THE MAFIA BRIDE 3

THE MAFIA BRIDE 3
BAB 38 - MB3



Sepanjang perjalanan ke kantor Polisi, Altheo memperhatikan Selena diam diam. Selena yang menyadari kalau Altheo memperhatikannya, ia memilih melihat jalan raya lewat kaca jendela.


"Kenapa kau melarikan diri dari rumahmu?" tanya Altheo.


Seketika Selena menoleh ke arah Altheo, mendapatkan pertanyaan tak terduga. Bagaimana Altheo tahu, kalau ia melarikan diri drai rumah?


"Aku tidak melarikan diri dari rumah, aku memang tinggal di apartemen itu dan hanya tinggal bersama ibuku." Jelas Selena.


Altheo tersenyum, ia sendiri asal bertanya. Siapa Selena, Altheo sendiri tidak tahu dan tidak ada niat untuk mencari tahu tentang gadis itu, yang Altheo mau, setelah Selena bersaksi atas kematian salah satu pasien yang tak lain istri seorang pejabat penting di kota itu. Altheo berniat untuk membebaskannya.


"Kau tersenyum?" tanya Selena, menatap bibir Altheo.


"Tidak, mungkin matamu bermasalah." Balas Altheo.


CEKIIIITTTT


Tiba tiba Altheo rem mendadak, membuat Selena kaget setengah mati, dan hampir memarahi Althro karena tiba tiba berhenti. Namun Selena menyadari satu hal, kalau mereka tengah di hadang orang orang tak di kenal, yang menggunakan motor.


"Siapa mereka?" tanya Selena.


Altheo menggelengkan kepalanya, lalu ia menoleh ke belakang dan ternyata ia sudah di kepung dari dua sisi dan tak ada jalan keluar.


"Kenapa kau diam, tabrak saja mereka." Kata Selena.


"Kau tidak takut?" tanya Altheo.


"Kau lebih menakutkan dari pada mereka." Balas Selena.


Altheo melirik tajam pada Selena.


"Maaf.." ucap Selena sambil tersenyum lebar.


Altheo mengalihkan pandangannya lalu menginjak gas, dan menabrakkan mobilnya ke arah mereka.


BRAKKKK


CEKIIITTT


Beberapa motor terjatuh dan sebagian menghindar, bersamaan dengan Altheo memutar arah mobilnya dan menabrakkan lagi mobilnya ke arah motor lainnya hingga si pengendara motor itu terjatuh dan ada yang terpental.


BRAKKKK


DOR


DOR


Suara tembakan dan peluru muli menghujani mobil ALtheo.


"Celaka, kita bisa mati!" umpat Selena.


"Pegangan yang kuat." Perintah ALtheo pada Selena.


Selena mengencangkan sabuk pengamannya tanpa ia sadari memegang lengan Altheo untuk berpegangan erat.


BRAKKKKK


DOR


DOR


Altheo membanting stir ke kanan, lalu melajukannya dan memutar arah menjadi berputar saat musuh semakin mendekat.


Satu persatu motor terjatuh dan beberapa pria terseret dan tertabrak mobil Altheo. BEgitu ada kesempatan, Altheo menginjak dan melajukan mobilnya melewati semua musuhnya.


Selena membuka matanya, dan menoleh ke arah belakang, mereka tidak lagi mengejar karena tertinggal jauh.


Selena bersorak sambil tertawa lebar, namun Altheo menghentikan mobilnya dan menatap tajam Selena yang sedang tertawa.


"Apa?" tanyanya.


"Lepaskan tanganku," kata Altheo.


Selena menarik tangannya, kukunya yang tajam menancap di kulit lengan Altheo dan sedikit berdarah.


"Maaf..."


Altheo menarik napas panjang, lalu melajukan lagi mobilnya namun bukan ke arah kantor polisi.


"Kita mau kemana?" tanya Selena.


"Pulang," jawab Altheo.


Selena langsung memukul tangan Altheo, ia menolak untuk pulang dan meminta Altheo untuk pergi ke kantor polisi dan memberikan kesaksian setelah itu ia bisa bebas untuk pergi.


"Aku tidak mau pulang ke rumahmu lagi!" protes Selena.


"Diamlah." Kata Altheo melirik tajam, membuat Selena terdiam dan duduk lagi dengan tenang.


"Bagaimana dengan ibuku..." ucap Selena.


"IBumu yang mana, bukankah wanita yang bersamamu bukan ibumu?"


DEG


Selena melirik Altheo, ia terkejut. Bagaimana mungkin Altheo bisa mengetahuinya.