
Di sekolah.
May mengundang teman temannya di acara pesta ulang tahun yang akan di adakan di kelab milik orang tuanya, semua mendapatka undangann hanya Kaila yang tidak di undang oleh May.
"Kau di undang May?" tanya Kaila pada Rha Woon.
Rha Woon menggelengkan kepala cepat.
"Tidak."
"Berarti cuma kita berdua yang tidak di undang.." kata kaila.
"Tapi kita tetap harus datang,' sahut Rha Woon.
"Aku tidak mau, ga penting juga aku hadir di pestanya dia." Tegas kaila.
"Kau akan menyesal, kalau tidak datang," pungkas Rha Woon.
Kaila terdiam cukup lama memperhatikan Rha Woon, mungkin ada benarnya apa yang di katakannya. Selama ini, Rha Woon selalu mendapatkan informasi yang tepat mengenai Sachi.
"Bagaimana, kau mau ikut denganku?" tanya Rha Woon.
Kaila menganggukkan kepala, ia setuju dengan Rha Woon.
"Baiklah..."
"Sampai ketemu nanti malam.." ucap Rha Woon lalu berdiri dan meninggalkan kelas.
***
Tepat pukul tujuh malam, Kaila yang sudah bersiap siap untuk pergi ke pesta ulang tahun May, sesuai perjanjiannya dengan Rha Woon.
Kaila hanya menggunakan gaun sederhana berwarna coklat supaya dia leluasa untuk bergerak jika ada hal yang tidak di inginkan terjadi.
Namun, saat kaila hendak keluar dari kamar, Daniel sudah berdiri tepat di depan pintu.
Kaila tertegun sejenak melihat penampilan sang kakak, menggunakan outfit serba hitam.
"Hei, tumben kakak berpakkaian sepeeti ini?" tanya kaila sambbil berjalan mengelilingi Daniel.
Danieel memainkan kedua alisnya sambil membenarkan topi hitam yang ia kenakan.
"Tentu saja, malam ini aku di tugaskan ayah untuk mengantarkanmu ke pesta." kata Daniel.
Mata Kaila mebulat sempurna mendengar pernyataan Daniel, bagaiamana mungkin ayahnya bisa tahu kalau malam ini Kaila hendak pergi ke pesta.
"Tapi kak, aku bisa pergi sendiri," kata Kaila.
"Tidak, tidak. Aku harus memastikan kau pulang dengan selamat. Ayo, kita berangkat." Pungkas Daniel.
Kaila menganggukkan kepalanya, lalu berjalan bersama keluar dari rumah. Selama perjalanan di dalam mobil, kaila menghubungi Rha Woon lewat pesan singkat dan merubah rencana awal, karena Kaila di antarkan oleh kakaknya.
Sesampainya di halaman kelab, Daniel memarkir mobilnya kemudian Kaila kelua dari dalam mobil.
"Kakak tunggu di sini," kata Kaila.
Daniel menganggukkan kepalanya.
"Kalau ada apa apa, cepat hubungi aku dan jangan lama lama, aku beri kau waktu tiga puluh menit saja," pesan Daniel.
Kaila mengangkat kedua jempolnya sambil tersenyum, lalu berjalan menuju kelab.
Sepeninggal kaila, Daniel mengambil ponselnya dan membiarkan pintu mobil tetap terbuka.
Selang beberapa menit.
BUKK
Daniel di kejutkan oleh seorang gadis yang menabrak pintu mobil yang terbuka.
"Tolong aku..." kata gadis tersebut, wajahnya betlumuran darah hingga tidak di kenali Daniel.
"Tolong aku cepat, mereka akan membunuhku..." ucap gadis itu.
"Cepat tolong aku..." ucap gadis itu masuk ke dalam mobil dan meringkuk ketakutan.
Tanpa pikir panjang, Daniel melajukan mobilnya dengan pintu mobil masih terbuka karena pria yang mengejar gadis tersebut sudah mendekat.
BRUMMMM
Mobil melaju dengan kencang, dan pintu mobil yng terbuka menabrak dua pria yang menghadang mobil Daniel.
DOR
DOR
Suara peluru mengenai kaca belakang mobil. Beruntung, mobil yang Daniel gunakan anti peluru.
"Siapa mereka?" tanya Daniel, namun gadis yang di tanyai sudah tidak bersuara.
DOR
DOR
Daniel menoleh ke belakang, nampak dua mobil hitam mengejar dan terus menembakinya. Daniel nmerasa ada yang tidak beres, lalu ia teringat dengan kaila yang ada di dalam kelab.
Daniel melajukan mobilnya dan berputar arah menuju kelab lalu menabrak pintu utama.
PRANKKK
Semua orang yang ada di pesta teersebut berlarian menyelamatkkan diri supaya tidak tertabrak.
DOR
DOR
Musuh terus menembaki mobil Daniel.
"Di mana Kaila?" tanya Daniel terus melajukan mobilnya di lantai dansa dan berputar merusak semua barang yang ada di dalam kelab, dan mencari keberadaan kaila.
"Kakak!"
Daniel mengalihkan ke arah sumber suara, nampak kaila dan Rha Woon bersembunyi di balik pilar.
Daniel melajukan mobilnya mendekat ke arah pilar tersebut, kemudian kaila dan Rha Woon mauk ke dalam mobil.
"Kita harus secepatnya meninggalkan tempat ini." Kata Daniel.
DOR
DOR
Mobil Daniel di hujani peluru, situasi semakin tidak terkendali. Daniel menabrak apapun yang ada di depannya.
"Kakak, ayo cepat. Mereka semakin banyak!" teriak Kaila sedikit khawatir kalau kakaknya tidak bisa menguasai situasi.
"Kalian pegangan yang erat!" perintah Daniel.
cekiiittt
Suara ban mobil beradu dengan lantai dansa, saat Daniel menginjak gas lalu menabrak orang orang yang menghadang jalannya sambil mengarahkan senjata api laras panjang.
DOR
DOR
Daniel menabrak pria tersebut dan berhasil keluar dari dalam kelab.
Kaila menoleh ke belakang, mereka tidak lagi mmengejar dan Daniel dapat bernapas dengan lega
"Kak, siapa wanita ini?" tanya Kaila memperhatikan gadis yang meringkuk di kursi depan berlumuran darah.
"Aku tidak tahu, kita harus membawanya pulang ke umah." kata Daniel.