The Only Love

The Only Love
Drama keluarga



...Happy reading 😍...


"Potong potong roti oles pake mentega Vito sudah mati Indonesia merdeka " Ucap saga menirukan lagu permainan yang suka di nyanyikan oleh tuyul tuyul di komplek nya


Pletak


" Sakit to " pria itu mengusap usap kepalanya yang terkena templengan manja dari Vito


Saga mengelus elus sayang makhluk kecil di genggamannya " Sindi udah gede mau jadi apa? Hmm harimau? Boleh, apa buaya? Juga boleh, tapi jangan buaya deh kamu kan awewe "


" Anj- sarap emang " seru Ervan melemparkan botol Aqua di genggamannya


Gimana mau jadi harimau, apalagi buaya, orang Sindi itu marmut kecil yang baru di belinya di pasar malem


" Muka loh kenapa Yo melas amat " tanya Ervan biasanya kan yang bikin rusuh si saga sama si Mario


" Gua abis di eksekusi sama emak gua "


keluh nya


Sekilas info, emaknya Mario itu bibinya dia yang udah dia anggap ibu sendiri


" Kenapa? " Tanya Devon membuat Mario menatapnya bingung


" Kenapa apanya von "


" Ck, beloon maksud Devon, loh kenapa Ama emak loh " sahut Vito, emang gitu ya orang dingin modelan Devon kalo ngomong ngajak panco kayak kurang wawasan kata kata


" Gua ngilangin anaknya " ucapnya


" Lah emang loh punya adek ya yo " tanya Ervan bingung, perasaan si Mario anak satu satunya


" Emang nggak, tapi Tupperware adek tiri gua " jelasnya membuat teman temannya tertawa, tentu tidak emak Mario saja yang seperti itu termasuk emak author 😌


" Emak kita sama berarti bang " ucap bocah di samping Mario


" Sama apanya Lang "


" Bunda gue juga gitu, bahkan bukan cuman Tupperware, tanaman sama kucing kesayangannya juga " jelasnya sambil membayangkan bagaimana sang bunda menimang kucingnya


Dia Gilang salah satu anggota Altarik yang paling muda, Gilang baru menduduki kelas 10 IPA 2 di Altarik Sifatnya yang polos membuat saga maupun Mario selalu gencar mengganggu pria itu


" Kayanya loh anak pungut deh Lang " sahut Rafka


" Gak mungkin bang, karena kata bunda, gue cakep nurun dari dia " ucapnya dengan PD


Hilih PD sekali anak Dugong!


Gilang merogoh saku celananya dan mengambil benda kecil di dalamnya " nih bang flashdisk nya gue balikin " sodornya ke arah saga yang di ambil pria itu


Gilang juga mengambil handphone yang berlogo apel groak dan membukanya " gue juga minta film ini bang "unjuknya pada yang lain


Gilang memutar videonya membuat mata Abang Abang luknutnya membola


Saga anjink


Goblok


****** banget


Saga langsung merebut handphone Gilang dan menghapus videonya


" Anjer loh dapet dari mana Gilang sugilang " pekik saga


" Bego!, Besok besok jangan pinjem flashdisk nya saga lagi " kata Rafka, dia tidak mau otak Gilang yang mulus kayak jalan tol harus terkotori oleh orang macam saga


" Loh udah liat semua Lang " tanya Ervan yang di balas gelengan oleh pria itu


" Gak, orang keburu ketahuan eyang gue katanya, Gilang kasep jangan nontonin kaya gituan gak baik buat pertumbuhan kamu " sialan sekali, ucapan Gilang membuat yang lainnya terngik ngok


" Emang itu video apa sih bang " tanya Gilang pada saga yang wajahnya sudah merah karena menahan kesal, yang Gilang tahu itu video orang yang saling main kuda-kudaan


" Tutorial bikin anak "


" Gimana caranya bang " tanyanya lagi, yang lainnya sudah terbahak karena pertanyaan konyol pria itu


" Mau gua praktekin " ucap Saga membuat Gilang bergidik ngeri


" Makanya lang jangan banyak banyak bergaul sama orang modelan saga banyak setanya " ucap Mario


" Berarti loh juga setan bang, kan loh sahabatnya saga "


Skakmat!


