The Hope Behind The Word "ANEMONE"

The Hope Behind The Word "ANEMONE"
Episode 04



"Iya gara gara Kakak!",kesal Lili.


'Kok malah dia sih yang marah?kan gue yang capek nyari dia. Heran gue sama tuh bocah' batin Victor.


-----


Kini mereka telah sampai di kediaman Alex. Lili dan Victor keluar dari mobil berjalan beriringan.


"Assalamualaikum ",ucap mereka serempak.


"Waalaikumsalam ". Terdengar sahutan dari dalam selang beberapa menit pintu terbuka yang menampilkan sosok wanita parubaya. Lalu mereka menangkup tangan wanita parubaya itu.


"Bun Victor ke atas dulu ya".pamitnya dibalas anggukan dari Dina. Saat tubuh Victor lenyap di balik tembok Dina kemudian membuka suara.


"Kok bau terasi ya Li?",ucap Dina sembari meletakkan jari tengah dan jari telunjuknya di hidung.


"Masa sih Bun. Lili gak kecium pun."


"Iya sayang bau terasi. Kayaknya menuju arah.....",ucapnya terpotong sambil mengendus menuju ke arah Lili.


"What!Putri Dandelion Kusuma yang cantik,manis dan imut bau terasi?!Bunda becanda yaaa?",tanya gadis itu.


"Beneran deh sayang. Bunda gak bohong",jawabnya.


"Ya Allah Bunda sangat tega mengatai putrinya yang cantik,manis, dan imut ini bau terasi",ucapnya seraya mengangkat kedua telapak tangannya menengadah ke langit dan tak lupa dengan nada yang di buat sedih.


"Lili gomong apaan sih?!udah sana mandi!",pinta Dina.


"Iya deh Bun. Bunda jangan rindu ya sama Lili yang gemas ini?",ucap gadis tersebut lalu pergi kekamar meninggalkan Dina yang geleng geleng kepala atas ucapan dari Lili.


----


Kini bulan telah keluar dari persembunyiannya. Mereka tengah berada di sebuah meja makan dan memakan porsi yang telah di sediakan.


"Bagaimana sekolahnya Lili?,ucap Alex memulai pembicaraan.


"Lumayan Yah",jawab gadis itu.


"Hhmmm ..... ada Bun",jawabnya sambil mengingat kejadian di sekolah tadi.


"Siapa?",kini suara bariton Alex yang terdengar, yang di sambung dengan anggukan sang Bunda.


"Kak Victor ".Sontak Victor tersedak mendengar perkataan dari Lili.


"Dia buat Lili hampir mati Yah, Bun",sambungnya.


"Bukan ...."


"Trus tadi juga Lili di usir sama Kak Victor Yah",potong Lili.


"Victor..... ",Suara Alex naik satu oktaf.


"Bohong Yah",jawab Victor dan matanya menatap tajam kepada Lili.


"Tuh Yah liat,sekarang aja Kak Victor melototin Lili",adunya dengan nada yang takut.


"Victor ngapain melototin Lili?!trus kamu juga ngusir Lili?kamu tau kan Lili itu perempuan kalau tadi dia tersesat bagaimana?dan hampir buat Lili mati itu maksudnya apa?! sekali lagi kamu..........".


'Rasain !!makannya jangan buat Lili kesal terus Kak. Cari masalah sih sama cecan',batin Lili.


Begitulah nasib Victor habis di ceramahi oleh Alex dan Lili?kini ia tersenyum penuh kemenangan di dalam hati.


Kini mereka telah selesai makan malam dan Victor?dia sekarang di hukum mencuci piring kotor tadi.Tidak ada yang boleh membatunya sekalipun itu adalah bik Lina.


"Nih kak piringnya,cuci yang bersih ok?!.Bye bye Lili bocan dulu ya",ejek Lili sambil meletakkan piring kotor tersebut di atas wastafel.


"Sana pergi!!",ketus Victor yang mengundang gelak tawa Lili.


"Dilarang ketawa!",serunya lagi hingga membuat Lili terdiam dan menatap Victor serta sabun cuci piring bergantian dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Kenapa lho?kesambet setan",tanya Victor.Lalu melanjutkan hukumannya.