
" Hallo "
" Ka, cepet lo kesinih "
" Kenapa emangnya "
" Sekarang, gandi sama pasukannya lagi jalan ke arah sekolah "
" Serius loh "
" Iya cepetan loh ke sekolahnya gua gak mau mati muda anji "
" Anj- "
" Buruan gua tunggu sama yang lain ka "
Tut
Rafka menetralisir amarahnya dengan meremas benda pipih yang berada di genggamannya, info yang di berikan Mario membuatnya naik darah, memang tadi yang menghubunginya adalah Mario memberitahu bahwa acturus berjalan ke arah sekolah, buat apa mereka pagi pagi kesinih pasti ingin membalaskan perbuatannya kemarin
" Bang loh mau tawuran ya " tanya gadis yang berada di samping Rafka membuat pria itu menengok ke arahnya
Dia Vanya, hari ini memang dia mengantarkan adik adik perempuannya ke sekolah termasuk Ara dan Arin, Karena sekolah mereka tidak sama jadi dia harus berangkat pagi pagi untuk mengantarkannya
" Gue bilangin mamah loh bang " lanjutnya lagi membuat Rafka geram jangan sampai Vanya terkena pelampiasan dari amarahnya sekarang
" Gak usah banyak bacot cepet turun " ucap Rafka dingin, Vanya yang sudah faham dengan situasi ini langsung turun dari mobil abangnya
Setelah Vanya turun dari mobilnya, barulah Rafka menumpahkan kekesalannya dengan memukul stir mobil, dia tahu gandi tahu kelemahannya dia tidak bisa beraksi di sekolah dia tidak mau ada pertumpahan darah lagi
Anj-
Sedangkan di tempat lain, gadis yang sedang menikmati acara sarapannya dengan hangat beserta keluarganya, gadis itu tersenyum senang dia tidak pernah merasakan hangatnya sarapan bersama seperti ini walaupun hanya sekedar makan di pagi hari
" Ren entar malem nginep lagi di sini " wanita paruh baya itu tersenyum ke arah sang ponakan yang berada di sampingnya
" Hmm, gimana nanti ya tan " gadis itu Farensca, dia memang kemarin tidak pulang ke rumahnya melainkan ke rumah abangnya- Lucas, bahkan dia di anggap seperti anak sendiri di sini, karena tantenya ingin sekali memiliki anak perempuan maka dari itu tantenya- Dewi sangat menyayanginya
" Yaudah gak papah, tapi kalo mau kesini langsung minta jemput Abang mu ya, dari pada dia diem ajah di rumah " lanjut Dewi sambil menatap sengit sang anak yang berada di hadapannya
" Bukan di rumah ajah mah tapi masih pengen di rumah " elak Lucas, memang setelah kepulangannya dari Jerman dia belum menginjakkan kakinya di kantor dia ingin berleha leha dulu di rumah sebelum memecahkan misinya setelah ini
" Sama ajah! Mending kamu cari istri sanah jangan di rumah ajah " sewot Dewi, padahal umur anaknya ini sudah mantap jika berumah tangga, pekerjaan sudah tetap apalagi dia yang punya perusahaan, ganteng jangan di tanya, Iman? Gak tahu sih kalo dia ber iman apa gak
Lucas mendengus mendengar ucapan mamahnya, pasti yang di tuntut istri lagi istri lagi, di kira nyari istri kaya nyari musuh apa gampang
" Mamah tuh pengen cepet cepet gendong cucu Lucas " lanjut Dewi
" Yaudah nanti Lucas hamilin anak orang dulu biar mamah bisa punya cucu "
Pletak
Pria itu mengusap usap kepalanya yang terkena lemparan sendok oleh orang yang sedari tadi hanya memerhatikan percakapan antara ibu dan anak itu, siapa lagi kalo bukan sang Baginda, dia Eric ayah Lucas, pria yang sifatnya sangat bertolak belakang dengan sang anak
" Sakit pah ya Allah ini kepala udah di fitrahin " keluh Lucas
" Nikah dulu baru kawin, awas kamu sampai papah denger rusak anak orang, papah bikin hancur bisnis kamu " ancam Deric dengan nada dingin membuat Lucas menelan ludah kasar, semua yang di ucapkan Deric tidaklah main main
" Jangan jangan kamu di Jerman sering anu anuan ya " Dewi menunjuk Lucas menggunakan garpu yang sedang ia pakai
" Enak ajah aku masih perjaka Ting Ting ya "
" Kali ajah, di sanakan bebas "
Sedangkan Farensca hanya terkikik geli melihat sang Abang di nistakan jarang jarang dia melihat adegan seperti ini " yaudah om, tante faren berangkat sekolah dulu ya " ucap gadis itu sambil menyalami tangan orang yang berada di meja makan tersebut
" Di depan banyak body guard, kamu minta anter ajah sama mereka " ucap Lucas
" Gak usah bang aku di jemput sama Lula "
