hanya beda arah sungguh malang bukan nasibnya, dan belum sampai situ saat sampai gerbang sekolah yang ternyata sudah di tutup, Rafka menwarkanya untuk Melawati pagar yang biasa di lewati oleh anak anak yang tukang bolos dan dengan bodohnya dia mengikuti Rafka untuk melewati pager itu ralat tapi memanjat pagar memang ya setiap bertemu pria macam Rafka hidupnya menderita sial dan terjadilah mereka yang tertangkap basah oleh bapak Ipin alias guru BK tersangar di SMA Altarik dan di hukum berjemur di sinih sampai bel istirahat


" Aduh item deh gue " Farensca tidak henti hentinya menggerutu membuat kuping Rafka panas dari tadi yang dari tadi di permasalahkan make up luntur badan hitam


" Loh tuh udah jelek jangan di tambah tambahin jelek " Farensca langsung melotot mendengar ucapan Rafka, apa tadi dia bilang jelek baru kali ini ada yang bilang dirinya jelek


" Ini semu gara gara Luh dedemit " Farensca langsung menarik telinga laki laki itu


" Aduh sakit goblok " seru Rafka membuat Farensca melepaskan jeweranya


" Ini tuh semua gara gara loh tau gini mending gue pulang ajah " ucap Farensca dengan lesuh 


" Yaudah sabarin ajah sih bentar lagi juga bel istirahat "


" Sabarin sabarin emang kata loh gak panas apa Dugong " Rafka menjadi tidak tega melihat gadis di sampingnya ini juga salahnya sih membawa mobil ngebut karena di kejar waktu, eh tai salah gadis itu juga jalanya gak mau ke pinggiran di kira jalan nenek moyangnya apah


Dengan baik hati Rafka langsung melepas tasnya dan memayungi gadis yang dari tadi sudah menggrutu kepanasan, Farensca yang sadar dirinya di payungi langsung menatap ke arah Rafka


" Jangan mulai deh gua jambak nih " Farensca mah gak yakin kalo perbuatan pria itu ikhlas pasti ada muslihat lain di dalamnya


" Udah diem loh dari tadi grutu kepanasan Mulu berisik "


" Lagian suudzon Mulu Loh sama gua "


" Emang tampang loh tuh harus di curigakan " sahut Farensca tajam


" Orang gua ganteng apa yang di curigai " jelas dong Rafka tak mau kalah dengan gadis di hadapannya dalam keadaan apapun


" Bacot banget ah gerah gua "


" Bicit bingit ih girih"


" Gua tampol ya loh " Farensca langsung menatap tajam ke arah Rafka saat pria itu mengikutinya