The Only Love

The Only Love
Metamorfosis Rasa



...Terkadang sesuatu yang terlalu kita BENCI malah menjadi sesuatu yang kita senangkan ...


...-...


...-...


...-...


" Jadi gimana lo mau bantu gue " tanya Lucas kepada Rafka yang berada di hadapannya, setelah peristiwa tadi pria itu di minta ke ruangan Lucas untuk membicarakan misinya


Rafka tersenyum miring " oke, tapi ada imbalannya "


Lucas menaikkan satu alisnya " apa? Uang, mobil atau apapun itu gue kasih "


" Gue gak semiskin itu sampai minta barang barang yang bisa gue beli sendiri " ucap Rafka membuat ketiga orang di hadapannya mendengus, Rafka ya tetap Rafka pria sombong yang mereka kenal


" Oke gue tahu Lo sultan " sahut Abri


" Emang songong banget bocah " ketus Lucas membuat Rafka melotot, ape bocah gak ada bocah yang mainya tawuran, bantai membantai kan?


" Yaudah lah gak gue bantu "


" Eh jangan gitu, emang syaratnya apa sih " tanya Lucas kesal


Rafka melirik pada lemari kaca besar yang berada di ruangan itu " imbalannya gue mau sniper DSR 50 " Rafka sangat ingin sekali memiliki senjata yang di beri gelar Most Dangerous Weapon in The World.


Lucas, Arif maupun Abri menelan ludahnya saat pria itu menunjuk salah satu koleksi sniper nya


" Sialan banget, gak kira kira imbalannya " gumam Lucas yang masih bisa di dengar oleh Rafka


" Gampang, gak ada sniper ya gak ada misi " ucap Rafka membuat Lucas berdecak, gimana dia gak kesel Rafka minta sniper mematikan yang ia punya bahkan buat mendapatkannya Lucas butuh waktu yang sangat lama


DSR-Precision – DSR 50 Sniper Rifle


DSR 50 adalah senjata jenis bidik presisi alias sniper, meskipun demikian kerusakan yang dihasilkannya bahkan lebih greget dari machine gun sekalipun.


" Udah kasih ajah, lo bisa nunggu lagi buat yang baru " sahut Arif membuat Lucas menghela nafas


" Oke deal " putus Lucas membuat Rafka tersenyum kemenangan


Selamat datang senjata penjemput kematian;


___


Sedangkan Farensca langsung menghampiri Dewi dan mengobrol sebentar bersamanya


" Kamu kalo ada masalah cerita sama Tante ren, tadi mamah kamu telfon nanyain kamu ada di sini apa gak " ucap Dewi


Gadis itu menghela nafasnya, dia jadi teringat lagi kejadian yang membuat hatinya berdenyut " aku mau nginep di sini boleh? " Tanya Farensca


" Boleh dong, kapan pun rumah ini selalu terbuka buat kamu " wanita itu mengelus sayang Surai gadis dihadapannya


" Jadi mau cerita sama Tante? "


" Papah bawa selingkuhannya sama anaknya Tante " jawab Farensca lirih, dia tidak bisa melanjutkan ucapannya itu terlalu sakit apalagi mengingat perbuatan ayahnya yang tak pernah baik padanya, dan melihat miris papahnya bersama anak perempuannya


Dewi menarik keponakannya dalam dekapannya, dia tahu penderitaan gadis ini dia juga tahu perbuatan bejat Kaka iparnya, dia ingin sekali membantu tapi dia bisa apa ini urusan rumah tangga Kaka iparnya jadi dia tidak bisa berbuat banyak


" Ke,, kenapa sih tan hidup aku sekejam ini, hiks "


" Bahkan,,, aku gak pernah ngerasain gimana rasanya di sayang sama papah,, " ucap Farensca dengan tangisnya


" Kamu masih ada Tante, om, ada Abang kamu jadi jangan sedih oke "


