The Hope Behind The Word "ANEMONE"

The Hope Behind The Word "ANEMONE"
Episode 01



Yogyakarta,17 Juni 2019


Tok tok tok...


"Li!Lili!. Dandelio bangun sayang! udah subuh" terdengar suara dari balik pintu kamar Lili.


"...".


Ketika tidak mendengar jawaban darinya, ia membuka knop pintu kamar Lili. Yang menampilkan sosok wanita parubaya berumur 32 tahun. Kemudian ia melangkah menuju sosok yang di panggilnya itu.


"Li!Lili!. Dandelion sayang,bangun yok sayang! " bujuk wanita itu sambil menepuk pelan pipi mulus Lili.


" 5 menit lagi ya bun... Lili masih ngatuk". Ya, wanita parubaya itu adalah Dina selaku bundanya Lili.


"Lili lupa ya?hari ini hari apa" bujuknya lagi,berharap putrinya itu bangun.


"Hari senin bun....".


"Iya hari ini,hari senin.Hari pertama sekolah Lili kan?!".


Hari senin tepatnya tanggal 17 Juni adalah hari pertama Lili masuk Sekolah Menengah Atas di usianya yang ke 15 tahun.


Sontak Lili pun langsung bangun dan berlari menuju kamar mandi, tak lupa ia mengambil handuknya. Yang membuat bundanya geleng geleng kepala.


"Bunda kebawah duluan ya sayang" dengan melangkah keluar dari kamar,Dina berteriak berharap Lili mendengarnya.


"Iya bun, nanti Lili nyusul" sahut Lili tak kalah nyaring dengan bundanya.


Setelah selesai , Lili merapikan tempat tidurnya. Karena dia tidak ingin merepotkan bik Lina. Bagi Lili, Lina adalah keluarganya yang ketiga setelah Dinatha dan Alexsandro Kusuma suami dari bundanya itu. Ya,Dina dan Alex bukan orang tua kandung dari Lili. Mereka adalah om dan tantenya.


Namun mereka meminta Lili untuk memangilnya 'ayah dan bunda'. Karena Alex adalah adik dari Papanya, Savian Altezza Kusuma. Sebenarnya Alex yang meminta kepada kakaknya itu agar mereka yang merawat Lili,karena beberapa tahun lalu Lili diperlakukan kasar oleh keluarga kandungnya sendiri. Maka dari itu, Alex meminta Lili untuk bersama keluarga. Dia tidak ingin putrinya itu di sakiti lagi.


" Ni jilbab kok susah amat ya dipake?" ucap Lili bermonolog di depan cermin.


"Ehh jilbab yang bagus dong... nanti Lili telat. Emang jilbab mau di hukum sama guru di sekolah?" tanya Lili kepada benda mati tersebut. Pasalnya sudah setengah jam Lili memperbaiki jilbabnya karena sedari tadi ujung jilbabnya berat sebelah.


'Ya Allah apa salah Lili? kenapa jilbab Lili sedari tadi gak bagus' batin Lili.


"Jilbab oh jilbab kenapa kamu jahat?Lili... salah apa Lili... salah apaaa....?".Lili bernyanyi dengan nada lagu upin dan ipin film kesanyangannya itu.


"Li! Lili!". Terdengar suara bundanya yang mengisyaratkan agar Lili turun kebawah untuk sarapan pagi.


"Iya Bunda Lili datang" teriak Lili sambil berusaha memperbaiki jilbabnya lagi.


"Aaargggg,bodo amatlah sama ni jilbab mau loncoslah,berat sebelah lah Lili gak peduli". Kini Lili telah naik pitam dan akhirnya jilbab Lili menyerah. Mungkin, karna tuannya naik pitam makanya dia menurut.


"Allhamdulillah ,makasih Ya Allah. Akhirnya jilbab Lili nurut" ucap Lili sambil menengadahkan tangannya keatas.


"Nahhh dari tadi dong jilbab nurutnnya,kan Lili gak perlu keluarin kekuatan Lili".


Setelah selesai,kemudian ia mengambil tas dan alat tulisnya. Saat hendak melangkah keluar,Lili kembali ke depan cerminya. Terlihat pantulan wajahnya dengan bangga ia berucap,"Sampai jumpa cerminku,Lili yang cantik pergi dulu ya".