THE MAFIA BRIDE 3

THE MAFIA BRIDE 3
BAB 21 - MB3



Sementara di tempat lain.


Altheo, yang berada di sebuah pertemuan peting menyambut kedatangan salah satu temannya di sebuah gedung tertutup.


Di luar dugaan Altheo, tempat penyambutan temannya itu tidak seperti dugaannya. Banyak sekali orang dari kalangan atas yang tidak Altheo kenal. Bahkan, suasana ruangan yang begitu besar, terdapat lantai dansa, iringan musik, wanita cantik dari berbagai negara dengan pakaian seksi dan macam macam minuman ber-alkohol.


Altheo merasa sangat tidak nyaman, namun ia merasa atidak enak harus meninggalka tempat tersebut. Hingga temannya menghampirinya dan bertanya melihat Altheo gelisah.


"Ayolah, nikmati saja apa yang sudah di sediakan bos ku." Kata Peter seraya menyodorkan segelas minuman pada Altheo.


"Kau bisa memilih salah satu wanita yang kau sukai.." kata Peter lagi.


Altheo menganggukkan kepala dan tersenyum yang di paksakan lalu mengambil gelas minuman di tangan temannya itu. keduanya mengalihkkan pandangan pada seorang pria berkepala plontos yang sedang berbicara dan akan segera memulai acara penyambutan.


Semua orang yang hadir di pesta tersebut, berdiri berjajar lalu membungkukkan badan saat seorang pria berbadan kekar, rambutnya tertata rapi memasuki ruangan tersebut lalu duduk di kursi yang sudah di sediakan di ikuti beberapa pria kekar bertato yang tak lain adalah bodyguard pria tersebut memenuhi ruangan.


Tak lama kemudian, si pria berkepala plontos mulai berbicara lagi. Dia mengumumkan bahwa akan ada dua penari tanpa busana sebagai sambutan. Dan pria tersebut mengatakan kepada semua orang yang hadir di ruangan itu untuk mempersilahkan mereka membawa salah satu penari untuk melakukan hal terlarang di tempat itu dengan bayaran yang fantastis.


Setelah pria itu berbicara, lampu di ruangan tersebut berubah terang sekali. Altheo semakin merasa tidak nyaman dengan pesta tersebut, namun ia terus berusaha untuk menenangkan diri.


Altheo mengalihkan pandangan ke arah pintu yang terbuka, nampak dua orang wanita masuk ke dalam rungan lalu berdiri di lantai dansa dengan kepala tertunduk sementara tubuhnya hanya di selimuti kain berwarna krem.


Altheo meras tidak nyaman dengan pemandangn itu, namun ia penasaran dengan wajah wanita tersebut.


"Apa aku tidak salah lihat?" batin Altheo melihat salah satu wanita yang menggunakan topeg, sementara satu wanita yang masih di bawah umur memiliki wajah serupa dengan adiknya mengundang perhatin Altheo.


Sempat Altheo hendak menghampiri gadis itu namun melihat postur tubuhnya yang sedikit gendut, Altheo berfikir lain.


"Wajahnya mirip dengan kaila.." batinnya lagi.


Altheo membalikkan badannya dan memilih melihat kearah lain. Meski begitu, Altheo masih bisa mendengar suara pria membentak untuk meminta kedua penari itu untuk menari di depan para tamu sesuai alunan musik.


Semakin lama, semakin membuat Altheo tidak nyaman mendengar tamu berbicara kotor bahkan ada yang mencoba untuk menggoda dua penari itu, dan Altheo memutuskan untuk meninggalkan pesta.


Namun, saat ia hendak melangkah keluar dari barisan para priatersebut, salah satu penari yang tak lain adalah Sachi, berlari menghampiri Altheo dan menarik jas nya.


"Kakak, tolong aku!" pekiknya, karena seorang pria berusaha untuk melecehkannya dan jadi bahan tertawaan.


Altheo menoleh, menatap wajah Sachi dan langsung teringat dengan Kaila. Altheo melepas jas nya lalu ia pakaikan di tubuh Sachi dan mendorong tubuh pria itu menjauh dari Sachi.


Pria yang bernama Edgard, tamu istimewa yang membawa banyak bodyguard. Tidak menyukai sikap Altheo. Dia berdiri dan meminta Altheo untuk menawar Sachi sebelum di ajak kencan.


"Silahkan kau sebutkan nominalnya," kata Edgard.


"Bagaimana kalau aku menawar harga nyawamu," ucap Altheo dengan tenang sambil berjalan mendekati wanita bertopeng di ikuti Sachi dari belakang.


"Lancang!!" seru Edgard marah.


"Sebutkan nominalnya, biar aku tawar dari harga yang paling kecil." Balas Altheo, membuat edgard marah lalu memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi Altheo.


Semua orang yang hadir di tempat itu menyingkir, saat bodyguard Edgard mulai mengelilingi Altheo, Sachi dan wanita bertopeng yang tak lain adalah Althea yang sengaja di jual oleh Alexa.


Altheo menata waspada ke arah musuh, sikapnya yang selalu tenang dalam situasi apapun membuat ketajaman instuisinya semakin meningkat. Saat dua pria mulai menerjang hanya dengan satu gerakan kaki kanannya, ALtheo berbalik dan menendang perut ke dua pria tersebut hingga terjungkal.


Edgard berdiri dari kursinya dan memerintahkan tiga orang sekaligus untuk menyerang Atheo, dan memperhatikan setiap gerakan Altheo yang mengingatkannya pada seseorang yang ia kenal.


BUKKK


BUKKK


Hanya dalam hitungan detik, tiga musuh dapat di atasi dengan mudah. Edgard semakin geram, matanya menatap tajam ke arah Altheo yang berusaha melindungi Sachi dan Althea.


"Bunuh dia!" perintah Edgard.


Sachi di dorong mundur hingga menabrak meja, di ikuti oleh ALthea membantu Sachi untu bangun, sementara Altheo melawan mereka semua.


PRANKKK


Satu pria jatuh menimpa meja kaca, di susul dua pria sekaligus. Semua yang ada di ruangan itu menyingkir saat sara peluru melesat menenai kaca jendela ruangan.


Altheo terdiam menatap ke arah seorang pria tua mebawa senjata api laras panjang. pria tersebut menekati ALtheo dan tersenyum.


"Sejarah akan terulang kembali, sang legenda sudah muncul kembali," ucap pria itu.


"Ketua!" seru Edgard menghampiri pria tua yang bernama Kujiyama.


"Kau sudah membuat masalah besar,' ucap Kujiyama menatap marah ke arah Edgard.


"Maksud ketua?" tanya Edgard bingung.


Kujiyama tidak menjawab pertanyaan Edgard. Namun ia menyuruh Edgard untuk melepas Altheo dan tidak berurusan dengannya lagi.


Altheo membenarkan pakaiannya, lalu berjalan menghampiri Altea dan Sachi. Namun sayang, mereka berdua sudah tidak berada di tempatnya.


Altheo berlari keluar dari ruangan mencari jejak keduanya, namun Altheo tidak menemukannya.