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memerhatikan mereka, hati orang itu tersentuh dengan penuturan Farensca bahkan dia merasa bersalah karena sudah berbicara yang membuat gadis itu sakit hati


___


Farensca memasuki kamarnya yang berada di rumah Lucas, rasanya tenang sekali jika berada disini bahkan kamar ini sudah di buat senyaman mungkin untuk dirinya


Gadis itu berjalan menuju lemarinya dan mengambil handphone lamanya yang ia taruh di laci lemari itu, untungnya handphone itu masih bagus dan bisa ia gunakan, gadis itu lalu mengaktifkan handphone berlogo apel groak itu dan mengaktifkan kembali kartunya


Setelah aktif dirinya segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, hanya butuh waktu 10 menit untuk dirinya membersihkan badan, gadis itu mengambil handphone nya dan ada beberapa notif dari aplikasi WhatsApp


Rafkabuldog


Ping


Farensca mengerutkan keningnya saat melihat pesan dari Rafka, pria itu masih menyimpan nomor lamanya bahkan Farensca ingat sekali dia ganti handphone Maupun kartu karena tidak mau di ganggu oleh laki laki itu dan kini dia pastikan hidupnya tidak akan tenang


^^^Anda^^^


^^^Ini nih cucunya Fir'aun^^^


Rafkabuldog


Why?, Gue cucunya Raditya Aslan kalo loh lupa


^^^Anda^^^


^^^Rasulullah mengajarkan untuk mengucapkan salam bukan ping^^^


Rafkabuldog


Yaudah ulang Assalamualaikum ukhti


^^^Anda^^^


^^^Waalaikumssalam kirdun ^^^


Rafkabuldog


Huftt orang ganteng di katain monyet 😪


Farensca bergidik ngeri melihat balasan pria itu


^^^Anda^^^


^^^Cepet mau ngapain lo gak usah banyak bacot!^^^


Rafkabuldog


Monmaap mba situ yang bacot ya


^^^Anda^^^


^^^Cepet gua blok nih ^^^


Rafkabuldog


Emm, sebagai permintaan maaf gue, malem ini loh harus keluar sama gue, nanti gue jemput 20 menit lagi!


Gak ada penolakan!


Mata gadis itu melotot melihat balasan pria itu, ini mah bukan minta maaf namanya pemaksaan Sudirman, ah sudahlah Farensca lelah mending dia bermakna manja dengan kasurnya


Rafka tersenyum senang melihat pesanya, setelah selesai mengirim pesan ke Farensca pria itu langsung bangkit dari rebahanya dan mengambil motor dan juga jaketnya untuk menjemput gadis itu


Tidak tahu ajah Farensca bahwa dirinya banyak memiliki mata mata jadi dia bisa langsung mengirim pesan kepada gadis itu


" Mau kemana kamu Rafka " tanya Ara- mamahnya yang sedang berada di ruang keluarga bersama keluarganya yang lain


" Malem mingguan dong " sahut Rafka dengan bangganya


" Ini malam Senin bodoh! " Seru Evrian, membuat Rafka misuh misuh


" Emang lo punya cwek " tanya Vanya


" Punya dong emang lo doang yang bisa jalan sama si om duda "


Puk


Vanya dengan kesal melemparkan bantal sofa yang ia peluk tepat mengenai wajah pria itu


" Berarti cwek Abang janda " tanya adiknya dengan polos, Rafka langsung mendatarkan wajahnya


" Enak ajah, mana ada "


" Emang ada ya bang cwek yang mau sama Abang, Miky ajah gak mau " kata Ara- adiknya


Tertohok mode on


Sudahlah gila lama lama Rafka bergaul dengan mereka, pria itu langsung berjalan ke arah para orang tua untuk meminta restu pada mereka anjay alay bener si Rafka mending mau mah si Farensca


" Rafka pamit ya mah, pah, omah, opah, tante tante, om om " ujarnya sambil menyalami tangan mereka, sebenarnya pria itu paling malas seperti ini, alasannya capek keluarganya banyak


" Mau malem senenan di mana lo " tanya Zeo, Rafka hanya menatap pria di hadapannya dengan jengah saat laki laki itu bergelayut manja dengan sang istri, masalahnya dia kan juga mau!


