THE MAFIA BRIDE 3

THE MAFIA BRIDE 3
BAB 24 - MB 3



"Hentikan!!"


Althea teriak sekuat tenaga saat melihat anak buah Alexa menarik paksa Sachi dari pelukannya.


Alexa tersenyum menyeringai melihat Althea membela Sachi.


"Apa kau sudah mengakui kalau dia putrimu?" tanya Alexa.


Althea berlari mendekati Sachi yang meringkuk ketakutan di sudut ruangan, lalu ia memeluknya dengan erat.


"Jangan kau sakiti dia, kau boleh lakukan apapun padaku!" pekik ALthea marah.


Alexa berjalan dengan santai mendekati mereka berdua sambil berpangkut tangan.


"Tenang saja, kalian akan mendapatkan giliran."


"Apa maksudmu?" tanya Althea menatap wajah Alexa.


Alexa tidak menjawab pertanyaan Althea, ia menyuruh anak buahnya untuk memisahkan Sachi dengan Althea.


"Aku tidak mau, ibu tolooooong!" teriak Sachi berusaha memberontak dan terus memeluk erat tubuh Althea.


"Kau akan mendapatkan balasan atas perbuatanmu!" ancam Althea pada Alexa.


Namun Alexa hanya tertawa teerbahak bahak melihat Althea berusaha melindungi Sachi, namun anak buah ALexa justru menendang dan memukuli tubuh ALthea tanpa ampun.


"Ibuuuuu!" teriak Sachi yang di seret paksa oleh anak buah ALexa keluar dari ruangan.


"Terkutuk kau, Alexa!" umpat Althea di sela sela rasa sakitnya.


PLAKKKK


Satu tamparan mendarat di pipi Althea, hingga darah segar mengalir di sudut bibirnya. Althea menatap tajam wajah ALexa, ia tak bergeming sedikitpun saat dirinya di pukuli habis habisan.


"Diamlah, jika kau ingin putrimu selamat." Ancam Alexa.


Althea hanya bisa diam, ia tidak punya kekuatan untuk melawannya. Apalagi ia ada di sarang musuh, Alexa tidak akan membiarkannya hidup.


"Aku tidak yakin dengan semua ucapanmu," ucap Althea.


ALexa tersenyum sinis, lalu menarik rambut ALthea hingga wajahnya tengadah.


"Kau cukup pintar, dan aku sangat membencimu," jawab ALexa.


"Bertahun tahun kau menahanku, kenapa tidak kau bunuh saja aku..." sahut Althea seraya meludah tepat di wajah Alexa.


PLAKKKK


Alexa menampar wajah Althea, lalu ia menyeka air luda di wajahnya menggunakan tangannya sendiri.


"Sialan, harusnya kau bersukur aku masih memberikanmu kesempatan hidup dan bisa melihat putrimu."


"Kau wanita bodoh, apa yang kau dapatkan? tidak ada bukan? bagaimana kalau anak anakku menemukanku, kau akkan mendaptkan balasan yang setimpal. Seharusnya kau membunuhku sejak awal." Kata ALthea panjang lebar.


Alexa tersenyum, lalu mendekatkan wajahnya lagi pada Althea.


'Kau salah, aku ingin melihat kau menderita, sakitnya kehilangan."


Alexa berdiri tegap, menatap wajah Althea penuh dengan kebencian. Ia merasa, kegagalannya dalam mendapatkan cinta Genzo akibat ulah Althea yang sudah merebutnya.


"Aku ingin melihat keluargamu hancur,"


"Kenapa kau tidak lakukan dari dulu, bukannkah itu sebagai bukti bahwa kau tidak akan bisa mengalahkan kekuatan cinta." Jaawab Althea lagi.


"DIAM!!" Bentak Alexa, ia benci dengan kata kata cinta.


"Aku pastikan, cinta itu tidak ada. Tapi kehancuran!"


Alexa sudah tidak sanggup lagi mendengar kata kata Althea, ia memerintahkan anak buahnya untuk mengurrung Althea dan menyusun rencana yang sudah ia persiapkan.


"Kau dapat merayakan kemenanganmu, tapi ingatlah. Tidak ada kejahatan yang bertahan lama di muka bumi ini, begitu juga dengan kebaikan." pesan Althea sebelum ia di seret paksa oleh anak buah ALexa dan di sekap di ruangan berbeda dengan Sachi.