
Di kediaman ryu.
Kaila sudah bersiap siap untuk pergi kesekolahnya yang baru. Khai terlihat tengah berdebat dengan ayahnya. Pasalnya Khai tetap menolak keinginan ayahnya untuk menemani Kaila ke sekolah barunya.
Khai tidak mau meninggalkan kuliahnya dengan alasan sebentar lagi lulus dan meminta Genzo untuk mempercayakan Kaila, bisa menjaga dirinya.
Setelah melewati perdebatan panjang, akhirnya Genzo mengalah dan mempercayakan Kaila sekolah sendirian tanpa di temani Khai.
"Ingat semua pesan ayah, kalau ada yang berbuat jahat padamu melebihi batas. Kau boleh mlawannya." Pesan Genzo pada Kaila.
"Ayah tenang saja, aku ingat semua pesan ayah dan aku akan jadi murid yang baik." Balas Kaila sambil tersenyum mengembang.
"Satu lagi, kalau ada apa apa. Kau hubungi kakakmu," kata Genzo menoleh ke arah Khai yang menepuk dadanya sendiri.
Kaila berjaln ke arah Genzo dan bergelayut manja di lengannya.
"Ayah tidak perlu khawatir, aku bisa menjaga diri." Kata Kaila meyakinkan.
"Ayah percaya padamu, ayo sekarang kau berangkat sebelum kesiangan." Genzo dan Kaila berjala bersama di ikuti Khai dari belakang.
Sepanjang perjalanan menuju sekolah, Kaila nampak bersemangat dengan bernyanyi. Sementara khai bertanya kegiatan ayahnya hari ini.
Tak lama kemudian, mereka telah sampai di depan pintu gerbang sekolah. Kaila keluar dari dalam mobil lalu melambaikan tangannya saat mobil Genzo melaju meninggalkan sekolah.
Kaila balik badan dan tersenyum menatap lurus ke depan.
ALEXANDER HIGH SCHOOL.
Kaila mengalihkan pandangannya ke arah siswa dan siswi yang memprhatikannya dan ada juga yang sedang berbisik bisik dengan temannya.
Kaila tidak memperdulikannya, ia berjaln memasuki halaman sekolah tersebut dan berhenti tepat di depan tangga. Dengan sigap ia menangkap tubuh gendutnya Sachi yang terjatuh dari atas tangga akibat perbuatan May dan teman temannya.
Sachi memeluk erat tubuh Kaila, dan tengadahkan wajah menatapnya dengan mata melebar.
"Te, terima kasih,' ucap Sachi.
Namun kaila tidak memperhatikan Sachi, ia menggeser tubuh Sachi dengan tatapan tajam ke arah May. Kemudian ia berjalan perlahan menaiki anak tangga dengan tatapan terus ke arah May.
May membalas tatapan Kaila, dengan bingung. Ia melihat wajah Sachi di wajah Kaila, dengan postur tubuh yang berbeda lebih cantik dan terawat.
"Apa mereka kembar?" tanya Aurora pada May.
May hanya diam menatap tajam wajah Kaila.
"Kau anak baru bukan, jangan ikut campur,,' ucap May.
kaila masih diam menatap tajam may.
"Atau kau kembarannya yang datang dari dimensi lain dan hendak menyelamatkan saudaramu?" ledek May, lalu tertawa di ikuti oleh Aurora.
Kaila masih enggan menjwab, tangannya terulur lalu mendorong tubuh May hingga terjatuh dari tangga dengan posisi telungkup di lantai. Semua siswa dan siswi yang menyaksikan adegan tersebut, tertawa bersama.
May bangkit, lalu berdiri menghadap ke arah tangga. Kaila yang berada di atas tangga turun mendekati May.
"Kau tidak tahu, sedang berhdapan dengan siapa." Ancam May.
"Hei, rusan kita belum selesai!" teriak May, saat melihat Sachi dan kaila menaiki anak tangga meninggalkannya dan membuat May semakin marah.
"Lihat saja nanti." Batin May.
****
Genzo baru saja keluar dari panti rehabilitasi milik Ryu setelah selesai membantu memindahkan para pasien yang melebihi kapasitas. Genzo bergegas ke area parkiran, dan baru saja sampai. Seorang wanita cantik berdiri beersandar ke mobil milik Genzo dan tersenyum mengembang.
"Hai..." sapa Alexa.
Genzo diam sejenak menatap wanita yang masih ia cintai sampai sekarang. Ia tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya bisa bertemu Alexa lagi setelah sekian lama mereka tidak bertemu lagi sejak Genzo memilih Althea menjadi istrinya.
"Apa kabar?"
Alexa berjalan menghampiri Genzo.
"Baik..."
Genzo diam sesaat dan menundukkan kepalanya, lalu menatap wajah yang selama ini ia rindukan. Ada rasa ingin memeluknya, namun Genzo masih kikuk dengan pertemuan yang tak terduga dengan ALexa.
"Bagaimana kalau kita minum kopi di tempat biasa, apa kau masih ingat?" tawar Alexa.
Genzo hanya mengangguk, sebagai jawaban bahwa ia setuju dengan tawaran Alexa, keudian membuka pintu mobil dan mempersilahkan Alexa masuk ke dalam mobil di susul oleh Genzo.
Sepanjng jalan, awalnya hening. Tidak ada yang membuka suara, tak lama kemudian Alexa mulai bercerita mengingat masa muda mereka bersama kItaro dan Ariela. Perlahan Genzo pun ikut bicara menimpali semua candaan Alexa. Kekakuan yang tercipta mulai mencair, tidak ada rasa canggung lagi diantara mereka.
Tak terasa, mereka telah sampai di halaman sebuah kafe yang dulu sering mereka singgahi. Genzo memarkirkan mobilnya lalu keluar dari dalam mobil dan membantu Alexa, kemudian mereka melangkah bersama memasuki kafe.
Didalam kafe, mereka duduk berdua beerhadapan di temani dua cangkir kopi. Tidak ada lagi kecanggungan diantara mereka.
Alexa lebih berani dari sebelumnya, ia menggenggam erat tangan Genzo dan mulai bicara serius mengenai hubungan mereka yang pernah kandas karena kesalahan Genzo sudah menghamili Althea tanpa kesengajaan.
"Aku masih mencintaimu, dan aku iingin megulang semuanya dari awal bersamamu," kata Alexa menatap kedua bola mata Genzo yang tengah menatapnya.
"Masih terlalu cepat, Al..." jawab Genzo.
Alexa menundukkan kepalanya, dan tersenyum.
"Aku turut berduka cita.." ucap Alexa.
Genzo menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Terima kasih."
"Aku memang tidak bisa menggantikan posisi Althea di hatimu, dan anak anakmu,' sahut Alexa.
"Tidak Al, bukan begitu. Mungkin aku akan bicara dengan anak anak." Kata Genzo.
Alexa mengangguk dan terssenyum.
"Terima kasih..."