
"Gue balik duluan ke kelas",balas Victor tanpa mempedulikan jawaban dari Lili. Saat Victor berbalik dan hendak melangkah Lili mencekal tangannya, kemudian dia berbalik mengadap Lili.
"Kenapa lagi?"
"Makasih ya Kak udah ngantar Lili",ucap Lili sambil memperlihatkan senyuman termanisnya kepada Victor.
"Iya,sama sama. Apasih yang gak buat Lili jelek",balasnya hingga dia meringis kesakitan karna pukulan kecil di lengannya.
"Apaan... sih,cuman pukulan kecil doang kok sakit",ketus Lili yang membuat Victor gemas hingga mencubit pipi Lili,lalu pergi berlari.
"Shit!,umpat Lili.
'Awas ya Kak nanti gak Lili kasih uang jajan baru tau rasa ',batin Lili.
Kemudian dia melangkah menuju lapangan. Di sana mereka berdiri dengan keadaan tegak layaknya seorang polisi. Dan mendengarkan kata sambutan dari kepala sekolah yang menurutnya itu adalah ceramah emak emak kepada anaknya karena dapat nilai 50 pada pelajaran matematika.
"Sebenarnya masih sedikit yang bapak sampaikan,tapi karna masih ada acara yang lain. Saya akhiri dengan salam wassalamu'alaikum wr. wb",begitulah yang di sampaikan oleh pak Basir selaku kepala sekolah di SMA Pelangi.
"Waalaikumsalam wr. wb",jawab mereka serempak.
"Sedikit apanya,udah satu jam Bapak ceramah. Emang gak capek apa bicara terus?Lili capek tau gak Pak",ucap Lili yang mampu membuat beberapa pasang mata ke arahnya.
"Sorry",balasnya nyengir sambil mengangkat kedua tangannya yang membentuk huruf V. Kemudian dia berbalik hendak pergi ke kantin,tapi saat Lili hendak berbalik dia bertabrakan dengan seseorang .
"Awww...siapa sih yang berani nabrak orang can.....",kata kata nya terpotong saat yang didapatinya ternyata kakak kelasnya.
' Mati gue',batin Lili.
"Mau kemana?!",tanya orang itu.
"Ke kantin Kak Ta-Tamara",balasnya kepada orang yang bernama tag Tamara.
"Ya buat beli minumlah Kak,Lili sedari tadi capekk banget Kak berdirinya. Jadinya Lili haus deh, kalau haus harus minum kan Kak?kalau gak minum nanti tenggorokan Lili kering,kalau kering suara Lili gak keluar,kalau gak keluar Lili gak bisa bicara,kalau....".jawab Lili panjang kali Lebar, tapi Tamara berhasil memotong ucapannya.
"Gak boleh",ucap Tamara tegas.
"Tapi Kak...".
"Kalau gak boleh ya gak boleh,sana balik kebarisanmu!!",Potong Tamara lagi.Lili menurut dan kembali ke tempat asalnya.
'Tuh bocah bawel banget!tapi lucu juga sih',batin Tamara lalu melanjutkan aktivitasnya yang terhenti tadi.
'Huh tu Kakel galak amat sih!apa salahnya coba Lili kekantin. Menyebalkan!',kesal Lili dalam hati.
----
Mentari sudah berada di tengah yang menandakan akhir dari MPLS. Lili berjalan menuju parkiran sembari mencari Victor. Pasalnya sedari tadi ia belum melihatnya.
"Kak Victor mana sih?awas aja kalau udah ketemu Lili aduin sama Ayah nanti",batin Lili.
"Nahh ini ni orang yang gue cari. Gue punya ide ",guman Victor sambil tersenyum evil.
"DORR!!",teriak Victor tepat di telingan Lili. Hingga membuat Sang empu terkejut.
"Astagafirullah Kakak!!",teriak Lili tak kalah nyaring yang membuat siapa saja akan menutup telinganya.
"Iya iya ini gue. Gak usah teriak teriak napa?!bisa pecah ni gendang telinga gue",ketus Victor seraya memengang telinganya.
"Itu kan gara gara Kakak!",balas Lili tak mau kalah.
"Gara-gara gue?!",tanyanya.