The Only Love

The Only Love
kenyataan 1



" Udah jangan nangis lagi " ucap seorang pria sambil mengelus elus punggung Farensca


" Abang kenapa bisa di sini " tanya gadis itu sambil mendongakkan kepalanya menghadap sang Abang


" Abang langsung pulang pas denger kabar duka ini " jawab Lucas, pria itu memang Lucas dan yang memberitahukan kabar Naima meninggal adalah Arif jadi dia langsung terbang menggunakan jet pribadinya tidak peduli pada pekerjaannya padahal di situ dia sedang menemani Alexa ke mall dan dia meninggalkan perempuan itu


Kriuk kriuk kriuk


" Bunyi apa tuh " seru Mario memecahkan suasana, semua orang yang ada di sana langsung menatap datar pada orang yang menimbulkan suara itu


Saga hanya menyengir menatap orang orang yang menatapnya sumpah ya emang perut dia itu keroncongan dari tadi minta di isi " sorry " ucapnya


" Ah Lo mah bang gak bisa liat situasi " ujar Gilang membuat saga melotot dan menggeplak kepala pria itu


" Yang namanya laper tuh gak liat tempat Jamal " kesal saga


" Nama gue Gilang bang bukan Jamal " balas Gilang tak mau kalah


" Kenapa Lo gak makan kembang kuburan aja tadi " sahut Vito


Saga- pria itu menyipitkan matanya menatap nyalang pada Vito " maaf ya saya bukan Suzanna "


" Siapa yang bilang Abang Suzanna, Abang itu miripnya sama leak " sahut Gilang


" Bagus Lang, nih gue kasih coklat " ucap Vito sambil memberikan satu batang coklat pada Gilang membuat saga menelan ludahnya


" To kan gue yang laper kenapa Lo kasih anak serigala " tanya saga dengan tampang melasnya


" Mau ini bang tapi dah masuk mulut gue " kaya Gilang yang langsung memasukkan coklatnya ke dalam mulut bajingan sekali Gilang


" Eh Lo pada ribut aja sih bocah " seru Lucas menatap jengah pada segerombolan remaja di hadapannya


" Jangan panggil aku bocah pak tua! " Balas saga membuat yang lainnya tertawa melihat ekspresi Lucas


" Sumpah gue laper " seru saga lagi sambil mengelus perutnya


" Nih beli " Lucas melemparkan satu buah black card kepada saga yang langsung di tangkap pria itu


" Seriusan ini bang " tanya saga tak percaya sungguh sebuah mukjizat ini namanya


" Iya! " Jawab Lucas kesal


Sedangkan Rafka dirinya masih memikirkan wanita yang di bawa oleh Bima tadi di pemakaman dia sangat tidak asing dengan wajah wanita itu sepertinya dia kenal tapi dia juga lupa, wajah wanita itu tertutup kaca mata hitam dan selendang sih jadi dia tidak melihatnya dengan jelas apa mungkin dia,,, ah sudahlah Rafka pusing sendiri jadinya


" Yaudah Abang tinggal ke belakang dulu ya " ucap Lucas meninggalkan ruang tamu,


Sedangkan saga mengerutkan keningnya serasa ada yang tidak beres di sini


Lucas berjalan ke arah dapur untuk bertemu dengan bi Inah asisten rumah tangga tantenya


" HM bi " panggil Lucas membuat perempuan baya itu menengok


" Iya den " jawab bi Inah


" Boleh Lucas minta pisau yang di pake Tante Naima pas kejadian " pinta Lucas


" Boleh den, bibi juga sempet mau buang pisaunya tadi "


" Jangan bi, kasih ke saya aja itu sebagai barang bukti " Ucap Lucas, bi Inah langsung berjalan ke arah kresek hitam yang ia pakai membungkus pisau itu karena darah majikannya masih ada di sana


" Ini den "


" Makasih bi " Lucas- pria itu langsung mengambil handphone nya dan menelfon seseorang yang ia butuhkan sekarang untuk menindak lanjuti kasus ini, karena dia juga tidak percaya kalau Naima murni bunuh diri pasti ada oknum lain di sini, apalagi dia tahu sifat keras Naima seperti apa dia tidak mungkin dengan bodohnya mengakhiri hidupnya seperti ini