Rafka : Thor kapan sih aing kawin


Author: nikah dulu blegug


Rafka: oh maaf Thor typo di sengaja


" MAU DI HOTEL " teriak Rafka sambil berlari dari hadapan keluarganya takut takut takut di bogem kan


" RAFKA AWAS AJAH KAMU YA " teriak mamahnya membuat pria itu cekikikan


Rafka mengetuk ketukan jarinya di dagu melihat rembetan motor yang terparkir rapih di garasi rumahnya, dia bingung malam ini harus memakai yang mana


" Apa gue pake mobil aja ya " gumamnya, dan pada akhirnya pria itu memilih untuk memakai motor BMW HP4 Race Standard, yang kata papahnya harganya lebih mahal dari mobilnya, jelas motor ini bisa sampai 3 miliar


Dalam waktu 20 menit pria itu sampai di depan rumah Lucas, karena tahu Farensca berada di sini, Rafka langsung melepas helmnya dan sedikit merapihkan rambutnya agar terlihat lebih mempesona serasa siap pria itu langsung menuju pintu utama dan memencet bel rumah tersebut, tapi tidak ada yang membukakannya


Rafka merogoh saku jaketnya dan mengambil handphone nya di sana


" Apaan sih ganggu "


" Gue udah ada di depan rumah Lucas, cepet keluar "


Tut


Farensca- gadis itu menghela nafasnya gagal lagi tidur nyenyak ya kalo ini karena kedatangan jin tak di undang, dengan malas gadis itu mencepol rambutnya dan memakai cardiganya untuk turun ke bawah


Farensca menatap datar pria di hadapannya saat mata pria itu tak berpaling menatapnya


" Mau kemana sih lo ganggu ajah " kesalnya


Rafka mendekat ke arah Farensca, membuat gadis itu membulatkan matanya, tatapan Rafka tidak lepas dari wajah Farensca


" Rafka lo mau ngapain " tanya Farensca panik, tapi pria itu tetap mendekatinya sampai badannya menubruk tembok di belakangnya


Farensca memejamkan matanya saat deru nafas pria itu mulai menyerpa wajahnya, kenapa dia tidak bisa berbuat apa apa saat ini badannya terasa terkunci


Rafka mulai mendekatkan wajahnya ke arah wajah Farensca bahkan kini jarak antara mereka hanya sekitar 2 senti, tangan kanannya di gunakan untuk mengusap pipi Farensca, dan tangan sebelah kirinya dia gunakan untuk meraih kepala gadis itu dan melepas jepit rambut yang di kenakan Farensca dan membisikkan sesuatu yang membuat gadis itu meremang


" Leher lo minta gue jengukin "


" Lo kira gue mau Cium Lo ya "


Farensca langsung tersadar dan dengan segera mendorong kencang Rafka


" Lo apa apaan sih mau mesumin gue ya " sarkasnya membuat Rafka terkekeh


" Lagian lo kalo keluar rambutnya jangan di Cepol, mau jadi tontonan orang banyak, mau di puji " ucap Rafka membuat Farensca melotot


" Biasanya juga gua gitu! Kenapa lo yang sewot! " Seru Farensca


" Sekarang gak boleh, karena lagi sama gue " sahut Rafka


" Eh selamanya gak boleh deh, karena gue kan sama sama lo terus " lanjut pria itu dan entah mengapa membuat pipinya memanas anjer gak bener nih batinnya


Farensca berpikir bahwa pria itu sudah salah minum obat atau mungkin kepalanya telah terbentur makanya jadi aneh seperti itu