The Hope Behind The Word "ANEMONE"

The Hope Behind The Word "ANEMONE"
Episode 02



Kemudian Lili melanjutkan langkahnya yang terhenti tadi. Terlihat ayah,bunda serta kakaknya yang tengah melahap sarapan pagi mereka.


"Eh...anak bunda akhirnya turun juga",ucap Dina kepada Lili saat ia mendapati putrinya tengah diam berdiri di sebelah tangga.


"I-iya bun",jawab Lili hingga terlihat sudut di bibirnya yang menyerupai bulan sabit. Lalu,ia berjalan mendekat ke arah meja makan dan mendudukkan dirinya di samping Bunda kesanyangannya itu.


Dan kemudian mereka melanjutkan aktivitasnya masing masing. Sampai mereka selesai dan Alex ayahnya membuka suara.


"Lili berangkat kesekolah bareng Victor ya


ya,karena Ayah ada urusan".


Ya Victor Adinatha Kusuma adalah anak dari kedua insan tersebut,tepatnya anak kandung dari Alexsandro Kusuma dan Dina.


"Iya yah",jawab Lili sambil tersenyum.


"Kalau gitu Victor sama Lili berangkat duluan ya Yah Bun",ucap Victor seraya berdiri dan menyalami tangan kedua parubaya itu,Yang disusul Lili.


"Assalamualaikum ",ucap kedunya serempak.Kemudian melangkah keluar.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabaraatuh ",Jawab Alex dan Dina.


----


"Lili cepetan pakai sepatunya!nanti kita telat berangkatnya",teriak Victor di dalam mobil sport sambil melihat arlojinya yang menunjukkan jam 06:40 WIB.


"Iya Kak sedikit lagi",balas Lili setengah berteriak.


"Lho lama amat sih pakai sepatunya,lho lupa kita masuk jam berapa?!,kesal Victor saat mendapati adiknya itu di dalam mobil.


"Ya maaf",balasnya nyengir.


Hening....


"Siap boss",balasnya sambil menempatkan tangannya di samping kepalanya layaknya seseorang yang sedang menghormat bendera.


Victor tersenyum melihat tingkah adiknya itu dan mengacak gemas kepalanya hingga Sang Empu marah dan berucap,"Kak Victor...ih,jangan di acak jilbab Lili",kesal Lili. Hingga membuat Victor terkekeh. Pasalnya, wajah Lili saat kesal lucu menurutnya.


"Kenapa Kakak kertawa?!emang ada yang lucu?!,tanya Lili sambil memperbaiki jilbabnya.


"Lho lucu sih kalau lagi kesal",balas Victor.


"Apanya yang lucu?!orang udah susah susah pake ni jilbab,tiba tiba ada yang rusakin . Kan bikin kesal", gerutu Lili kepada kakaknya itu. Victor keluar dari mobil tanpa mendengarkan omelan dari Lili.


"Eh Kak Vic tungguin Lili!",teriak Lili saat tidak mendapati Victor di sampingnya.


'Ya Rahman tu orang bikin Lili kesal mulu deh. Untung sayang, kalau gak?udah Lili makan tu orang',batin Lili.


Ya,Lili bersyukur karna ayah dan bundanya serta kakaknya itu selalu menyanyanginya layaknya keluarga sendiri.Ya...walaupun Victor sering membuatnya kesal.


"Kak Victor kenapa tinggalin Lili sih?!,ucapnya di depan Victor dengan menempelkan kedua telapak tanganya di lutut sambil mengatur napasnya.Ya,Lili setengah berlari untuk mengejar kakaknya itu.


"Udah gomelnya?",tanya Victor yang di jawab dengan anggukan Lili.


Kedua insan tersebut kini tengah berapa di koridor dan kemudian berjalan menuju lapangan sekolah. Karena hari ini adalah hari MPLS bagi Lili karena itu, Victor mengantar Lili dia takut Lili bakal tersesat yang menurutnya itu sangat merepotkan.


"Udah sampai,sana pergi ",usir Victor sambil menunjukkan tempat MPLS dengan dagunya.


"Ngusir nih ceritanya",balas Lili.


"Oh gak mau kesana?yaudah",ketus Victor.


"Kok ketus sih gomongnya?!,balas Lili.