The Only Love

The Only Love
Jadian gak nih



Seorang pria dan juga wanita tengah merencanakan sesuatu untuk membalaskan dendam mereka entah apa yang akan mereka perbuat selanjutnya yang penting mereka sudah melangkah maju sedikit demi sedikit untuk menghancurkan kehidupan orang yang mereka benci


" Lo inget dengan rencana awal kita " tanya perempuan dengan rambut sepinggangnya dan juga tahi lalat yang berada di bibir kiri perempuan itu menambahkan kesan manis di sana


Pria itu lantas mengangguk " gue inget, dan kita dikit demi dikit telah mengecoh kan semuanya " jawab pria dengan alis yang terbelah di bagian kanannya


" Hahaha gue seneng akhirnya dendam gue bakal terbalaskan " kata perempuan itu dengan tawanya saat memutar memorinya tentang dia yang sudah menggoyahkan masalah masalah yang ada dalam musuhnya sedikit demi sedikit musuhnya akan terjebak dalam perangkapnya


Wanita itu membayangkan bagaimana dia menghancurkan keluarganya sampai menyebabkan ayah dan juga adiknya mati, dia tidak akan bisa tinggal diam karena dengan tanpa sengaja mereka telah membunuh orang yang ia sayangi


" Tapi Lo harus ingat satu hal " ucap pria itu dari balik maskernya bahkan dandanannya saat ini akan sulit untuk orang mengenali identitasnya


" Jangan pernah Lo sakitin dia " lanjutnya, dia tidak akan terima jika gadis yang dia sayang harus terluka apalagi di permainannya sendiri itu tidak akan mungkin terjadi


" Kenapa Lo jadi belain dia " tanya wanita itu


" Gak penting! Sampe Lo nyakitin dia jangan harap hidup Lo aman paham! " Ancam pria itu


" Oke!, Lalu bagaimana dengan rencana lo " tanya wanita itu membuat pria di hadapannya tersenyum iblis dari dalam maskernya


" Gue mau dia ngerasain apa yang gue rasain, gue mau salah satu dari mereka mati di tangan gue kalo perlu dia juga harus mati di tangan gue " jawab pria itu sambil menyesap rokok yang berada di tangannya


" Lalu identitas Lo " tanya wanita itu lagi


" Belum ada yang tahu tentang identitas gue, dan gue pengenya mereka tahu dengan sendirinya "


Pria itu membayangkan bagaimana menderitanya gadisnya dulu hanya karena mengemis belas kasih dari bajingan yang tak tahu diri itu apalagi dia melihat dengan mata kepalanya sendiri saat gadisnya melenyapkan diri


" Karena nyawa harus di bayar dengan nyawa! "


___


" Van " panggil Ilham pada gadis yang berada di sampingnya, mereka sedang berada di taman komplek sambil menunggu Shena yang sedang bermain


" Ya " jawab Vanya mata gadis itu tak henti henti memperhatikan gadis kecil yang sangat aktif bermain itu


" Saya mau ngomong serius sama kamu " ucap Ilham, bahkan tangan pria itu sudah memegang tangan Vanya


" Ngomong aja mas, biasanya juga langsung ngomong " bukanya berbicara Ilham malah bergerak gusar dia bingung harus memulai pembicaraan dari mana


" Kamu mau menikah dengan saya "


Uhuk


Uhuk


satu ucapan Ilham membuat Vanya tersedak minumannya sendiri, ini dia tak salah dengar kan Ilham dengan tidak langsung lagi melamarnya


Vanya merubah posisinya menghadap pria yang sudah kembali mendatarkan wajahnya


" Kamu ngomong apa mas "tanya Vanya


" Saya tahu pasti kamu denger " jawab Ilham pria itu sudah menahan malu dengan ucapannya tadi


" Kalo ngomong tuh yang jelas mas! " Kesal Vanya, dia jadi kesal kan Ilham itu gengsinya terlalu tinggi sampai hal seperti ini saja dia masih tetap mempertahankan gengsinya


Ilham membalikan tubuhnya menghadap Vanya yang sudah membuang mukanya, dengan pasti pria itu memegang ke dua tangan Vanya


" Saya mau kamu jadi istri saya Vanya.


