THE MAFIA BRIDE 3

THE MAFIA BRIDE 3
BAB 16 - MB3



Di sekolah.


Sudah beberapa hari, Kaila tidak melihat Sachi. Ia penasaran, lalu mendatagi kelas Sachi.


"Apa kau mencari si gendut?"


Sejenak kaila menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah May dan kawan kawannya yang tertawa. Kaila kembali mengalihkan pandangannya memperhatikan satu persatu siswa dan siswi yang ada di dalam kelas, namun Sachi tidak ada diantara mereka.


'Percuma kau mencari si gendut di sini, dia sudah tidak ada. Atau kau mau menggantikan si gendut untuk menjadi kacung kami?" ledek May, searaya tersenyum ke arah Lee yang berada di sampingnya.


BUKKK


Satu buah sepatu melayang tepat mengenai kepala Kaila.


"Ambil sepatunya dan berikan padaku!" perintah Lee.


Kailatidak bergeming dari tempatnya, bahkan menolehpun tidak. Membuat Lee kesal merasa di permainkan. Lee membuka sala satu sepatunya lagi lalu di lemparkan ke arah Kaila.


TAPP


Kaila balik badan dan menangkap sepatu milik Lee, dengan cepat ia lemparkan sepatu itu ke wajah Lee.


BUUKK


Seketika kelas yang tadinya riuh oleh tawa mereka yng mentertawakan kaila, tiba tib amenjadi hening saat sepatu melayang di kepala Lee.


Raut wajah Lee berubah merah padam, menatap marah ke arah kaila.


"Sial!"


Lee berjalan mendekati Kaila seraya mengepalkan tangannya hendak meninju wajah Kaila.


TAPPP


Sebelum tangan Lee sampai di wajahnya, Kaila lebih dulu menepis tangan Lee, lalu menghajar wajah Lee hingga tersungkur di lantai.


"Kau salah sasaran.." ucap Kaila hendak menginjak bahu Lee.


Namun seseorang menarik lengan Kaila hingga mundur ke belakang. kaila menoleh ke arah Rha Woon.


"Aku tahu di mana Sachi, kau jangan buang buang waktu dengannya."


Kaila menganggukkan kepalanya, lalu beranjak pergi mengikuti langkah Rha Woon.


"Ada yang tidak beres dengan Sachi..." ucap Rha Woon.


Kaila tidak berkata ap apa, ia hanya mempercayakan semunya pada Rha Woon, mereka berdua naik ke atas motor lalu meninggalkan sekolah. Bahkan kaila tidak tahu, kemana Rha woon akan membawanya.


Tak lama kemudian, Lee menepikan motorya tak jauh di belakang sebuah kelab malam. Merek berdua turun di atas motor dan memperhatikan ke arah pintu belakang kelab yang terdapat pagar berduri.


"Sachi ada di dalam," jawab Rha Woon.


"Kau serius??" tanya kaila melirik sesaat ke arah Rha Woon.


Rha Woon menganggukkan kepalanya, lalu melepas kaca mata tebalnya dan di masukkan ke dalam saku celana.


"Kit harus melompati pagar, aku yaki8n kau bisa."Kata Rha Woon, tanpa bicara apa apa lagi ia langsung memajat pagar berduri tanpa kesulitan.


"Dia mengajakku bercanda..." gumam kaila, lalu mengikuti cara Rha Woon memanjat pagar berduri itu.


Mereka berdua saling menatap setelah berada di dalam pagar tersebut.


"Dari mana kau tahu, kalau aku bisa memanjat pagar itu?" tanya Kaila.


Rha Woon hanya tersenyum, lalu menarik tangan kaila dan mereka berjalan mengendap endap ke arah pintu belakang tanpa sepengetahuan beberapa penjaga yang berkeliaran di depan pintu utama.


"Kita harus hati hati," kata Rha Woon.


Kaila menganggukkan kepalanya, lalu mereka berdua membuka pintu belakang, dan masuk ke dalam kelab.


Di lantaai dansa mereka berjalan perlahan lalu berlari menuju lorong kelab menuju tangga darurat menuju lantai dua.


Sesampainya di lantai dua, mereka berjalan mengendap dari satu pilar ke pilar lain, karena terdapat penjagaan ketat di sekitar kamar yang sedang merekka jaga.


Tak lama kemudian mereka berdua melihat dua orang pria keluar dari kamar membawa seorang gadis dalam keadaan terikat.


Kaila mengenali gadis itu yang tak lain adalah Sachi, ia hendak berlari menghampirinya, namun Rha Woon mencegahnya.


"Apa kau sudah gila?"


"Sachi membutuhkanku, apa kita hny diam saja?" jwab Kaila kesal.


"Aku tahu, tapi kau lihat dulu.." tunjuk Rha Woon ke arah beberapa penjaga yang keluar dari ruangan lain.


"Mereka bawa ke mana Sachi, dan siapa wanita itu?" tanya Kaila menatap ke arah seorang wanita cantik yang menyeret tubuh Althea dalam keadaan babak belur ke lantai bawah.


Di saat mereka melewati pilar besar tempat persemmbunyian Kaila dan Rha Woon.


Kaila terus memandangg wajah Althea, dan matanya sedikit terbuka dan melirik ke arah kaila dan tersenyum samar.


Jantung kaila berdebar saat Althea melirik ke arahnya dan tersenyum, tanpa ia sadari kakinya melangkah dan tidak bisa di cegah oleh Rha Woon.


"Kaila!" pnggil Rha Woon,, membuat para penaga menoleh ke arah mereka.


Rha Woon menyadrai kalau dirinya dan kaila dalam bahaya, ia berlari ke arah kaila dan menarik paksa tangannya lalu berlari menuju tangga darurat.


"Tangkap mereka!!"