
Sesampainya di halaman rumah Ryu.
Khai dan Kaila masih dalam keadaan bingung, mereka tidak cepat cepat keluar dari dalam mobil.
Mereka masih bingung, mengapa Kenzi dan Siena mengetahui rumahnya, sebab Kaila dan Khai tidak menyebutkan alamat rumah mereka.
"Sampai kapan, kalian bengong seperti itu?" tanya Siena membuyarkan lamunan khai dan Kaila.
"Ah iya, maafkan kami oma..opa..." ucap khai lalu keluar dari dalam mobil bersamaan dengan kaila lalu mereka berdiri tegap menghadap ke arah Siena.
"Oma..apakah kalian tidak ingin minum teh bersama kami?" tawar Khai pada Siena dan Kenzi.
"Tidak perlu, kapan kapan kami akan datang ke rumah kalian. Sampaikan salam kami pada kakekmu ya...' ucap Siena.
Belum sempat khai dan Kaila mengucapkan terima kasih, mobil milik kenzi sudah melaju meninggalkan halaman rumha Ryu.
Khai dan kaila masih kebingungan dengan sosok mereka, namun mereka belum menemukan jawabannya.
Kaila menarik tangan khai, lalu mereka melangkah bersama memasuki rumah mereka.
Di dalam rumah, langkah mereka terhenti melihat Ryu, Davira, Daniel, Xavier dan Gio tengah menonton sebuah berita di televisi.
Mereka semua mengalihkan pandangannya pada Khai dan Kaila yang baru saja datang dalam keadaan pakaian kusut dan berantakan.
"Sayang, kalian tidak apa apa?' tanya davira lalu beranjak dari sofa menghampiri kaila dan Khai.
"Nenek sudah tahu?" tanya kaila sedikit ketakutan di marahi anggota keluarganya.
"Duduklah..." Davira mengajak kedua cucunya duduk di sofa.
"Kami melihat semuanya, apa yang terjadi semua terekam kamera cctv di kota ini," jelas Ryu.
Khai dan Kaila menundukkan kepalanya.
"Maafkan kami kek.." ucap Khai.
"Ini salahku.." sela Kaila.
Kaila menceritakan awal mula kejadian sampai mereka terlibat dalam insiden tersebut.
"Kakek lihat!" tunjuk Daniel ke arah televisi, kamera cctv menangkap wajah Kenzi dan Siena.
"Ayah, ibu!" pekik Ryu berjalan mendekati televisi dan menatap lekat wajah orang tuanya.
Daniel dan yang lain mengalihkan pandangannya ke arah Ryu.
"Ayah, ibu, kalian keman...kenapa kalian tidak pulang ke rumah..." ucap Ryu pelan namun terdengar oleh semuanya.
"Pantas saja aku merasa mengenali mereka." kata khai.
Ryu dan lain mengalihkan pandangan pada khai dan kaila.
"Ada apa sebenarny ini kek?" tanya Daniel.
"Kami semua ingin tahu, siapa oma dan opa?' tanya Xavier.
Ryu terdiam sejenak, menatap ke arah Davira meminta persetujuan untuk menceritakan siapa keluarganya.
Davira menganggukkan kepalanya tanda ia setuju untuk menceritakan siapa Kenzi dan Siena di masa lalu.
"Kartel Sinaloa adalah gangster berbahaya yang cukup terkenal dan berasal dari Meksiko. Di sanalah, Ayahku di besarkan dan menjadi penasehat." Jelas Ryu.
Mereka suka menyebarkan teror dengan membunuh orang di depan kamera dan mengunggahnya secara online.
Pemimpin mereka adalah Joaquin dimasukkan oleh Forbes ke dalam daftar salah satu orang yang paling berpengaruh di dunia.
Dia begitu kuat sehingga dia berhasil melarikan diri dari penjara paling aman di dunia dua kali.
Bahkan, fakta dia ditahan tidak memperlambat transaksi pemerasan, penculikan, perdagangan manusia, pembunuhan, dan kejahatan lainnya yang dapat diuangkan oleh gangster ini.
Ryu menceritakana semua perjalanan hidup keluarganya dari awl sampai sekaang, tidak ada yang ia sembunyikan semua fakta tentang silsilah keluaraganya.
Daniel dan yang lain mendengarkan dengan seksama. Hingga mereka tidak menyadari kehadiran Genzo yang sedari tadi mendengarkan.
"Woooww, hebat! ternyata aku cicit oma dan opa!" seru Kaila dan Khai.
"Tapi kenapa kakek dan nenek tidak pulang ke rumah?" tanya Genzo.
Ryu dan yang lain mengalihkan pandangannya ke arah Genzo.
"Ini ada hubungannya dengan paman dan bibi mu." kata Ryu pada Genzo.
"Angela dan Jiro...' ucap Davira.
"Kakek Jiro dan tante Angela maih hidup, lalu di mana mereka?" tanya Gio.
Ryu menggelegkan kepala, ia sudah berusaha keras mencari merekka. Namun keberadaan mereka sampai sekarang tidak ada jejaknya, bahkan polisi pun sudah menutup kasus hilangnya mereka berdua.
"Kakek, apakah aku harus berhenti dari sekolah?" tanya kaila.
"Percuma, mereka sudah mengenali kalian. Mereka tidak akan berhenti sampai kalian berhasil mereka bunuh,' jelas Ryu.
"Apa yang harus aku lakukan kek?" tanya Khai.
"Sejarah akan terulang kembali, mereka sengaja memaksa ayah dan ibuku untuk keluar dari sarangnya," ucap Ryu.
"Mulai sekarang, kaliaan harus berhatii hati. Mereka mengincar nyawa kita semua." Pesan Genzo.
"Perketat penjagaan, panggil semua anak nbuah kakekmu," perintah Ryu pada Genzo, untuk memanggil kembali semua anak buah kenzi dan Siena yang sudah lama meninggalkan dunia hitam.