
Kring kring kring.....
Bel sekolah berbunyi yang menandakan jam pertama telah dimulai,seluruh siswa Pelangi memasuki kelas masing-masing.
"Assalamualaikum anak-anak" ucap Pak Logan selaku wali kelas X IPA 1.
"Waalaikumsalam Warahmatullahi wabarokatuh Pak Logan" sahut mereka serempak dengan nada yang panjang.
"Kalian itu ya,saya tahu kalo Bapak itu guru yang paling terkenal di kelas ini,tapi gak usah segitunya balas salam Bapak-- balas dengan baik aja,jangan berlebihan" ucap Pak Logan dengan bangga.
"Kan kita semua udah kangen Bapak" sahut Lili dramatis.
"Kalian semua atau cuma Lili saja?" goda Pak Logan.
"Ya... kami semua dong Pak,masa cuma Lili aja" balas Lili dengan memajukan bibirnya. Pak Logan dan seisi kelas hanya bisa tertawa,yang kemudian diikuti tawa gadis itu.
"Udah-udah,ketawa berjamaanya kapan-kapan aja" ucap Pak Logan mengintruksi.
Ya,Pak Logan merupakan satu dari sekian guru yang sangat digemari para siswa--selain tegas,beliau juga memiliki sisi yang humoris. Dan kelas X MIA 1 adalah salah satu siswa yang beruntung karena memiliki wali kelas seperti beliau.
"Seperti yang kalian dengar,sekolah kita sebagai tuan rumah dalam ajang perlombaan berbagai jenis olahraga dan waktunya tinggal dua hari lagi. Jadi,hari ini dan besok kita tidak belajar karena ingin mempersiapkan berbagai keperluan untuk perlombaan tersebut. Kemarin sore para guru dan kepala sekolah serta osis mengadakan rapat mengenai hal tersebut Pak Basir memutuskan agar..."
"Tidak sekolah selama dua hari Kan Pak" potong Lili.
"Lili! berapa kali Bapak bilang jangan potong pembicaraan orang?!" tegas Pak Logan.
"Ma-maaf Pak,Lili lupa" ucap Lili menggaruk tengkuk leher yang tak gatal.
"Jadi,Pak Basir memutuskan agar seluruh penghuni Pelangi...".
"Apa sih Gas? main nendang-nendang aja?" tanya Lili saat Bagas menendang kursinya dari samping.
"Lho udah bangunin Pak Logan yang lain" bisik Bagas,sontak Lili langsung melihat ke arah Pak Logan yang tengah menatap tajam dirinya dan gadis itu hanya bisa nyegir lebar.
"Fiyuhh... akhirnya bisa lepas dari Pak Logan" ucap Lili pelan,bernapas lega.
"Baiklah Bapak lanjut, Pak Basir ingin kita semua bekerja sama untuk mempersiapkannya. Mulai dari peralatan yang di butuhkan hingga kebersihan sekolah. Nama dan tugasnya sudah dibagi,jadi Bapak harap kalian semua ikut membantu sebisa mungkin. Sebelum Bapak keluar ada pertanyaan?".
"Nama dan tugasnya dilihat dimana Pak?" tanya salah satu murid.
"Nama dan tugasnya akan dibacakan ketua kelas, Bagas jangan lupa".
"Iya Pak" sahut Bagas.
"Ada lagi?".
"...".
"Baiklah,tidak ada lagi yang bertanya. Kalo gitu Bapak pamit keluar, Wassalamualaikum".
"Waalaikumsalam Pak".
Setelah Pak Logan keluar dari ambang pintu,seluruh murid X MIA 1 langsung bersorak girang-- meski mereka termasuk kelas unggul,bukan berarti mereka harus konsisnten untuk terus belajar-- ada kala untuk serius ataupun bermain.
"Bapak bilang untuk melakukan tugas yang ditetapkan,bukan ribut!" ucap Pak Logan tiba-tiba,sontak mereka semua terdiam dengan posisi yang acak-acakan. Tak terkecuali Lili,ia sekarang berada di atas kursi dengan kaki kanan yang berada di atas meja.
"Hitungan ke tiga,semua harus berada di tempat duduk masing-masing!".