THE MAFIA BRIDE 3

THE MAFIA BRIDE 3
BAB 15 - MB3



Altheo gagal menemui kliennya di karenakan itu semua hanyalah sebuah jebakan yang di buat untuk melenyapkan nyawanya, dan kebingungan ALtheo semakin bertambah sejak melihatnya dengan wanita lain.


"Aku seprti pernah melihat wajah wanita itu, tapi di mana?" ucap ALtheo berdecak kesal karena ia sama sekali tidak mengingatnya.


Altheo melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul satu siang, dan ia memutuskan untuk menjemput adiknyaKaila. Sepanjang perjalanan menuju sekolah ia tidak berhenti memikirkan kejadian yang baru saja menimpanya, ia merasa akhir akhir ini banyak sekali kejadian aneh.


Sesampainya di pintu gerbang sekolah, Altheo keluar dari dalam mobil dan memperhatikan siswa dan siswi keluar dari sekolah. Altheo melepaskan kaca mata htamnya, dan matanya melebar menatap Sachi sedang beralan tergesa gesa mendekatinya.


"Apa aku salah lihat, adikku dalam sehari bisa berubah menjadi gendut?"pikir Altheo.


Saat Sachi melewatinya, Altheo menarik tangannya.


"Kaila?"


Sachi menoleh dan tersenyum pada Altheo.


"Kaila masih di dalam kak.." sahut Sachi.


"Kakak!!"


Sachi dan ALtheo mengalihkan pandangannyapada Kaila yang berlari mendekat sembari melambaikan tangannya padanya.


"Kaila..." ucap Altheo menaap wajah adiknya dan Sachi secara bergantian.


"Kak, dia teman baruku namanya Sachi. Kita seperti kembar bukan?" tanya Kaila sambil merangkul bahu Sachi dan tersenyum mengembang.


Altheo memperhatikan wajah mereka berdua, seperti anak kembar hanya bedanya Sachi lebih gendut. Altheo mengerjapkan mata dan tberfikir tidak mungkin mereka kembar.


"Benar, kalian mirip sekali." Kata Altheo.


"Kakak, terlalu berlebihan.." kata Sachi tersipu malu.


"Kita pulang bareng bagaimana, biar kami antarkan kau pulang," tawar Kaila.


Sachi terdiam, ia tidak enak menolak tawaran Kaila. Tetapi kalau mama nya tau dia dekat dengan orang lain pasti mama nya akan menyiksanya. Namun pada akhirnya Sachi menerima tawaran Kaila.


Altheo membukakan pintu mobil untuk Kaila dan Sachi, kemudian ia menyusul masuk ke dalam mobil dan melajukannya meninggalkan sekolah.


Sepanjang perjalanan, Kaila terus mengajak bicara Sachi dan Altheo memperhatikan mereka berdua lewat kaca spion depan.


"Cara bicara, senyumannya, wajahnya, mereka terlihat seperti anak kembar." Batin Altheo.


Sesampainya di pintu gerbang rumah Sachi, ia bergegas keluar dari dalam mobil dan membungkukkan badannya sebagaai tand terima kasih, setelah itu ia berlari memasuki halaman rumahnya.


Altheo menatap ke rh seorang wanita yang berdiri di balkon lantai dua yang menatap ke arahnya.


"Sepertinya aku butuh istirhat, pikirnku mulai kacau." Batin Altheo lalu melajukn mobilnya meninggalkan rumah Sachi.


Sementara Sachi tidak mengetahui kalau Alexa sudah ada di rumah dan memperhatiknnya sejak tadi.


"Mama?" ucap Sachi menatap Alexa yang berdiri tegap menatap tajam ke arahnya.


"Sudah kubilang jangan berteman dengan siapapun, rupanya ku mulai melanggar peraturanku," ucap Alexa.


"Ma, aku...?" Sachi tidak melanjutkna ucapannya karena tangan Alexa lebih dulu menarik rambut Sachi.


"Mulai sekarang kau berhenti sekolah," ucap Alexa lalu menarik dan menyeretnya dengan paksa keluar dari rumah, lalu di masukkan ke dalam mobil.


Sepanjang jalan, Sachi bertanya mau di bawa kemana dirinya, namun hanya tamparan dan pukulan yang Sachi terima hingga gadis itu terdiam merasakan sakit di wajah dan kepalanya.


Di dalam kamar, Alexa memaksa Sachi duduk di kursi lalu menyuruh ank buahnya untuk mengikat tubuh Sachi di kursi.


"Ma, apa salahku..." ucap Sachi, air mata jatuh membasahi pipinya.


Alexa tidak menjawab pertanyaan Sachi, ia menyuruh anak buahnya memasang cctv di kamar tersebut, setelah seleesai ia dan anak buahnya meninggalkan Sachi begitu saja.


****


Gemerlap malam dan suara hingar bingar musik dj di kelab milik Alexa.


Nampak di ruangan yang berukuran besar, Althea sudah menggunakan gaun seksi di bawah ancaman senjata api.


Aleexa menyuruh Althea untuk melayani nafsu laki laKi hidung beang yang dtang ke kelb tersebut dengan bayaran yang tinggi. Namun ALthea masih tetap menolak untuk mengikuti kemauan Alexa.


Akhirnya Alexa mengambbil jalan lain untuk menghancurkan Althea.


"Lepaskan aku, wanita sialan," umpat ALthea menatap marah ke arah Alexa yang duduk di kursi tersenyum kearahnya.


"Kau tinggal pilih, harga diri atau putrimu." Ancam Alexa.


Althea terdiam mendengar kata 'putri'.


"Di mana putriku!!" teriak Althea berusaha memberontak dari cengkraman anak buah ALexa.


"Tenanglah, asal kau jdi anjing peliharaaku. Maka putrimu, akan baik baik saja."


"Terkutuk kau, Alexa!!" umpat Althea.


Alexa menatap benci wajah Althea, lalu ia meminta anak buahnya untuk menyalakkan layar monitor.


"Lihat.." ucap Alexa menunjuk ke arah layar monitor.


Althea mengalihkan pandangannya ke arah lyar monitor yang menyala, matanya melebar mulutnya menganga melihat seorang gadis terikat di kursi.


"Apakah itu putriku?" ucap Althea dengan nada bergetar.


"Sachi," sahut Alexa.


"Sachi..putriku.." gumam Althea, tak terasa air mata jatuh di pipinya.


"Lakukan apa mauku, atau kau akan melihat hal buruk terjadi pada putrimu." Ancam Alexa.


Althea melirik tajam ke arah Alexa.


"Jangan kau sentuh putriku."


Alexa tersenyum, lalu beranjak dari kursi dan mendekati ALthea.


"Kalau begitu, lakukan semua perintahku."


Tiba tiba Althea tertawa terbahk bahak, membuat ALexa kebingungan dengan reaksi Althea tidak sesuai harapannya.


"Wanita iblis, kau pikir aku percaya? lakukan saja apa maumu pada gadis itu, aku tidak perduli. Cuihh!!" umpat Althea seraya meludahi wajah Alexa.


PLAKKK


"Hajar wanita itu sampai dia lupa siapa namanya!" perintah Alexa lalu balik badan dan bweranjak peergi meninggalkan ruangan Dari jauh, Alexa bisa mendengar jelas suara jeritan Althea dari dalam ruangan.