
Kini suara riuh dari sorakan murid SMA Altarik yang berasal dari lapangan basket yang sedang menyajikan perlombaan basket, dan dua orang itu perkenalan escool dan sudah kewajiban setiap escool untuk menampilkannya, kalo di tanya mengapa baru ada pengenalan escool padahal kelas meeting sudah lewat jawabnya karena mereka menunggu kepala sekolah ikut andil untuk melihatnya, mungkin menurut mereka ini hal biasa tapi lain dengan gadis kuncir kuda dengan bola basket di tangannya, karena ini sebuah pertandingan dia dan orang yang di depannya jadi dia tidak boleh kalah kali ini
Farensca melemparkan koin emas itu ke udara lalu menangkapnya, jika hasilnya uang maka regu Farensca yang memulai tapi jika hasilnya bunga maka regu Rafka lah yang memulai, Farensca membuka tangannya dan tersenyum puas saat keberuntungan berpihak padanya
" Ingat perjanjian kita kalo gue yang menang, mundur jadi captain basket dan ketua pemanah tapi kalo loh yang menang, I want to follow you " bisik Farensca pada pria di hadapannya, licik memang tapi itulah Farensca gadis itu fikir kali ini keberuntungan berpihak padanya
" Of course "
Mereka mulai men- dribbling bola, permainan bola basket ini ada 4 tahap dan setiap tahapnya mempunyai waktu 10 menit, dan taham pertama memang di cetak oleh Farensca tapi tahap ke 2 dan ke 3 di cetak oleh Rafka dan tahap terakhir ini untuk menentukan
Sialnya adalah saat Farensca sedang mem- pivot bola, gadis itu tak sengaja atau ada orang yang sengaja mengandungnya sehingga gadis itu kehilangan keseimbangan untungnya ada tangan besar yang menangkap tubuhnya dan malah terjatuh kedalam pelukannya
Farensca membuka matanya saat melihat siapa yang sudah menolongnya dan terpampang lah wajah menyebalkan Rafka, ya peria itu yang sudah menolongnya malah sekarang mereka berdua sedang menjadi tontonan dan ingatkan lagi ada guru guru maupun kepala sekolah disini
Cieeee
Uhuyyyy
Couple goals banget anjerr
Cantik Ama ganteng
Tolong Eneng baper
Begitulah pekikan dari mereka yang melihat adegan ini bahkan Farensca sudah menahan malu mati Matian kali ini bisa bisanya dia ceroboh bajingan sekali
" Heh loh mau gue peluk terus kaya gini " ujar Rafka yang sedang tersenyum jahil pada gadis yang sedang menutup wajahnya di dekapannya
Farensca tersadar dan langsung buru buru melepaskan diri dari Rafka dan berlaga jika tidak terjadi apa apa walaupun dia ingin sekali mengeksekusi pria di hadapannya kan jadinya badannya ternodai oleh Bebegig macam Rafka
" Oke pertandingan selesai, pemenangnya adalah regu Rafka " instruksi dari pembawa acara ini semakin membuat mood gadis itu semakin buruk, apa jadinya ia setelah ini ya tuhan Rafka tidak akan melupakan omonganya tadi ingin rasanya ia putar waktu dan mencabut omongannya
" Gue ingetin kata kata loh, I want to follow you " ujar Rafka tepat di telinga Farensca membuat sang empu bergidik ngeri
Farensca mendudukkan dirinya pada bangku koridor kelasnya, lelah dirinya habis menjadi babu Rafka emang kurang ngajar setelah kejadian di lapangan tadi gadis itu langsung di suruh membeli minuman, membeli makanan membawakan tasnya, ingin rasanya dia menenggelamkan Rafka ke sungai Amazon salahnya sendiri sih yang berbicara tanpa berpikir dan berakhir sengsara seperti ini, oh tuhan kirimkan malaikat yang baik hati
" Nih minum " ucap seseorang membuat Farensca membuyarkan lamunannya, gadis itu mendongak melihat siapa orang yang menyodorkan minuman padanya
Senyum Farensca langsung terbit, akhirnya do'a nya terkabul " makasih lan " gadis itu menerima teh pucuk yang di berikan alam dan meminumnya hingga tandas memang dari tadi dia belum sempat mengguyur tenggorokannya
