
Kini,tugas matahari telah selesai dan bulan muncul untuk menggantikan tugas matahari. Lili,ia sedang berada di dapur mengambil air putih untuk ia minum. Setelah itu ia berbalik menuju kamarnya. Saat ia ingin menaiki anak tangga,terdengar seseorang yang mengetuk pintu utama yang kebetulan berada tak jauh dari tangga menuju lantai dua.
"Siapa sih malam-malam datang ke sini? ini kan hampir tengah malam",guman Lili sambil berjalan menuju pintu utama.
"Apa Kak Victor ya? tapikan Kak Victor ada di kamar",ucap Lili bermonolog. Saat ia membuka pintu tidak ada seorangpun di luar, hanya ia seorang.
"Lah,orangnya mana?",tanya Lili heran dan melangkah keluar untuk melihat orang tersebut. Namun,hasilnya tetap nihil.
"Perasaan tadi ada yang ngetuk pintu deh. Apa cuma perasaan Lili aja ya? tapi kan gak mungkin,secara Lili masih sadar dan bukan kantuk atau... penunggu rumah ini lagi",ucapnya bergidik ngeri.
"Bodoh ah,mendingan Lili masuk aja. Sebelum tuh penunggu datang menghampiri Lili, iya kalo dia datang dengan pakaian bersih,rambut dikuncir,pake sepatu minimal pake sendal jepit trus wangi,tapi kalau gak?! bisa-bisa Lili masuk ruang UGD lagi",cerocos Lili. Namun,saat ia berbalik melangkah tiba-tiba kakinya menginjak sesuatu.
'Duh... kaki Lili pake acara nginjak sesuatu lagi!',batinnya. Kemudian,memberanikan diri untuk melihat ke bawah.
"Syukurlah,ternyata bunga bukan tangan",ucapnya bernapas lega. Lalu, berjongkok untuk mengambil bunga tersebut. Namun,ada yang aneh dari bunga itu.
"Da-darah?! kok ada darah di bunga ini? dan... kertas?!". Ya,bunga yang ia jumpai itu adalah mawar putih. Namun, sebagian dari bunga tersebut terdapat bercak darah dan secarik kertas lusuh dengan darah yang sudah mengering.
Ia sebenarnya ragu untuk membuka keryas tersebut,tetapi jika ia tidak membukanya ia tidak akan tahu apa isinya. Perlahan tapi pasti,ia mulai membuka kertas tersebut.
You may be happy now, but I guarantee your happiness will leave you.
"Siapa sih yang nulis beginian? dia lagi ngeprank Lili ya? iya mungkin. Ngeprank kok pake beginian? pake acara bahasa inggris lagi,emangnya cuma dia yang bisa bahasa inggris? Lili kan juga bisa",ucapnya bermonolog lalu membuang kedua benda tersebut ke tempat sampah. Lalu,pergi memasuki rumah tersebut.
but you have to remember those words!",guman seseorang di balik tembok tempat Lili menemukan kedua benda tadi.
"Pergi kamu!pergi!jangan dekatin Lili,Lili bilang pergi!".
"woy Li!bangun lho!ini udah pagi ****,cepat bangun!",sungut Victor kesal.
"Pergi!jangan deketin Lili,pergi kamu. Dasar orang jahat!",teriak gadis itu lagi.
'Dasar nih bocah!ngerepotin aja sih. Sebenarnya gue gak mau lakuin ini sih,tapi mumpung ada kesempatan gue lakuin aja',batin Victor.
"Aduh... Kak- Kak Victor apa-apaan sih?!".
"Makannya bangun!harusnya lho berterima kasih sama gue,dibangunin kok malah marah".
"Bangunin ya bangunin,tapi gak usah pake acara narik Lili sampe jatuh kebawah juga!",kesal Lili.
"Bodoh amat!yang terpenting lho bisa bangun dan gue gak perlu pake acara pusing karna suara lho yang nyaring itu".
"Udah sana mandi!".
"Berarti tadi cuma mimpi ya",guman Lili.