Saya gak tahu apa saya bisa membahagiakan kamu atau tidak nantinya tapi saya akan berusaha menjadi lebih baik bersama kamu nanti, saya juga gak bisa kasih janji apa apa untuk kamu karena saya tahu janji itu bisa saja terlanggar nantinya, tapi saya akan berusaha menjadi suami yang baik buat kamu, saya gak akan pernah bosan buat bisa mencintai kamu " jelas Ilham, bukanya terharu Vanya malah terkekeh mendengar penuturan Ilham sungguh Ilham itu type yang tidak pantas berbicara seperti itu apalagi membicarakan hal cinta


" Kamu ko malah ketawa " tanya Ilham kesal


" Kamu tuh gak cocok ngomongin kaya gitu tahu gak " jawab Vanya dengan tawanya


Pria itu berdecak mendengar jawaban gadis di sampingnya " ngerusak suasana "


Vanya lantas meredakan tawanya melihat wajah Ilham sudah tidak bersahabat " apa yang kamu lihat dari aku " tanya Vanya


" Cinta gak butuh alasan kan " jawab Ilham singkat membuat gadis itu tersenyum


" Emang kamu mau nunggu sampai aku lulus sekolah " tanya Vanya lagi


" Why not, lagian kamu lulus sebentar lagi jadi saya bisa langsung nikahin kamu "


" Dih emang aku udah jawab mau apa nggak ya " goda Vanya


" Jadi kamu gak mau nikah sama saya "


" Emm, gimana entar deh " gadis itu merubah posisi duduknya jadi menghadap taman kembali


" Yaudah iya! "


" Iya apa? "


" Iya saya mau "


" Seriusan " tanya Ilham dengan mata berbinar


" Iya Mas! " Ilham mengukirkan senyum manisnya saat mendapat jawaban gadis itu, sebendaharanya ingin sekali di berteriak kencang tapi dia tahan karena harus menjaga imejnya


Sedangkan di tempat lain, Farensca maupun Rafka sudah menutup mata mereka dengan kain hitam yang melilit di kedua matanya, dan bersiap untuk melepaskan anak panah mereka pada sasaran yang berada di sebrang mereka, bahkan mereka sudah menyiapkan aba aba dengan memegang busur panah mereka untuk segera mereka lepas


Puk


Puk


Puk


Puk


Pritt


Rafka dan Farensca menghentikan aksinya saat mendengar suara peluit yang sudah di tiup itu tandanya waktu mereka sudah habis, mereka juga langsung membuka penutup mata mereka


Mata bulat Farensca membola saat atensinya melihat ke arah anak panah yang ia lepas tadi karena tidak ada yang masuk dalam garis yang seharusnya


Sedangkan Rafka sudah bersorak senang mendapatkan anak panahnya yang melesat dengan sempurna


" Yuhuuu gue menang " pekiknya senang


" Lo pasti curangkan " tuduh Farensca menatap nyalang pada pria di sampingnya


" Mana ada! Gue juga gak liat kalo Lo lupa " balas Rafka


Dan dengan konyolnya pria itu tersenyum menggoda ke arah gadis yang sudah memasang mode galak di wajahnya


" Terima aja kekalahan Lo dan pada perjanjian yang pertama PACAR " ucap Rafka dengan menekan kata pacar di sana


" Gue gak mau jadi pacar Lo! " Tekan Farensca


" Yaudah tinggal gue umumin di sekolah aja kalo Lo takut sama gue "


" Rafka! Ko Lo nyebelin minta di bunuh " geram Farensca membuat pria di sampingnya tertawa


" Gue itu emang nyebelin tapi gue yakin nanti juga Lo ngangenin gue "


" PD banget! "


" Terserah lah, yang penting kita jadian nih " goda Rafka sambil menaik turunkan alisnya


" Gak mau! " sentak Farensca


" Gak boleh gitu sayang " balas Rafka dengan senyum khasnya


" Sayang sayang gundul mu "


" Gak papa yang penting sayang! "


" Gue Jambak nih ya " kesal Farensca yang sudah memegang rambut pria itu bersiap untuk menjambaknya, tapi lebih dulu Rafka menarik pinggang gadis itu membuat tubuh Farensca menempel pada tubuhnya


" Selamat datang Pacar " bisik Rafka tepat berada di kuping gadis itu membuat Farensca meremang merasakan hembusan nafas Rafka di lehernya bahkan jantungnya sudah berpacu dua kali lipat


" Selama jadi pacar gue harus nurut gak boleh bantah! " Lanjut pria itu lagi


Cup


Seketika badan Farensca menegang karena dengan sadarnya pria itu langsung mengecup pipinya mungkin sudah dia pastikan pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus


Setelah sadar apa yang terjadi Farensca langsung melepaskan diri dari Rafka dan pergi meninggalkan pria itu sambil menghentak hentakan kakinya, sedangkan Rafka terkekeh melihat kelakuan gadisnya, eh sejak kapan dia menyebut Farensca menjadi gadisnya?


Rafka mengacungkan jempolnya pada


orang suruhannya yang berada tak jauh darinya, orang itupun hanya mengangguk sopan menjawabnya, iya orang yang sudah membantunya agar Farensca tidak memenangkan panahan ini licik bukan?


Author : Aing mah minta pajak ah raf


Rafka : tenang Thor tar gue transfer 👍