" Haus ya ren, Ampe langsung abis " pria itu terkekeh melihat gadis di sampingnya
" Hehehe iya lan, belum minum dari selesai main basket "
" Ren, pulang Ama siapa " tanya Alan, pria itu berniat untuk mengajak Farensca pulang
" Sama gua " no! Bukan Farensca yang menjawab tapi makhluk jadi jadian entah sejak kapan berada di belakangnya kurang ajar emang
" Dih siapa loh ? " Ucap Farensca sinis udah kepalang kesel Ama makhluk ini
" Farensca pulang sama gue " Rafka langsung menarik tangan Farensca sampai gadis itu hampir tersandung karena gerakan tiba tiba dari Rafka
" Apaan si Rafka lepas gak! " Ucap Farensca sambil terus melepaskan tangannya, setelah jauh dari jangkauan Alan baru Rafka melepaskannya
" Loh tuh apa apaan sih, siapa loh ngelarang gue " ucap gadis itu menggebu gebu
" Nyemenyemenye " olok Rafka yang bikin Farensca pengen ngegaruk mukanya
" Dih gak lucu bego, gua mau balik sama Alan " seru Farensca
" Dih ya perjanjian, loh ingetkan gak mungkin lupa kan "
" Ini gak ada hubungannya Malih udah sanah pergi loh jauh dari gue " gadis itu sudah menghempas hempaskan tubuh Rafka agar menjauh darinya
" Eits gak bisa, loh harus pulang bareng gue titik gak pake koma gak pake tanda kutip " ucap Rafka tak terbantahkan, apa ini lagi belum sehari ajah udah sok ngatur ngatur padahal kan dia pengen banget pulang bareng Alan pangeran yang di kirim tuhan tadi, emang Rafka adalah setanya yang sudah mengganggunya, ya tuhan tolong hilangkan setan di hadapannya
" GAK MAU RAFKA !"
" HARUS MAU "
" GAK!"
"MAU "
"MAU "
"GAK "
"GAK "
"MAU "
" Okeh fiks nanti pulang bareng gue ya judes bay " ucap Rafka dan melenggang meninggalkan Farensca yang terbengong bengong, gadis itu memegang mulutnya yang bodohnya keceplosan, bukan keceplosan tapi emang manusia minim akhlak itu yang licik ah sudahlah lelah hati ini memikirkan manusia itu mending sekarang dirinya ke kantin untuk mengisi perutnya, urusan Rafka gampang tinggal tinju ajah nanti biar kapok
Kini rumah Rafka sedang rusuh karena kedatangan 5 cecunguk yang sedang berkunjung sehabis Maghrib, ralat tapi merusuh di rumah sultan untung ajah rumahnya gede jadi gak umpek umpekan di dalem karena warganya banyak, Rafka memang menyediakan ruangan khusus di rumahnya untuk di jadikan basecamp oleh mereka, dan lagi pula basecamp mereka yang kebakaran baru setengah ke renov jadi terpaksa harus mengungsi di rumahnya
" Miky oh Miky Udah besar mau jadi apa " Ucap saga sang calon Daddy nya Miky wkwkwk sambil menimang nimang si Miky
" Kingkong " tentu bukan Miky yang menjawab tapi makhluk halus yang berada di sampingnya yaitu Mario si yang tak pernah akur dengan saga
" Saga oh saga udah besar mau jadi apa " lanjut pria itu lagi mengikuti lirik yang di nyanyikan oleh saga
" Sun go Kong " samber Vito yang berada di samping Rafka dan Devon yang sedang asik Mabar
" Anj- " seru saga dan sesegera mungkin menggeplak kepala Vito memakai kencringan Miky yang di beli Ara di pasar malem
Mario- pria itu sudah tertawa terbahak bahak membayangkan bagaimana bentuk saga jika menjadi monyet jadi jadian " Sumpah sih judulnya Saga si monyet sakti " ucapnya
" Bacot sialan "
UuAaaUuuAaa
Monyet kecil itu mulai merangkak mendekati Rafka yang sedang asik dengan gamenya " diem Miky anj- " seru Rafka saat anak monyet itu mulai menarik nariknya
" Miky monyet kalo Lu lupa " sahut Ervan yang sedang sibuk dengan kacang kulit di genggamannya
" Diem gua sambit nih ya " pria itu langsung mengambil gesper nya yang ia taro di atas meja untuk menakuti monyet sialan itu, hal yang paling di benci olehnya karena jika ada Miky hidupnya tidak tenang selalu di ganggu oleh monyet betina itu tahu Bae emang yang ganteng!
