THE MAFIA BRIDE 3

THE MAFIA BRIDE 3
BAB 8-MB 3



Sore hari di kediaman Ru.


Genzo tengah berbincang dengan ke lima putranya, membahas rencana Xavier dan Gio yang akan pergi ke luar negeri untuk mengurus pekerjaannya, sementara Kaila belum pulaang dari sekolah karena ada tugas dari sekolah yang harus ia kerjakan bersama temannya.


Taklama Ryu datang ikut bergabung bersama Davira yang membawakan minuman segar untuk mereka semua.


"Persiapkan semuanya dengan baik, di sana mungkin kalian akan mendapat kesulitan," pesan Ryu.


"Aku tidak mau hal buruk terjadi pada kalian, sampi sekarang Jiro dan Angela tidak di temukan." Timpal Davira.


Semua orang yang ada di ruangan itu terdiam bingung deengn hilangnya JIro dan Angela. Namun tidak bagi Genzo yang sudah mengetahui masa lalu keluarganya.


"Kakek dan nenek tidak perlu khawatir, kami bisa menjaga diri dengan baik," kata Xavier.


Davira mengangguk dan tersenyum seraya mengusap lembut rambut Xavier.


"Ayah!!"


Genzo dan yang lain menoleh ke arah Kaila yang baru saja datang lalu duduk di samping Genzo dan bergelayut manja di pundaknya.


'Aku mau pindah sekolah!"


"Pindah sekolah?!!" tanya mereka serempak.


"Alexander High school!"


"Alexander high school...bukankh itu sekolah elit tempatnya anak anak gengster..." Batin ryu.


"Buat apa kau pindah sekolah di sana, bukankah sekolahmu sekarang yang terbaik di kota ini?" tanya Genzo.


''Aku bosan ayah, di sana tidak ada yang menantang..." rengek Kaila.


"Tidak boleh, aku tidak setuju," protes ryu.


"Ah kakek..." ucap Kaila, raut wajahnya berubah cemberut.


Genzo yang tidak ingin mengecewakan putrinya apalagi membuatnya sedih, akhirnya menyetujui keinginan Kaila meski harus bertentangan dengan Ryu.


"Kau ykin dengan keputusanmu?' tanya Ryu pada Genzo.


Genzo menarik napas dalam, ia sendiri tidak yakin dengan keputusannya.


"Khai yang akan menjaga kaila." Kata Genzo.


"Apa yah? tidak, tidak, aku tidak mungkin menjaga Kaila di sekolah, bagaimana dengan kuliahku?" protes khai.


"Kau tidak harus meninggalkan kuliahmu, kau hanya perlu menemani adikmu dan sekolah di sana."kata Genzo.


Sementara Al dan adiknya yang lain hanya tertawa melihat raut wajah Khai terlihat kesal.


"Yes, akhirnya aku pindah sekolah!" seru Kaila seraya berdiri dan merentangkan kedua tangannya. Setelah itu ia beranjak pergi menuju kamar pribadinya.


"Ayah, yang benar saja.." bujuk Khai.


"Memangnya di sekolah itu ada apa yah?" tanya Daniel.


"Sekolah itu terkenal dengan anak anak nakal, siapa yang kuat maka dia akan menguasai sekolah itu." Jelas Ryu.


Genzo menambahi pernyataan Ryu.


"Setauku, di sana isinya anak anak gengster."


"Menarik!" kata Daniel.


"Apanya yang menarik kak?!" protes Khai kesal.


"Sudah, kau ikuti saja perintah ayah. Lagipula kalau terjadi apa apa sama Kaila bagaimana?" ucap Altheo menengahi.


Khai terdiam, apa yang di katakan kakaknya ada benarnya. Ia akan sangat menyesali kalau terjadi sesuatu pada adiknya.


Sementara Ryu adalah orang pertama yang tidak setuju dan menentang. Ryu beranjak dari kursi meninggalkan ruangan. Di ikuti Davira dan Genzo.


"Ayah, maafkan aku..tapi aku tidak bisa menolak keinginan Kaila."


Ryu menoleh ke arah Genzo, tatapannya sendu.


"Kau tau, bagaimana keluarga kita di masa lalu?"


Genzo menganggukkan kepalanya.


"Aku tahu ayah, tapi lambat laun anak anak akan mengetahuinya. Ayah lihat sendiri, sekarang perusahaan kita bermasalah. Barang milik kakek dan nenek hilang." Jelas Genzo panjang lebar.


Ryu terdiam menghela napas panjang. Ia paham apa yang di katakan putranya, namun rasa khawatirnya lebih besar.


"Percayalah..." ucap Genzo.


"Biarkan mereka mengetahui dengan sendirinya, jangan jadikan mereka anak anak pengecut..." sela Davira menenangkan.


"Cucu kita anak anak yang hebat seperti ayah Kenzi dan ibu Siena. Termasuk kau dan putra kita, apa yang di katakan Genzo benar. Kita tidak perlu lari dari kenyataan."


Ryu menghela napas panjang, ia menganggukkan kepalanya. Hal hal buruk yang sudah menimpa keluarganya sepanjang sejarah yang ia tahu, membuatnya lebih hati hati dalam mengambil keputusan.


Ke-esokan paginya, keluarga ryu sudah bersiap untuk mengantarkan Xavier dan Gio ke bandara. Sementara Kaila diantar Khai ke sekolah untuk mengurus kepindahannya ke sekolah lain.