
"Otak lho bukan motor tapi siapa tau bisa di servis ulang"
Bik Lina yang jengah melihat pertengkaran kedua remaja tersebut akhirnya turun tangan.
"Sa-sakit Bik",ucap mereka bedua saat tangan bik Lina bertenger di telinga mereka berdua.
"Bibi kok ikut narik kuping Lili sih?kenapa gak kuping Kak Victor aja?".
"Enak aja kuping gue, yang benar tuh kuping lho",sahut Victor tak terima.
"Bik lepasin kuping Lili ih,sakit tau Bik kuping Lili",ucap gadis itu tanpa mengindahkan perkataan Victor.
"Lili itu masih di bawah umur Bik. Jadi gak boleh dihukum yang boleh itu yang udah cukup umur, kayak Kak Victor. Nah itu baru benar".
"Kak Victor! Kakak gak tau apa pura pura gak tau?! kuping Lili udah dikorbanin sama tangan Bik Lina sekarang kepala Lili yang sakit akibat ulah Kakak. Emang ya punya Kakak macam gak punya",sungut Lili saat ia mendapatkan pukulan yang lumanyan kuat di kepalanya.
"Berantam lagi hah?".
"Ih bibi jangan di tarik lagi kuping kita, nanti kuping kita berdua melorot gimana?emang Bibi mau Lili sama Kak Victor ngaduh sama Ayah Bunda? iya kan Kak?",tanya Lili dan di angguki oleh Victor.
"Oh mau ngaduh nih?! Den Victor sama Non Lili lupa, kalau Tuan sama Nyonya di luar negri?!",tanya bik Lina dengan nada mengejek.
"A...a...a, sa-sakit Bik",teriak Lili dan Victor saat tarikan bik Lina semakin kuat.
"Makannya Den sama Nona jangan berantam lagi!",ucap bik Lina menatap Lili dan Victor bergantian.
'Dia kakak Lili gak sih?masa Kakak Lili otaknya rusak?',batin Lili lalu kembali memalingkan wajahnya menghadap bik Lina.
"Iya Bik kita gak berantem lagi,suer dah",jawab Lili mengangkat kedua jari telunjuk dan tengahnya membentuk huruf V berharap bik Lina percaya.
Setelah mendengar pernyataan dari Lili akhirnya bik Lina melepaskan jewerannya. Kedua remaja tersebut mengelus-elus telinga mereka yang terasa sakit dan panas korban dari tangan bik Lina.
"Bik Lina aneh ya kak macam ibu boss aja di sini",bisik Lili.
"Bukan aneh Li,tapi jahat",Victor ikut berbisik.
"Apa Den Non?! jahat? oh.... Den sama Non mau ngorbanin kuping lagi?", tanya bik Lina dan di balas dengan gelengan tegas dari kedua remaja itu.
"Gak Bik, kita berdua gak gomong gitu kok. Kita...",balas Victor sambil menyenggol tangan Lili dengan sikunya. Mengerti akan maksud Victor Lili angkat suara.
"Iya Bik kita gak ngomong gitu kok,kita cuma mau bilang Bik Lina tambah tua kalau marah",jawab Lili dengan wajah polosnya.
"Makannya jangan berantam lagi biar Bibi gak marah-marah. Kalau gitu Den sama Non bersih-bersih habis itu turun ke bawah untuk makan".
"Siap Bu Boss!",jawab mereka serempak tak lupa dengan tangan yang menghormat. Bik Lina mengangguk lalu beranjak pergi dari tempatnya. Dan kedua remaja itu akhirnya bisa bernapas lega.
Begitulah bik Lina terkadang sangat baik bahkan lebih dari sangat. Namun, sifat galaknya akan muncul apabila ia sudah kehilangan kesabarannya, bak singa yang kelaparan.