" BANG RAFKA GAK BOLEH KASAR AMA PONAKAN "pekik gadis ber piyama hello Kitty itu sambil membawa susu untuk Miky
" Bang Rafka nih harus jadi uncle yang baik " lanjut Ara ya memang si mommy nya Miky, sedangkan Rafka hanya mendengus
" Om saga juga! Katanya mau jadi Daddy nya Miky, bukanya di jagain nanti di jahatin sama om nya "
" Iya Ra maaf " bagaimanapun ini adalah perjuangan seorang Sagara untuk mendapatkan hati sang Dede emesh, jadilah dia harus meluluhkan hati Miky terlebih dahulu
"HAY, RAME BANGET " ucap gadis dengan kuncir kudanya dan jangan lupakan apa yang gadis itu bawa membuat saga, Mario maupun Ervan memekik
" Anjerr kenapa rumah Luh kaya kebun binatang si bos " mario- pria itu sudah melindungi dirinya di belakang tubuh Rafka
" Bused dah, gue gak mau mati muda ya Allah " lanjut saga
" Hed lebay loh pada dia udah jinak " sahut Rafka, bagaimana mereka tidak kaget bahwa yang dibawa Arin, ya gadis yang menyapa mereka adalah Arin, tapi yang menjadi masalahnya yang di bawa oleh gadis itu
Dia Tiger, harimau Sumatera yang di pelihara keluarganya dari harimau itu kecil memang aneh! Tapi ya itulah hobby pria di rumahnya bahkan yang di bilang Mario, dari mulai kucing, ikan, burung, monyet ada di rumah jadi tidak salah seperti kebun binatang
Menakutkan sekali tampang Tiger bahkan lebih sangar dari wajah cekgu besar , memang Rafka bilang si Tiger masih remaja, tapi kalo dia udah ngab bisa di ngeb kita
" Ngapain loh bawa sini si tiger Arin " tanya Rafka, gadis itu sudah mendekati Rafka sambil membawa Tiger, sedangkan teman temannya sudah misuh misuh menjauh
" Dia bosen bang di kandang Mulu " jawab gadis itu dan mendudukkan Tiger di sampingnya, harimau itu sudah sangat jinak terhadap majikannya bahkan kakeknya membuat kandang yang luas untuk Tiger agar harimau itu tidak bosan
" Om saga " panggil Ara sambil memangku Miky
" Ya Ra " saga paling gercep kalo masalah Ara pria itu langsung mendekati gadis itu
" Katanya om sayang sama Ara mau dapetin hati Ara " ucap gadis itu, yang lainnya hanya mendengarkan saja
" Iya dong "
" Yaudah kalo gitu om ambil hatinya Miky, sama Tiger dulu baru Ara terima " jelas gadis itu membuat saga menegang, dia di suruh menaklukkan Tiger Rafka bilang Tiger sudah jinak pada majikannya, tapi tolong di perjelas MAJIKAN sedangkan dirinya bukan bisa mati muda ia, sungguh berat cobaan mu ya Allah
" Hahahaha " tawa lainnya pecah saat melihat ekspresi mengenaskan Sagara