
Alteo mengumpulkan dokter dan beberapa pegawai lainnya di ruang rapat setelah memastikan Selena mendapat perawatan.
Di ruangan rapat, Altheo meminta semuanya untuk tetap bekerja dan tidak terpengaruh dengan hal apapun yang terjadi di luar rumah sakit, apalagi mengenai penjualan dan isu miring mengenai adanya malpraktik.
Di saat Altheo sedang rapat, di saat bersamaan. Terjadi kebakaran di salah satu dapur rumah sakit.
Altheo dan para Dokter keluar dari rapat menuju ruangan yang terbakar. Benar saja, Altheo melihat asap tebal yang berasal dari dapur rumah sakit.
Altheo berlari ke arah lain dan memastikan tidak terjadi apa apa terhadap pasien. Dari jauh terdengar suara sirine pemadam kebakaran.
Dari pihak lain Xavier berlari ke kamar pasien yang berlari ketakutan karena asap mulai menyebar, namun langkah Xavier terhenti ketika melihat Altheo tengah membantu pasien.
Xavier memilih mengejar seorang pria yang berlari menuju pintu belakang membawa beberapa dokumen di tangannya.
Xavier menarik kerah baju pria tersebut dari belakang lalu menghempaskannya ke dinding.
Brukk
Xavier mendekatinya lalu merebut dokumen di tangan pria tersebut. Namun pria tersebut bangkit dan menghajar wajah Xavier hingga terhuyung ke belakang.
Xavier menatap tajam pria itu lalu maju dan menghajarnya berkali kali.
"Katakan, siapa yang menyuruhmu?" tanya Xavier.
Dorrr
Suara tembakan bersamaan dengan ambruknya pria dihadapannya.
Xavier berlari ke arah sumber suara, namun ia tidak menemukannya.
"Ada yang menginginkan rumah sakit kakek.." gumam Xavier.
Xavier bergegas menemui Altheo dan menceritakan semuanya, rupanya Altheo menyadari ada yang tidak beres dan mengincar rumah sakit itu.
Setelah semua selesai di urus, Xavier dan Altheo pulang ke rumah dan meminta semua anggota keluarganya berkumpul di ruangan.
Ryu dan Genzo mendengarkan dengan seksama apa yang di ceritakan Xavier dan Altheo. Sementara Daniel sibuk dengan laptopnya mencari informasi mengenai isu yang beredar.
"Ada pihak tertentu yang ingin memiliki rumah sakit kakek." Kata Xavier.
"Tapi mereka bukan mengincar rumah sakit, ada sesuatu yang tersimpan di rumah sakit kakek." Timpal Altheo.
Genzo dan yang lain mengalihkan pandangannya ke arah Ryu yang tengah berfikir keras.
"Kita membutuhkan kakek Kenzi dan nenek Siena." Timpal Daniel.
"Struktur rumah sakit yang di buat, ada ruang kosong di bawah tanah."
Semua orang menatap ke arah Daniel.
"Kau dapatkan informasi dari mana?" tanya Genzoo.
"Chip, aku menemukannya tergeletak di kamar kakek Kenzi, kalian ingat waktu ada pencurian di kamar kakek?" kata Daniel.
Ryu dan yang lain berdiri menghampiri Daniel dan memperhatikan layar monitor, dan benar saja. Denah yang dibuat terdapat satu ruangan dan lorong rahasia.
"Apa kakek tau, ada apa di ruangan itu?" tanya Genzo.
"Aku tidak tahu pasti.." jawab Ryu.
"Terjawab sudah, meskipun kita tidak tahu apa isinya." Timpal Altheo, lalu mereka kembali duduk di kursi masing masing.
"Kita harus mencari kakek dan nenek!" seru Khai.
"Aku sudah kerahkan orang untuk mencari ayah dan ibu, tapi sampai sekarang belum di temukan. Di mana mereka sebenarnya.." ucap Ryu.
Saat mereka sedang berfikir keras, Gio teringat adiknya Kaila.
"Kaila siapa yang jemput?"
Khai tersadar dan menepuk keningnya lalu berdiri dan berlari keluar sambil berteriak.
"Ya Tuhan, aku lupa jemput Kaila!"
Sesampainya Khai di depan pintu gerbang sekolah yang telah sepi, ia bertanya kepada penjaga sekolah, apakah dia melihat Kaila.
Namun penjaga itu mengatakan kalau Kaila sudah pulang di antar teman sekolahnya. Khai berfikir kalau itu adalah Rha Woon.
"Bagaimana mungkin Kaila belum sampai, kalau dia pulang sudah tiga puluh menit yang lalu?" tanya Khai pada dirinya sendiri.
Khai kembali bergegas melajukan mobilnya menyusuri jalan raya, mencari Kaila dan Rha Woon.
Namun, sepanjang jalan ia tidak menemukan mereka dan akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah melaporkannya.
Namun, sesampainya di rumah. Ternyata Kaila sudah ada di rumah dan sedang ikut mengobrol dengan saudaranya yang lain. Khai bernapas dengan lega, dan semua pikiran buruknya sirna seketika.