
Sesampainya di halaman rumah, Kaila dan Rha Woon keluar dari dalam mobil, sementara Daniel menggendong gadis yang sudah tidak sadarkan diri masuk ke dalam rumah.
"Ada apa?!" tanya Davira dan Genzo bersamaan melihat Daniel menggendong seorang gadis berlumuran darah.
"Kakek!!!" Daniel memanggil Ryu.
Ryu keluar dari dalam kamar menghampiri Daniel.
"Ayo cepat bawa ke ruang medis." kata Ryu.
Daniel bergegas membawa gadis itu ke ruang medis di ikuti yang lain. Sesampainya di dalam ruangan medis, Daniel meletakkan gadis itu di ranjang, lalu Ryu meminta Davira membantunya untuk membersihkan darah di wajah gadis itu.
Sementara Daniel dan yang lain menunggu di sudut ruangan memperhatikan Ryu dan Davira mengobati gadis tersebut.
Tak lama, Xavier, Gio, dan Khai masuk ke dalam ruangan dan bertanya apa yang terjadi, pertanyaan yang sama di lontarkan Genzo.
Daniel menceritakan kepada mereka semua, apa yang terjadi di kelab tadi. Mereka semua menoleh ke arah Kaila dan Rha Woon dan baru menyadari kehadiran teman Kaila.
"Kau siapa nak?" tanya Genzo.
Rha Woon membungkukkan badan sesaat.
"Aku teman sekelas Kaila, paman." Jawab Rha Woon.
"Apakah aku mengenal orang tuamu?" tanya Genzo lagi.
Rha Woon menggelengkan kepala, dia mengaku kalau keluarganya berasal dari kalangan biasa yang bermarga Woon.
Genzo mewenganggukkan kepalanya, dan ia pun tidak bertanya apapun lagi pada Rha Woon.
"Ini tidak mungkin!" seru Davira mengejutkan Genzo dan yang lain, lalu mereka menghampiri gadis yang suda di bersihkan darah di wajahnya.
"Sachi!" teriak kaila.
"Sachi?" ucap Genzo dan yang lain memperhatikan wajah gadis itu mmirip dengan Kaila.
"Siapa Sachi?" tanya Genzo memperhatikan gadis itu dan kaila bersamaan.
Semua terdiamm menatapp wajah Sachi, mmereka bingung mengapa wajahnya mirip dengan kaila.
Ryu meminta penjelasan kepada Kaila mengenai latar belakang Sachi.
"Sachi putri nyonya Alexa," jawab Kaila.
"Alexa?" gumam Genzo, lagi lagi dia di hadapkan dengan nama Alexa.
"Bagaina dengan Sachi, kek??" tanya Kaila terlihat khawatir, i merasakan nyeri di dadanya melihat kondisi Sachi.
"Sachi harus di rawat intensif, kakek belum bisa memberikan keterangan apa apa. Sebaiknya kita bawa dia ke rumah sakit sekarang juga," saran Ryu, karena alat alat di rumahnya tidak memadai.
"Aku mau tes DNA!" seru Kailla mengejutkan yang lain.
"Tes DNA?" tanya Genzo.
"Aku setuju." Timpal Ryu.
"Xavier, bawa gadis ini sekarang juga," perintah Ryu.
"Baik kek."
Xavier menggantikan Daniel menggendong Sachi yang takk sadarkan diri, di ikuti Genzo, Gio dan Kila. Sementara Daniel di rumah menemani Davira dan menunggu Altheo yang belum pulang, Khai sendiri mengantarkan Rha Woon pulang ke rumahnya.
***
Pagi pagi sekali, Altheo mengntarkan kaila ke rumah sakit untuk tes DNA. Keinginan Kaila begitu kuat dan merasa ada ikatan dengan Sachi, meski ia sendiri tidak yakin dengan apa yang ia rasakan saat ini.
Namun dukungan dari kakek dan kakaknya membuat Kaila yakin, kalau keputusannya sudah benar. Sepanjang jalan koridor rumah sakit, keringat dingin mebasahi wajah dan telapak tangan Kaila. Ia memikirkkan bagaimana jika Sachi adalah kembarannya?
Suara langkah tergesa gesa mengalihkan pandangan Genzo dan Gio yang semalaman berada di rumah sakit mmenunggu Sachi sadar, namun sapai pagi ini Sachi sama sekali belum siuman.
"Ayah..." sapa Kaila.
"Bagaimana dengan Sachi?" tanya Altheo.
Genzo enggelengkan kepalanya, ia menjelaskan pada merekka kalau gadis itu belu siuman. Saat merekka tengah bicara, tiba tiba Ryu datang membawa dokumen di tangannya, lalu mengajak Genzo dan yang lain masuk ke dalam ruangan.
Di dalam ruangan sejenak hening, tidak ada yang bicara. Mereka memperhatikan Sachi, tubuhnya di penuhi alat alat medis.
"Ayah, bagaimana keadaan gadis ini?" tanya Genzo pada Ryu.
"Sachi mengalami kekerasan, ada tulang rusuknya yang patah. Benturan benda tumpul di kepalanya, dan ada pembekuan darah di otak." Jelas Ryu panjang lebar.
"Siapa yng sudah tega menyiksa gadis ini?" tanya Genzo.
Ryu menggelengkan kepalanya pelan, ia tidak tahu siapa yang sudah melakukannya. Harus di lakukan visum untuk mengetahui lebih jelas penyebab Sachi dalam keadaan buruk seperti sekarang.
'Aku tahu siapa yang melakukannya." sela Kaila dengan tatapan marah.
Ryu dan yang lain menoleh ke arah kaila.
"Siapa?" tanya Ryu.
Kaila mengingat kejadian yang sudah lewat saat Rha Woon mengajaknya ke sebuah kelab, lalu ia mmenceritakan apa yang terjadi.
Genzo dan yang lain saling pandang sesaat, mereka sepertinya harus membantu Sachi dan menemukan pelaku di balik semua kejadian yang beruntun dan melibatkan nama Alexa.
"Kakek, bisa kita lakukan tes DNA sekarang?" tanya Kaila.
"Tentu sayang,' sahut Ryu, lalu mengajak Kaila menuju ruuangan lain setelah mengambil sampel darah Sachi.
"Aku ada urusan, sebaiknya kau tunggu adiku di sini.' kata Genzo pada ALtheo dan Gio.
"Baik ayah..' sahut Gio.