The Hope Behind The Word "ANEMONE"

The Hope Behind The Word "ANEMONE"
Episode 05



123...


"Lili!!",teriak victor saat mendapati sabun di pipinya. Lili berlari menuju kamarnya di lantai dua.


'Awas lho Lili. Gue akan balas nanti!',serunya dalam hati dengan kobaran api.


Disisi lain,Lili tertawa terbahak bahak mengingat perlakuan yang barusan ia lakukan. Membanyangkan wajah sang Kakak yang lagi kesal tentunya sangat lucu. Namun, sayang ia hanya bisa melihatnya sebentar demi untuk menyelamatkan dirinya dari amukan Sang kakak.


"Gila!gakak habis liat muka Kak Victor lagi kesal",ucapnya di sela sela tawanya.


Kemudian Lili membaringkan tubuhnya di atas kasur empuknya. Matanya masih terjaga dengan melihat langit langit kamarnya yang berwarna biru di sertai lukisan awan. Jangan salah,kalau langit langit kamarnya seperti itu. Karena dia sendirilah yang memintanya.Baginya langit biru yang disertai awan itu sangat indah dan penuh ketenangan.


Perlahan tapi pasti matanya mulai menyatu hingga memperlihatkan bulu matanya yang lentik itu. Selang beberapa menit Victor akhirnya selesai dan dia mulai menaiki tangga hingga selesai. Dia pergi menuju kamarnya,tetapi ia mengurungkannya.


Dia masih ingat dengan perlakuan Lili tadi dan hendak membalasnya. Saat dia sudah berada di kamar gadis itu,ia mendekat dan ingin membalasnya. Namun, langkahnya terhenti saat mendengar dengkuran halus dari gadis tersebut. Netranya menjurus kearah wajah cantiknya.


Dia duduk di tepian ranjang tepat di samping tubuh yang tengah berbaring itu.Dia memperhatikan lekukan wajah cantik milik Lili. Wajah yang terlihat damai,mungkin gadis tersebut sudah berada di alam mimpi pikirnya.


Tangannya terangkat dan membelai rambut panjang gadis yang tengah berada di hadapannya. Dengan lembut ia belai hingga tak sengaja netranya menjatuhkan cairan bening.


"Gue gak mungkin bisa balas perlakuan lho dek. Gue sayang sama lho melebihi diri gue sendiri",lirihnya. Kini, kedua pipinya sudah basah. Dia menerawang ke masa lalu dimana seorang gadis dengan wajah cantiknya berubah menjadi wajah yang...entahlah.


"Good night my little sister" ,lirihnya. Lalu beranjang pergi dari ruangan tersebut tak lupa ia menyelimuti tubuh mungil gadis itu dan memastikan lampu kamar Lili redup.


-------


Subuh telah tiba pertanda tugas bulan tengah selesai. Lili terbangun dari alam bawah sadarnya.


"Hooaaam...good morning my world",lirihnya dan tak lupa ia berdoa. Kemudian, beranjak dari tempatnya untuk melangsungkan aktivitas yang setiap pagi ia lalukan.


Sekarang Lili tengah berada di depan cerminnya. Menatap pantulan wajah seorang gadis yang tak lain adalah dirinya sendiri lalu mengoleskan sedikit bedak ke wajahnya . Melihat wajah yang sudah selesai dipoles, ia pun turun ke bawah untuk berkumpul dengan orang yang ia sayangi itu. Tak lupa dengan tas serta, memakai kalung petai dengan papan nama dan memakai topi kuning yang menurutnya bak seorang penyihir .


"Good morning Yah,Bun,dan Kak Victor",sapanya saat berada di meja dan menjatuhkan dirinya dikursih samping Dina.


"selamat pagi juga sayang",balas Alex dan Dina.


"Sok bahasa inggris lho",bukannya menyapa balik Victor malah mengejek Lili.


"Lah.... Lili kan orang inggris.Emang kakak gak tau ya?!,jawab Lili dengan bangga.


"Orang inggris, orang inggris konon. Mimpimu!,ketus Victor.