THE MAFIA BRIDE 3

THE MAFIA BRIDE 3
BAB 39 - MB3



Sementara itu di sekolah, Kaila tengah menikmati makan siang di kantin bersama Rha Woon, tiba tiba ponsel Kaila berbunyi.


Kaila mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja.


"Siapa?' tanya Rha Woon, melihat perubahan raut wajah Kaila.


"Lihat ini.." ucap Kaila.


Rha Woon pindah duduknya di samping Kaila, lalu mereka berdua menonton sebuah video kiriman dari nomer tak di kenal.


Saat mereka menonton vide tersebut, air mata Kaila jatuh membasahi pipinya, dadanya sesak dan merasakan sakit yang luar biasa saat menonton video tersebut.


Ternyata dalam video itu terlihat Sachi tengah di buly dan di paksa melayani nafsu dua pria hidung belang.


"Siapa yang melakukan ini?" tanya Rha Woon sambil menggebrak meja.


"May!" seru Kaila langsung mengarah pada saudaranya Sachi.


Rha woon dan kaila bergegas meninggalkan kantin mencari keberadaan May.


Namun sudah di cari di setiap ruangan, May tidak di temukan. Sampai akhirnya ada seorang siswi yang memberitahu mereka kalau May, ada di atap lantai dua sekolah.


Rha Woon dan Kaila bergegas menuju lantai dua sekolah dan ahirnya mereka berhasil menemukan may sedang bersama genknya.


Melihat kedatangan Rha Woon dan kaila, May tersenyum cemooh menyambut kedatangan mereka berdua.


"Lihatlah, siapa yang datang." Kata May, semua teman temannya menatap ke arah Rha Woon dan kaila, termasuk lee.


"Kau yang mengirim video ini, bukan?" tanya Kaila, menatap marah dan tubuhnya gemetar. Rasanya Kaila ingin menghabisi may saat itu juga.


May tersenyum sinis, menoleh ke arah teman temannya sekilas. Lalu berjalan menghampiri kaila.


"Aku tidak tahu, gadis ****** itu memang pantas mendapatkan itu semua," ejek May.


"Kau yang ******!" teriak Kaila seraya mengangkat tangannya lalu menampar wajah may dengan kuat hingga oleng kesamping.


"Kurang ajar, sialan!" teriak May hendak membalas tamparan kaila, namun tangan ma di tepis oleh Rha Woon.


Di saat bersamaan, lee menghampiri Rha Woon lalu mendorong tubuhnya hingga menjauh dari May.


"Kau tidak perlu ikut campur, biarkan mereka selesaikan masalahnya," ucap lee.


"Diam." Kata Lee, lalu mengalihkan pandangannya pada May. Ia mempercayai may dapat mengalahkan kaila, selama ini May di ajari bela diri olehnya untuk membalas Kaila.


"Tunjukkan kekuatanmu, buat gadis sombong ini diam dan bertekuk lutut.' Perintah Lee pada May, yang di jawab dengan anggukkan kepala saja.


"Tenang saja, pahlawan kesiangan ini akan menyesal karena sudah ikut campur dalam kehidupanku," ejek May.


"Brengsek, jangan banyak bicara!" seru kaila sambil memukul kepala May, membuat gadis itu menggeram marah dan mengangkat tangannya memukul wajah Kaila.


Namun dengan sigap, Kaila berkelit dan berhasil menghindari pukulan May. May semakin dibuat emosi saat serangannya berhasil kaila tepis.


"Ayolah may, jangan mau kalah!" Lee terus memprovokasi may. Sementara teman temannya yang lain memberikan semangat pada may.


"Habisi kaila!"


May semakin brutal menghajar dan memukul kaila, namun Kaila yang sudah terlatih, bisa membaca setiap pergerakan May dengan mudah. Sorak kecewa dari teman teman May, saat kaila menendangg perut May hingga terpental dan jatuh telungkup di lantai.


Kaila bergegas menghampiri May, menarik rambutnya hingga wajah may tepat berada di wajah Kaila, dengan tangan mengepal. kaila mengancam may.


"Di mana Sachi?' tanya Kaila.


Namun may enggan untuk memberitahu, ia tertawa lebar memperlihatkan giginya berwarna merah darah.


bukkkk


Kaila menghajar wajah may.


"Katakan di mana Sachi?!"


Kaila di buat kesal, tangannya bersiap memukul wajah May lagi. Namun gerakannya tertahan karena May menahan tangan kaila.


"Terlambat, mungkin sekarang Sachi sudah bunuh diri.." ucapnya lalu berbisik di telinga kaila menyebutkan nama salah satu tempat rumah bordir.


BUKKK


Kaila menghantam wajah may cukup keras hingga tersungkur dan tak sadarkan diri. Kaila melirik tajam ke arah Lee, lalu berjalan menghampiri Lee. Bersamaan dengan Lee, melepaskan cemmngkramnnya di batang leher Rha Woon yang hampir kehabisan napas.


"Urusan kita belum selesai, aku akan mencarimu," ancam Kaila lalu menarik tangan Rha Woon meningggalkan sekolah saat itu juga menuju lokasi yang di sebutkan May.