
Terlihat ada 6 motor yang memasuki gedung Altarik high school, siapa lagi kalo bukan gerombolan most wanted di sekolah ini, semenjak motor Rafka di kembalikan dirinya memutuskan untuk menggunakan motornya kembali, bahkan banyak sekali kaum hawa yang memuji mereka, tidak dengan tiga gadis yang baru saja memasuki gerbang sekolah dan melihat pemandangan memuakkan itu
Ketiga gadis itu terkejut saat melihat salah satu sahabat mereka turun dari motor Altarik, bahkan gadis itu kini sudah berlari kecil menghampiri sahabat sahabatnya
" Cieee berangkat bareng Devon " goda Lula, memang yang turun dari motor Devon itu adalah Kayana
Kayana hanya menunduk sungguh malu dirinya apalagi berangkat bareng dengan ke 6 most wanted itu, sebenarnya dia sudah menolak ajakan Devon, tapi tetap saja namanya Devon tidak pernah bisa di bantah
" Eh akang akang, eneng eneng dengerin babang saga mau pantun " seru Saga ke lima temannya hanya mencibir sedari malem saga tidak hentinya berpantun di grup Altarik, katanya baru belajar dari pak RT di rumahnya
" Lanjutan Ibnu " sahut Mario
" Anak ayam ada lima "
" CAKEP "
" Mati satu tinggal 4 "
" CAKEP "
" siapa lo ngajak bercanda, emang kita kenal " tunjuk saga pada Mario membuat pria itu mengucap sumpah serapah pada saga, sedangkan yang lainnya hanya tertawa ngakak
" Eh neng Maya " ujar Mario melihat adik kelasnya- Maya yang lewat di samping mereka
" Yah mulai " sahut Ervan, pasti nih akan timbul ucapan dugong dari mulut Mario
" Neng Maya punya rahasia ya " tanya Mario membuat gadis berambut sepinggang itu menggeleng
" Rahasia kenapa bisa cantik terus " lanjut Mario membuat teman-temannya memekik
" Cekek gua tolong " kata saga
" Ayy mulut mu bang minta di desel " kata Ervan
" Dasar buaya buntung, kampret sialan kemaren ajah baik banget manis banget sekarang malah godain cwek lagi " kesal Lula melihat kelakuan Mario yang minta di tendang
" Keceplosan kayaknya mah " kata Kayana membuat Lula menutup mulutnya
" Mau bae lo sama cwok modelan Mario, kaya gak ada yang lain ajah " sahut Farensca, kayana yang tahu langsung menyenggol lengan gadis itu
" Emang Farensca congornya " sahut Manda menarik bibir Farensca yang langsung di tepis oleh gadis itu
" HEH GILANG " teriak saga saat melihat Gilang yang baru saja memasuki gerbang sekolah dengan motor Scoopy nya
Gilang yang di panggil hanya menatap saga horor mengapa bertemunya saga lagi
" Siapa ya emang kita kenal " jawabnya
Pftttt bahkan sebagian sudah tertawa melihat raut wajah Gilang
" Lo kenapa masih pake si inem lang, mobil baru Lo kemana " tanya saga lagi
" Takut di klaim sama lo bang "
Badebah sekali Gilang su Gilang !
" Yaudah yuk ke kelas " ajak kayana yang langsung di angguki oleh ke tiga sahabatnya
Tapi saat melewati lapangan Bella sudah memasang kakinya ke depan, agar Farensca tersandung dan di tertawakan siswa siswi SMA Altarik
Tapi sayang Farensca bukan orang bodoh yang tak tahu akal busuk Bella, apalagi sejak kejadian di kantin Bella gencar sekali mencari ribut dengannya
Tepat saat bela memasang kakinya Farensca langsung meloncati kaki Bella, bahkan dengan segera gadis itu menendang kaki Bella membuatnya jatuh tersungkur ke aspal karena kencangnya tendangan Farensca, membuat semua penjuru sekola menertawakan Bella
Begitu juga dengan anggota Altarik yang menatap cengo ke arah Farensca dan sekian detik kemudian mereka langsung tertawa
BwahaHahahaha
Ngakak anj**
Azab instan
Farensca menatap sinis pada Bella " Kalo LEMAH jangan sok KUAT BICTH " sambil mengangkat jari tengahnya tepat di wajah bela membuat penjuru sekolah menyorakinya
Farensca di lawan, bahkan iblis juga takut dengannya!
