THE MAFIA BRIDE 3

THE MAFIA BRIDE 3
BAB 35 - MB3



Ke-esokan paginya, Xavier pergi ke rumah sakit untuk memastikan Selena sudah dalam keadaan baik. Berdasarkan saran dari Ryu, Xavier diminta untuk membawa Selena ke rumahnya sementara waktu.


Sesampainya di rumah sakit, Xavier menemui Selena di ruangannya. Xavier megenakan diri kepada Selena dan mengutarakan maksud dan tujuannya menemui Selena.


Namun Selena menolak tawaran Xavier dengan alasan dia bisa menjaga diri dan menyalahkan Altheo atas kemalangan yang menimpanya.


"Aku tidak mau terlibat lagi dengan kalian," kata Selena, lalu turun dari atas ranjang rumah sakit.


"Kakak, sebaiknya kau ikut denganku."


Selena menoleh ke arah Xavier dan menunjuknya.


"Aku bukan kakakmu, pulang dan katakan padanya. Aku tidak mau berurusan dengan kalian."


Xavier menghela napas panjang, mengikutilangkah Selena keluar dari ruangan.


Selena terus berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Sesekali menoleh ke belakang dan melihat ke arah Xavier yang terus mengikutinya.


Selena mempercepat langkahnya meninggalkan rumah sakit.


"Sial, kenapa aku harus berurusan dengan mereka? hidupku sudah sulit, hufftt," rutuk Selena.


Sesampainya di halaman rumah sakit, Xavier kembali bertanya untuk yang kedua kali.


"Kau yakin, tidak mau ikut bersamaku?"


"Apa kau tuli?" Selena blik bertanya tanpa menoleh ke arah Xavier yang berada tepat di belakangnya.


"Baiklah kak, jaga dirimu baik baik." Kata Xavier, dan beranjak dari tempatnya menuju mobil yang terparkir.


Selena memperhatikan Xavier, sekilas ia melihat seorang pria mencurigakan di dalam mobil .


Awalnya Selena mengabaikannya dan memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit. Namun, ia melihat pria di dalam mobil itu mengeluarkan senjata api dan di arahkan kepadanya.


Selena berlari dann hampir tertabrak mobil milik Xavier.


"Tunggu!"


Selena bergegas membuk pintu mobil Xavier lalu duduk di sebelahnya.


"Aku berubah pikiran.." ucap Selena sambil tersenyum lebar.


Xavier hanya diam memperhatikan Selena, lalu melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit.


Sementara di lain tempat.


Altheo menemui manager perusahaan yang dulu mengerjakan pembangunan rumah sakit milik ryu. Sang manager membawa Altheo pada seorang pria yang bernama choi.


Altheo bertanya banyak hal mengenai ruang rahasia yang di buat oleh choi. Setelah mereka berbicara panjang lebar, pak choi di bawa Altheo menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, pak choi mengak Altheo menuju ruang bawah tanah. Namun sesampainya di ruang bawah tanah, pak Choi tida dapat membuka pintu rahasiayang menggunakan kode sandi yang hanya di ketahui oleh Kenzi dan Siena.


Pak Choi yang sudah tua, coba mengingatnya.


"Aku tidak tahu pasti, aku hanya di bayar untuk membuat ruangan rahasia ini sendiria." Jelas pak Choi.


Altheo mendekatkan kupingnya ke pintu rahasia tersebut, coba mendeteksi apa yang di sembunyikan di dalam ruangan rahasia itu.


Pak choi menggelengkan kepalanya, meski pak cHoi tidak memberikan informasi apapun. Altheo tidak dapat memaksanya, akhirnya ALtheo memutuskan untuk kembali ke rumah dan membicarakannya dengan kakeknya.


Di halaman rumah sakit, baru saja Altheo membukakan pintu mobil untuk pak CHoi. tIba tiba, tiga buah motor memasuki halaman rumah sakit dan tiga pria langsung menyerang Altheo menggunakan senjata tajam.


Security rumah sakit, bergegas menutup pintu utama rumah sakit karena takut terjadi penyerangan ke dalam rumah sakit. Orang orang yang ada di dalam rumah sakit memperhtikan tiga pria itu menyerang ALtheo secara brutal.


Altheo menyadari, kalau tiga ria tersebut hendak membunuhnya dan menculik pak choi.


srettt


Satu tebasan mengenai jas Altheo dan melukai kulitnya. Darah sega membasahi pakaiannya.


"Tolong!"


Altheo menoleh ke arah pak Choi yang meminta tolong karena di seret paksa oleh dua pria.


Altheo berlari ke arah pak Choi namun di halangi pria lainnya.


BUUKK


Altheo menendang perut pria itu hingga terlempar juh dan menabrak pintu mobil miliknya.


Altheo berlari dan ke arah pak CHoi yang berusaha memberontak dari sekapan dua pria tadi, hingga salah satu pria tersebut melukai leher pak Choi.


BUKKK


Altheo menghajar kepala dua pria itu menggunakan tangan kosong hingga terjungkal. ALtheo menghampri pak CHoi yang tergeletak di jalan bersimbah darah.


"Bertahanlah."


BUKKK


Salah satu pria itu kembali menyerang Altheo dengan cara menendang punggungnya hingga tersungkur.


Saat pria itu hendak melayangkan menebas perut Altheo menggunakan pedang, kaki kanan Altheo bergerak cepat dan menendang kaki pria itu hingga mundur ke belakang lalu di jadikan kesempatan oleh ALtheo untuk bangun dan membalas perbuatan mereka yang telah melukai pak Choi.


Saat ALtheo melumpuhkan ketiga pria itu sendirian, security di rumah sakit trsebut, bergerak dann membawa tubuh pak Choi untuk segera mendapakan perawatan. Namun sayang, nyawa pak CHoi tidak dapat tertolong lagi karena urat lehernya putus.


Altheo tidak dapat melumpuhkna ketiga pria tersebut, karena mereka melarikan diri.


Altheo terdiam bersandar di mobilnya sambil mengatur napas.


"Aku yakin, mereka menginginkan sesuatu yang ada di dalam ruangan rahasia itu, Tapi, apa?" batin ALtheo.