THE MAFIA BRIDE 3

THE MAFIA BRIDE 3
BAB 28 - MB3



"AAAAAAAAHHHKKK!"


Suara teriakan Alexa menggema di ruangan yang berukuran cukup besar, enahan rasa sakit ketika salah satu anak buahnya memukul kening Alexa dan melukai beberapa bagian tubuhnya yaitu kaki dan tangan.


Setelah ia merasa cukup dengan luka yang ia terima, Alexa meminta salah satu dokter pribadinya untuk mengobati dan membalut lukanya dengan perban.


Setelah selesai, Alexa menggunakan tongkat untuk menopang salah satu kaki kanan yang di perban lalu duduk di kursi teras rumahnya, dengan rat wajah penuh dengan kesedihan.


Tak lama kemudian, Alexa melihat sebuah mobil memasuki gerbang rumahnya.


"Seperti dugaanku..." gumam Alexa dan tersenyum sinis menatap ke arah Genzo yang keluar dari pintu mobil.


Terlihat Genzo dia sejenak menatap ke arah Alexa, lalu ia berjalan menghampirinya.


"Kau...kau datang ke sini?" tanya Alexa pelan.


Genzo menganggukkan kealanya, ia memperhatikan perban di kening Alexa, lalu turun ke tangan dan terakhir mmmemperhatian kaki kanan Alexa.


"Kau mengalami kecelekaan?" tanya Genzo.


Alexa terdiam sesaat, raut wajhnya berubah sendu.


"Semalam, ada seseorang yang beruusaha menculik putriku Sachi. Aku berusaha melawan mereka, tapi mereka terlalu banyak dan menghajarku habis habisan. Sekarang aku tidak tahu di mana putriku...." ucap Alexa di sertai isak tangis.


Genzo terdiam mendengarkan semua pengakuan Alexa. Awalnya ia ragu, namun melihat air mata yang mengalir deras di pipi Alexa, dan raut wajah ketakutan akan nasib putrinya membuat Genzo tersentuh meski ia sendiri tidak yakin.


Perlahan Genzo duduk di kursi dan menenangkan Alexa, lalu ia mengeluarkan ponselnya dan menunjukan wajah Sachi yang sedang terbaring di rumah sakit.


"Dia putrimu?"


Mata ALexa melebar saat melihat wajah Sachi terbaring lemah.


"Sachi, di mana dia sekarang. Aku ingin melihatnya!" pekik Alexa memegang tangan Genzo.


"Aku mau melihat putriku!' pekiknya histeris seakan akan takut kehilangan Sachi lagi.


Genzo menarik napas dalam dalam lalu meyakinkan lexa kalau putrinya bik baik saja. Seteah itu, Genzo mengajak Alexa menemui Sachi di rumah sakit.


Sepanjang perjalanan ke rumah sakit, Genzo menceritakan bagaimana Sachi di temukan.


"Twenty one,, bukankah kelab milikmu, tapi mengapa putrimu bisa terliuika dan di culik di kelabmu sendiri? di mana anak buahmu?' tanya Genzo, melirik sekilas ke arah ALthea.


Alexa terdiam cukup lama lalu memijit keningnya sendiri.


"Aku dan putriku sedang mempersiapkan acara ulang tahun May, tiba tiba terjadi kegaduhan di pesta dan ada beberapa pria menyerang kami di ruangan berbeda," jelas Alexa.


Genzo mengerutkan dahinya, ia coba mencocokkan cerita Daniel dan Alexa. Kedua nya hampir berkaitan, tapi mengapa hanya Sachi yang di incar? bukankah ada May? putri pertama Alexa.


"Aku tidak tahu siapa mereka, dan mengapa menginginkan putriku untuk di bunuh." Kata Alexa meyakinkan Genzo.


Genzo terdiam dan tidak menimpali lagi ucapan Alexa.


"Kenapa kau diam?" tanya Alexa, menoleh ke arah Genzo.


"Aku ikut kesal mendengar semua ini, aku harap bisa membantumu." Kata Genzo.


Alexa tersenyum sambil menundukkan kepala, ia berfikir kalau pria di sampingnya telah terpedaya oleh ceritanya.


"Kita sudah sampai." Kata Genzo, lalu keluar dari dalam mobil.


Alexa tersenyum saat Genzo mengulurkan tangan, membantu Alexa keluar dari dalam mobil.


"Terima kasih.." ucap Alexa.


Genzo menganggukkan kepalanya, lalu memapah Alexa masuk ke dalam rumah sakit.