Farensca berjalan ke luar mansion yang megah itu memang dirinya sudah janjian dengan sahabat sahabatnya untuk berangkat bareng dan menjemputnya di rumah Lucas
Farensca melongo saat melihat ada 6 bodyguard yang berdiri di sisi mobil masing masing, jangan tanyakan mobil apa yang berada di sana tentunya mobil keluaran baru semua
" Nona, silahkan mau memilih berangkat sekolah dengan mobil yang mana? " Tanya salah satu pria jangkung bertubuh besar yang memakai baju hitam seperti supir pribadi
" Saya mau berangkat sama temen saya " jawab Farensca
" Tapi tuan sudah menugaskan kami untuk mengantar nona "
" FARENSCA " teriak seorang gadis yang berada di dalam mobil depan mansion abangnya
" Lama banget loh ren " keluh kayana yang berada di belakang kemudi mobil
" Sabar apa, tadi gue di tawarin berangkat sama bodyguard Abang gue " gadis itu mulai menaiki mobil sahabatnya
" Terus lo mau " sahut Amanda, yang mendapat toyoran cantik dari kayana
" Gak pinter, kalo mau ngapain Farensca kesinih "
" Yaudah ayok berangkat, ngeladenin Amanda mah capek "
" Mau apa lo kesinih " tanya Rafka dingin, setelah sampai di sekolah pria itu langsung melajukan mobilnya ke belakang sekolah tepatnya gedung tua yang di jadikan gudang sekolahnya
Dan kini di hadapannya sudah ada gandi dan anggotanya " Santai gua kesinih cuman mau kasih ini " jawab gandi sambil memberikan selembar undangan
Bahkan Rafka dan yang lainnya tidak bodoh dengan isi undangan yang di berikan oleh gandi
" Mau nantangin lagi, loh gak puas atas kekalahan kekalahan loh " ujar Vito yang berada di samping Rafka, sementara gandi sudah mengepalkan tangannya atas hinaan yang di lontarkan Vito, tapi pria itu berusaha menahan emosinya karena harus menyelesaikan rencananya ini
" Gue gak butuh hinaan loh " tunjuk gandi tepat di depan wajah Vito
" Cukup dateng jika merasa diri loh bukan banci " lanjutnya
" Okeh gue ikutin permainan loh, dan sekarang loh boleh pergi dari sinih, dan jangan pernah lon bantai sekolah ini, karena masalah loh sama gue " ucap Rafka
" Oke " dan akhirnya geng acturus itu meninggalkan pekarangan gedung Altarik
" Loh yakin raf " tanya Devon
" Bahkan kita tahu liciknya bajingan itu " samber Mario yang sedari tadi hanya diam menyimak
" Bahkan kita tahu, sebesar apa kekuatan dia " ucap Rafka dengan smirk-nya, tak ada sejarah dalam kamusnya dia kalah sebelum peperangan
" Loh kenapa dari tadi diem ajah ga " mario- pria itu menepuk pundak Sagara yang sedari tadi hanya diam tanpa membuka suara
" Gua laper bodoh, pagi pagi udah suruh berangkat ajah " sahut pria itu sambil memegang perutnya, pagi tadi dia di kejutkan dengan kedatangan Mario ke apartemennya dan mendobrak dobrak pintunya
Prang
Prang
Brak
Mereka terlonjak kaget mendengar suara pecahan kaca dan juga seperti suara mobil yang sengaja di tabrakan
" Biadab! " Geram Rafka dan berlari ke arah tempat mereka memakirkan mobil, dan di ikuti yang lainya
Rafka mengepalkan tangannya, bahkan rahangnya sudah mengeras melihat ke adaan mobilnya saat ini siapa yang berani memecahkan kaca mobilnya dan menabrak mobilnya
Devon yang mengerti dengan situasi seperti ini langsung melemparkan kunci mobilnya ke arah Rafka dan langsung di tangkap oleh pria itu " kejar pake mobil gue orangnya belum jauh " ujar pria itu yang di angguki oleh Rafka dan segera berjalan mengendarai mobil Devon
" Anjer, mobil mahal hancur seketika seperti ini " ujar saga menggelengkan kepalanya, melihat mobil sang ketua sudah gak berbentuk
" Jangan jangan perbuatan gandi " tebak Vito
" Gue rasa bukan " sahut Devon, karena yang dia tahu mobil mereka di letakkan di lain arah keluarnya gandi dan anggotanya
" Gue nemuin ini " seru Mario dari arah mobil Rafka, tidak salah memang mempunyai teman macam Mario yang handal menemukan barang bukti
" Itu teh naon " tanya saga yang melihat gumpalan batu yang di balut kertas di tangan Mario
LOH DAN KELUARGA LOH HARUS MATI !
___
...Kira kira siapa orang yang udah neror Rafka?...
...Teman dekatnya kah?...
...Atau orang lain ?...
...Jangan lupa vote 👍...
...Jangan lupa tinggalkan jejak 🙃...