The Hope Behind The Word "ANEMONE"

The Hope Behind The Word "ANEMONE"
Episode 11



"Woy koala , bangun lho!",Victor menepuk pelan pipi mulus Lili.


"Lima menit lagi ya Bun..."


"Gue Victor bukan Bunda,lho kira lho tidur dikamar lho?!". Sontak Lili langsung bangun dan celingak celinguk bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya.


"Eh Kak Victor, Lili ketiduran ya?",tanya Lili sambil nyengir lebar lebih tepatnya malu.


"Reina mana? Kok gak bangunin Lili sih"


"Mana gue tau,tanya aja sama kursi lho",balas Victor mendelikkan bahunya.


"Heh kursi, Reina mana?",tanya Lili lalu mangguk mangguk pertanda ia tau apa yang di katakan kursinya itu.


"Dia bilang pulang Kak "


"Oh teman lho pulang". Victor ikut mangguk mangguk mengerti.


"Heh manusia, mana mungkin kursi bisa bicara. Lho kira otak gue gak seimbang?!",sambung Victor sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Lah kan Kakak yang nyuruh, yaudah Lili turutin".


"Ya gak gitu juga kali Lili...",geram Victor.


"Udah ah. Kuy pulang",sambung Victor.


"Kakak....."


"Apa lagi?". Tanya Victor lalu di sambut dengan kedua tangan Lili yang mengahadap ke Victor. Mengerti dengan maksud Lili, Victor jongkok membelakangi Lili.


"Dasa koala",ketus nya.


"Napa lagi tuh muka? gak mau naik?",tanya Victor melihat kebelakang.


"Lili bukan koala Kak. Tapi manusia yang mager gerak",tegas Lili lalu naik ke punggung Victor.


"Sama aja"


"Ihh Kak Victor mah suka bener",balas Lili sambil terkekeh.


Mereka telah sampai di kediaman Alex. Victor menggendong Lili hingga sampai di depan kamar gadis itu. Kemudian Victor pergi berlalu ke kamarnya.


Kini Lili tengah berada di ruang tamu dengan netra yang fokus ke arah TV tak lupa dengan cemilan yang ada di tangannya. Tak lama kemudian Victor turun dari atas dan ikut nimbrung dengan Lili.


Tok tok tok


Terdengar seseorang yang mengetuk pintu utama tak lupa dengan salam.


"Biar Lili aja Kak yang buka",ujar Lili saat Victor beranjak dari sofa. Lili kemudian berdiri dan pergi menuju pintu utama. Dia memutar kunci dan membuka knop pintu.


"Waalaikumsa....."kata kata Lili terpotong saat yang ia temui adalah seorang lelaki.


"Buat apa Kakak kesini? Oh mau minta maaf ke Lili ya? atau Kakak mau balas dendam ke Lili?". Cerocos Lili tanpa memberi kesempatan lelaki itu untuk menjawab.


"Siapa Li?". Victor datang mendekat ke arah Lili. Pasalnya gadis itu sedari tak kunjung datang.


"Tamu tak di undang Kak"


"Iya siap...., Zidane". Ya lelaki itu tak lainnya adalah Zidane Syahputra teman Victor tepatnya sahabat Victor. Kemudian mereka berpelukan ala laki laki.


"Kakak kenal dia?".


"Iya ini sahabat gue",balas Victor melepas pelukannya.


"Kakak mau sahabatan sama orang kayak dia? Kakak tau gak, dia yang hukum Lili waktu itu. Sampe sampe wajah Lili pucat macam manyat hidup",Lili berbisik dengan Victor,tetapi masih bisa di dengar.


"Kalau ngegibah itu di belakang orangnya bukan malah didepannya, kedengeran lagi",sindir Zidane.


"Suka suka aku dong, mulut mulut aku ",ketus Lili.


"Dia adek lho Vic?",tanya Zidane tak mempedulikan ucapan Lili.


"Iya. Emang kenapa kalau gue adeknya? gak suka? kalau gak suka pigi sana ". Bukan Victor yang menjawab melainkan Lili.


"Udah?". Kini Victor yang mengangkat suara yang sejak dari tadi diam mendengarkan unek unek Lili.