___
" Lo udah soal yang ke berapa "
" Kepo! "
" Judes banget "
Mereka Rafka dan Farensca, saat pelajaran ke dua mereka di suruh mengerjakan soal soal kisi kisi olimpiade yang akan mereka lakukan dua hari lagi dan di suruh mengerjakannya berdua di perpustakaan, karena yang di berikan ada 120 soal mereka membagi du jadi mengerjakan soalnya 60
Farensca sebenarnya sedang ke bingungan dengan dua soal terakhirnya dia lupa dengan rumus yang ada di soal ini, sedangkan Rafka pria itu sudah selesai dan sedang asik bermain handphone, dia ingin bertanya pada Rafka tapi gengsinya besar dia masih kesal dengan perkara tadi malem bahkan dia juga mendiamkan Lucas tadi pagi
" Kenapa ada yang gak bisa " tanya Rafka yang sedari tadi melihat gadis itu mengetuk ketukan pulpen ke kepalanya
" Gak " jawabnya ketus
Rafka melirik pada lembar soal gadis itu ada dua soal yang belum dia selesaikan
" Sini gue bantu, gak usah gengsi " ucapnya lalu menarik lembar kertas itu
Tapi yang namanya Farensca ya tetap dengan pendiriannya gengsi!
" Gak usah gue bisa " ucapnya sambil menarik lagi lembar kertasnya
" Udah gue bantuin "
" Gak usah Rafka "
" Gue tahu lo lupa rumusnya "
" Gak usah sok tahu! "
" Udah sini gak "
" Gak Rafka dugong "
" Sini Farensca "
Sedangkan ibu penjaga perpus menatap mereka jengah, ini kenapa malah pada tarik tarikan sih
" Yaudah nih " kesal Farensca menghentakkan lembaran itu kepada Rafka
" Oh ini rumus peluang kejadian majemuk "
Gadis itu mendekat ke arah Rafka dan memerhatikan pria itu menuliskan rumusnya dan mengajarinya
Jika peluang Andi dapat menyelesaikan suatu soal adalah 0,4 dan peluang Budi dapat menyelesaikan soal yang sama adalah 0,3 maka peluang mereka berdua dapat menyelesaikan soal tersebut adalah ...
Rumus : P (A ∩ B) \= P (A) X P (B)
Jawab:
P(A) \= 0,4
P(B) \= 0,3
Peluang Andi dan Budi dapat menyelesaikan soal:
Dua Kejadian Bersyarat
Jika kejadian A dan B tidak saling bebas, kejadian B dipengaruhi oleh kejadian A atau kejadian B dengan syarat A, dirumuskan:
Farensca mengangguk anggukan kepalanya saat otaknya sudah sampai apa yang di ajarkan oleh Rafka, dan kini malah Rafka yang menatap lekat gadis di sampingnya kalo di pikir pikir Farensca cantik juga cuman sayangnya dia judes ngeselin
" Oke gue ngerti " ucapnya
" Gak bilang makasih gitu udah gue ajarin "
" Makasih! "
" Orang mah tawarin kek mau ke kantin bareng gak Rafka "gumamnya
" Heh Gilang, Di cariin Ami tuh " seru Mario saat melihat gilang yang berjalan ke meja Altarik di Bi Kokom
" Gak mau ah bang " jawabnya lesu
" Lah kenapa lo "
" Dia gangguin gue Mulu "
" Bukan gangguin bego, dia itu suka sama lo! " Serca Mario, lagi mau mauan Ami sama modelan bocah kaya Gilang
" Lagi si Ami mau ajah sama lu Lang "
" Dih ngaca bang! Ka Lula juga mau ajah sama cowok kaya lo " balas Gilang nyolot
Mario tertohok mode on
" Eh gue mau makan berdua sama Manda ya " ucap Ervan, pria itu menghampiri kekasihnya yang mejanya tak jauh dari mereka
" Ih bucin iyu " sahut Saga yang mendapat toyoran dari Ervan
Farensca, Kayana dan Lula juga menatap jengah pada Manda dan Ervan yang memilih makan berdua, mata Farensca berbinar saat melihat ada Gilang
" Gilang sini Lang " panggil Farensca membuat pria itu menghampirinya
Gilang duduk di antara tiga gadis itu " kenapa ka "
" Eh gue punya monopoli kita main yuk " ajak Farensca, dia sangat senang dengan Gilang apalagi dengan sifat polosnya
" Dih najis mainannya monopoli " cletuk Rafka dari arah mejanya
" IRI BILANG BANG***T " Balas Farensca
" Lang lo tuh imut banget sih " ucap Lula sambil memainkan pipi Gilang
" Lo mau gak sama gue Lang " tanya Lula membuat pria itu menggeleng
" Kenapa emangnya Lang Lula cantik tajir lagi " sahut Kayana
" Maaf ka gue gak suka Ama yang tua " jawab Gilang, Lula langsung mendatarkan wajahnya
" Hahaha di bilang tua kan lo " teriak saga
" Diem anak konda " balas Lula tak kalah kenceng
" Ami ajah di tolak apalagi lu la " ucap Mario
" Mending lu sama gue aja " lanjutnya
" Dih ogah sama playboy kaya lo! "
" Tapi kalo di gombalin pipinya merah " cletuk Mario membuat Lula menggeram
Mario kampret!
