
"Bukan kepo tapi pengen tau aja",koreksi Lion berusaha membela diri.
"Sama aja. Lagi pula buat apa Kakak tau?emangnya Kakak siapa Lili?"
"Hmmmm",Lion berpikir sambil meletakkan ibu jari serta telunjuknya di dagu. Dan inilah kesempatan Lili untuk menghindar dari Lion. Ia berlari menuju kamarnya dan langsung menutup pintunya.
"Sahabat Kakak....loh,Lili mana?",tanya Lion saat gadis yang bersamanya tadi menghilang.
"Kayaknya dia beneran punya magic deh",guman Lion dan melanjutkan langkahnya yang terhenti tadi.
-------
Bulan kini sudah berada di singgah sananya. Setelah selesai mengerjakan tugas,Lili menghempaskan tubuhnya di atas ranjang menghadap langit kamarnya. Ia masih terjaga,padahal jarum jam telah menunjukkan pukul 02:00 WIB. Entah kenapa ia selalu memikirkan bunga itu,sampai ia tak sadar bahwa sudah berada di alam bawah sadarnya.
"Ampun pah,putri janji tidak akan melakukannya lagi ".seorang anak berusia 9 tahun berusaha memohon ampunan dari seorang lelaki setengah parubaya.
"Janji janji,sudah berapa kali kamu mengucapkan kata kata itu dari mulutmu?!" . Ucap seorang laki laki yang berumur 26 tahun dengan memegang ranting pohon yang siap mendarat kapan saja.
"Pah Putri mohon Pah. Ma Putri mohon Ma". Gadis kecil itu kini memohon kepada ibunya.
"Mohon sampai kapan hah?! Mama udah capek dengar itu. Kamu itu harusnya bersyukur lahir di keluarga terhormat dan buat bangga Papah sama Mama. Tapi apa?! kamu gak pernah sekalipun bahagia-in Papah sama Mama!. Jadi kamu harus di beri hukuman supaya kamu sadar". Wanita setengah parubaya itu kini membawa gadis kecil itu menuju gudang dan menguncinya di dalam.
Gelap, takut, dan sakit melebur menjadi satu. Gadis itu menangis dan berteriak berusaha memohon agar ia di bebaskan dari tempat itu. Namun, sayang jeritannya itu di dengarkan oleh siapapun. Tak ada yang bisa membantu gadis malang itu.
"Ma.... hiks hiks keluarin Putri dari sini Ma... hiks hiks. Putri takut.....",ucap gadis itu dengan memeluk lututnya.
"Hah,mimpi itu lagi",guman Lili saat sadar dari tidurnya. Kini ia mengubah posisinya dari tidur menjadi duduk Dan tanpa sengaja ia menjatuhkan cairan bening dari pelupuk matanya.
"Li!Lili bangun sayang". Sahutan dari balik pintu membuyarkan lamunannya.
"Iya Bunda",balasnya sembari mengusap kasar pipinya yang basah. Setelah menjawab sahutan dari Dina,ia bergegas ke kamar mandi untuk melaksanakan ritual mandinya. Cukup 30 menit ia telah selesai melaksanakan kewajibannya serta memakai seragam sekolahnya. Ia keluar dari kamar dan turun kebawah tak lupa membawa tas serta alat tulisnya.
"Pagi semua",sapa Lili saat berada di meja makan dan lalu mendudukkan dirinya di kursi biasa yang ia tempati.
"Pagi ",balas mereka bertiga serempak.
"Bunda mau kemana?",tanya Lili saat melihat Dina memakai pakaian yang rapi.
"Oxford"
"Oxford?! itu di inggris kan Bun? itukan jauh. Bunda sama siapa kesana? trus Lili sama siapa disini?"
"Sama gue",balas Victor santai.
"Iya. Bunda kesana sama Ayah. Lili sama Kak Victor",jelas Alex.
"Berapa hari?",tanya Lili.
"3 bulan ,jadi Lili sama Kak Victor disini yang baik ya. Saling jaga,kalau Lili ada masalah cerita sama Kak Victornya".
"Bukannya masalah Lili yang kelar Bun,tapi malah tambah runyam".