___


Farensca melangkahkan kakinya menuju kamar, gadis itu mendudukkan dirinya di kasur kesayangannya dan meraih sebuah kotak yang sedari tadi belum ia buka, rasanya menyesakkan sekali menatap kotak ini, tangan mungilnya membuka kotak tersebut dan menemukan satu buku diary dan juga ada beberapa foto dia juga melihat ada satu boneka Barbie di dalamnya, tangannya terulur mengambil boneka itu bahkan dia masih sangat mengingat boneka ini, boneka dimana dulu ia beli menggunakan tabungannya sendiri saat umurnya masih 5 tahun


Dulu Farensca kecil berinisiatif membelinya karena ingin memberikan boneka itu pada mamah dan papah nya pikirnya dengan cara ini mamah dan papah nya mau bermain dengan dia tapi nyatanya tidak, papahnya bahkan dengan tega membuang boneka pemberiannya dan malah membentaknya


Dear Farensca anak perempuan mamah, maafin mamah ya karena gak pernah jadi ibu yang baik buat kamu, tapi bukan berarti mamah gak sayang sama kamu mamah sayang banget sama kamu bahkan lebih dari diri mamah sendiri maaf cara mamah emang salah buat sayang sama kamu, mamah tahu pasti suatu saat nanti kamu akan baca buku yang mama tulis khusus buat kamu


Farensca meremas dadanya merasakan sesak yang menyeruak begitu saja melihat tulisan Naima di sana, tangannya kembali membuka lembaran berikutnya


Satu fakta yang belum kamu tahu tentang mamah sama papah, kita menikah karena hasil perjodohan orang tua, saat itu papah kamu menolak mentah-mentah di jodohkan dengan mamah tapi mamah malah menerimanya begitu saja karena mamah sudah mencintai papah kamu sejak lama, awalnya memang papah kamu berniat kabur dan membatalkan perjodohan itu tapi omah Mega mengancam papah kamu jika dia tidak menerima pernikahan ini maka papah kamu tidak akan mendapatkan warisan sedikit pun _


Farensca kembali membalikkan lembaran bukunya


Sampai pernikahan kami berjalan 2 tahun dengan terikat status saja karena nyatanya papah kamu gak pernah bisa mencintai mamah, sampai akhirnya malam itu papah kamu terpengaruh oleh alkohol membuatnya tidak sadar dan melakukannya dengan mamah dan dari situlah hadirnya kamu, Mamah sangat senang saat tahu ada kehidupan yang tumbuh di rahim mamah tapi tidak dengan papah kamu dia malah menyuruh mamah untuk menggugurkannya_


Farensca memejamkan matanya membaca akhir kata yang di tuliskan mamahnya sebenci itukah Bima terhadapnya sampai janin yang tidak tahu apa apa dia suruh lenyapkan


Mamah fikir dengan adanya kamu lahir akan membuat papah kamu lirih dan menyayangi keluarganya ternyata mamah salah, papah kamu malah semakin membenci mamah dan sering berbuat kasar kepada mamah, sampai saat itu mamah gak pernah bisa liat wajah kamu karena mengingatkan mamah pada perlakuan papah kamu mamah minta maaf sayang


Sampai akhirnya saat kamu berumur 14 tahun papah kamu membawa selingkuhannya kehadapan mamah dan mengakui bahwa mereka memiliki anak, mamah tidak tahu harus berbuat apa hati mamah hancur, dan akhirnya mamah berusaha balas dendam terhadap papah kamu bahkan dia hanya menganggap kamu sebuah kesalahan.


Farensca menutup buku ini dengan kasar, membaca kalimat yang membuat hatinya terasa di tikam, gadis itu meremas kepalanya yang berdenyut mengingat betapa bodohnya dia dulu berusaha melunakkan hati Bima yang bahkan tidak menganggapnya ada, dia pikir ada setitik rasa sayang Bima untuknya tapi dia salah Bima hanya menganggapnya sebuah kesalahan tidak lebih


Akhirnya Farensca memutuskan untuk turun ke bawah karena dari tadi perutnya keroncong minta di isi, jalanya terhenti saat melihat objek yang sangat ia benci


" Ngapain anda kesinih " sarkas Farensca


___