" BI KOKOM MAU GAK JADI IBU TIRINYA MARIO " teriak saga tak tahu malu
" Anj- Ibnu gua bunuh lo "
" BIBI KAN JANDA BI " teriaknya lagi, emang si saga mah kah tahu malu
" Sia teh naon wae saga " jawab bi kokom malu malu
" Ih anjerr baper loh bi Kokom " ucap Vito
" Emang goblok nih anak " sahut Mario sudah hampir memukul kepala saga
" Eits tidak boleh bermain kasar "
Mario mengundurkan tangannya lalu mengusap dadanya sabar, tapi tidak sampai situ pria itu langsung mengganti minuman saga dengan botol sambal saat pria itu lengah di depannya
" ANJ- MARIO PEDES GOBLOK " teriak saga saat meminum botol itu lidahnya terasa terbakar saat ini, yang lainnya langsung menarik minuman mereka agar tidak bisa di ambil pria itu
Emang bangsat Lo pada!
" Gue punya misi " ucap Rafka membuat yang lainnya menetralkan tawa mereka dan juga saga yang sudah meminum habis minumannya
" Misi apalagi bos? " Yang Mario
" Loh masih inget Lucas? " Tanya Rafka, yang lainnya mengangguk lagi pula siapa yang tidak kenal dengan Lucas?
" Dia ngasih misi ke gue buat bantai musuhnya " ujar Rafka santai
" Gila misi apa kali ini " tanya Vito
" Gak bisa di omongin di sini Jamaludin " jawab Mario
" Oh oghei"
" Berarti kita main bantai bantai lagi " tanya Mario dengan mata berbinar, Rafka mengangguk untuk menjawab pria itu
" Gue suka nih Ama yang kaya gini "
" Tapi gue gak suka pas nyelidikin musuhnya " lanjutnya lagi
" Tenang gue udah punya titik terang, kita tinggal cari tahu dan ngebom tempatnya " ucap Rafka dengan senyum smirk-nya
Tepat pada jam pelajaran terakhir selesai penghuni SMA Altarik berbondong bondong untuk pulang ke rumah mereka dengan tas ransel yang mereka gendong termasuk anggota Altarik yang sudah menghampiri motor mereka, Farensca, kayana, Amanda, dan Lula juga berjalan beriringan ke parkiran sekolah untuk mengambil mobil mereka
" EDO " teriak Lula
Pria yang di panggil Edo itu membalikkan badannya dan menatap Lula " kenapa la? " Edo adalah ketua futsal di sekolahnya
" Do garukin punggung gue dong gatel " ucapnya sedikit berteriak agar terdengar sampai Anggota Altarik dirinya sengaja memanas manasi Mario yang sudah menatap tajam ke arahnya, sedangkan teman temannya menatap cengo ke arah gadis itu gak salah kan garukin punggung?
* Lo serius la " tanya Edo
" Serius lah buruan ih "
Baru saja tangan Edo ingin menyentuh punggung gadis itu, Mario langsung datang dan menyentak tangan Edo
" Dih apa apaan sih lo " ketus Lula menatap tajam Mario
" Apa!, Ikut gue " ucapnya menarik tangan Lula menjauh dari mereka
" Kayanya temen bucin kita mau official lagi deh " cletetuk kayana yang di angguki oleh Farensca
Drtt drttt
Farensca merogoh handphone nya dan mengangkatnya saat tertera nama Bi Inah di sana
" Hallo bi "
"..."
" Hah! Mamah kecelakaan "
"..."
" Iya Bu Farensca pulang sekarang "
Tut
" Kenapa ren " tanya kayana yang juga ikutan panik
" Nyokap gue kecelakaan "
" Pulang bareng gue " ucap Rafka memberikan helmnya kepada Farensca
" Buruan, gak usah banyak mikir " lanjutnya lagi, Farensca segera mengambil helm itu dan memakainya, biarkan lah dia berdamai dulu dengan Rafka kali ini