" Buat loh " jawab Rafka membuat semua orang terkejut


Rafka yang mengerti dengan kebingungan mereka " kemaren gue abis beli mobil buat ganti mobil gue yang rusak, eh nyokap gue malah ngembaliin motor gue yang dia sita " jelasnya


Masih inget kan mobil Rafka yang di tabrak sama musuh misteriusnya, yang sampai sekarang belum dia ketahui itu siapa karena orang itu sangat pintar menutupi identitasnya


" Terus loh suruh si Gilang jual " tanya Ervan membuat Rafka menggeleng


" Buat loh Lang, gue belum butuh sama mobilnya sayang kalo cuman buat pajangan doang " jawab Rafka membuat semuanya cengo, ah biasalah Sultan beli mobil udah kaya beli micin kaga kerasa duitnya


" Seriusan bang " tanya Gilang tak percaya


" Iya, yaudah gue balik dulu ya " Rafka bangkit dari duduknya dan meninggalkan markas mereka


" Lumayan buat ngecengin cwek cwek " gumam Gilang


" Heh emang ada yang mau sama loh " seru Ervan


" Kata bang Mario, kalo kendaraannya bagus gak bakal ada cwek yang nolak " ah benar sekali memang Gilang ini sudah salah pergaulan


" Lang, mobil baru nih boleh lah Sabi " ucap saga menarik turunkan alisnya


Gilang menggelengkan kepalanya " Gak bang, kan gue gak boleh bergaul sama loh "


" Mati ajah loh Gilang titisan serigala! "


Rafka memarkirkan motornya di garasi rumahnya dan melangkahkan kakinya memasuki rumah besar di hadapannya, tapi langkahnya terhenti karena mendengar suara ribut di dalam, langsung saja pria itu masuk dan di suguhkan dengan pertengkaran hebat kedua orang tuanya


Rafka menghampiri orang tuanya untuk menengahkan mereka


" APA!, KAMU MAU NGELAK LAGI KALO KAMU SELINGKUH " teriak Ara- mamahnya pada Evrian di hadapannya


Evrian mengepalkan tangannya dan hampir menampar Ara kalo saja tidak ada tangan Rafka yang menahannya


" Pah! Udah, papah mau nampar mamah " bahkan Rafka sudah menaikkan satu oktaf suaranya


" Tapi dia udah nuduh papah yang nggak nggak Rafka " bentak Evrian, sedangkan Ara sudah terduduk di sofa sambil menangis


" TAPI GAK PAKE KEKERASAN PAH!, semuanya bisa di selesaikan dengan kepala dingin "


" KAMU BERANI BENTAK PAPAH KAMU "


Rafka sudah mengusap wajahnya kasar, selama dia hidup baru kali ini melihat pertengkaran hebat kedua orang tuanya karena biasanya pasti salah satu sudah ada yang mengalah tapi tidak dengan ini


" Gak gini pah caranya nyelesain masalah " ujarnya dengan pelan, dia tidak mau memperburuk keadaan dengan dia terbawa emosi


Cut


Rafka menatap bingung pada dua orang yang baru datang dari balik lemari kaca di ruang tamunya, dan tambah bingung lagi melihat bocil bocil itu membawa kamera di genggamannya dan tambah pusing lagi saat mamah dan papahnya malah kegirangan


Ya Allah salah apa dirinya


" Ini ada apaan " tanya nya bingung


" Pah, mah ada adegan bang Rafka nya gak papah kan, tapi tetep bagus kok " ucap Ara-adiknya memberikan kamera itu pada sang mamah


" Gak papah yang penting bagus jadi kaya drama beneran "jawab mamahnya


" Ini maksudnya apa sih mah, pah, Ara, Arin " tanya Rafka lagi


" Ini ituh lagi bikin drama sinetron gitu bang " jawab Arin yang di angguki oleh mamah, papah beserta adiknya


Rafka tambah mumet lagi mendengar jawaban adik sepupu nya


" Ih Rafka, ini tuh mamah lagi bikin video buat casting sinetron " seru mamahnya


" Iya bang Rafka malah dateng " sambung Ara- adiknya, gimana kaga panik anjeng balik balik ngeliat emak bapak udah berantem kaya tadi tahu tahunya membagongkan


" Baguskan akting mamah raf " tanya mamahnya


Ingin rasanya Rafka menangis saat ini, tapi lain hati lain di bibir buktinya hatinya ingin menangis tapi bibirnya malah tersenyum paksa ke arah orang orang di depannya


Dia udah gak ngerti lagi, ini orang tuanya kekurangan duit apa gabut sih, sampe ngikut casting begitu, gua sumpahin biar dapetnya drama azab


Sumpah deminya ge kagak apa apa tapi loh mikir lah anjeng:(


Rafka be like:


Gini amat gue punya keluarga:(