The Hope Behind The Word "ANEMONE"

The Hope Behind The Word "ANEMONE"
Episode 10



Kini mereka telah berada di pekarangan rumah. Lili keluar terlebih dahulu di susul Victor.


"Assalamualaikum ",ucap mereka berdua serempak.


"Waalaikumsalam,eh Non Lili sama Den Victor teh udah pulang",balas bik Lina.


"Bunda mana Bik?",tanya Victor saat tidak mendapati Dina.


"Tadi teh Nyonya bilang pergi ke luar kota Den",balas bik Lina. Victor hanya mengangguk tanda mengerti. Kemudian pergi berlalu.


"Ngapain Bik?". Kini Lili yang bertanya.


"Katanya teh urusan ba.... bu....".


"Butik bik?!",potong Lili saat Bik Lina tengah mengingat ingatnya.


"Iya Non,ke butik".


"Oh... Kalau gitu Lili ganti pakaian dulu ya Bik",pamit Lili.


"Iya Non". Saat Lili hendak melangkah Bik Lina berseru kembali.


"Jangan lupa makan ya Non,ajak Den Victornya. Biar Bibi teh siapkan makanannya".


"Asyiap",balas Lili.


Setelah selesai bersih bersih,Lili menemui Victor dan dia pergi meninggalkan Lili tanpa ada niat untuk mengajaknya makan . Lili tidak menghiraukannya kemudian melangkah keluar, namun bukannya ke bawah dia malah balik kekamarnya. Pasalnya,mood makannya menghilang karna perutnya terasa sakit. Dan dia memilih untuk tidur,mungkin dengan begitu nyeri di perutnya menghilang.


"Non Lili mana Den?",tanya bik Lina saat tidak mendapati Nona muda tersebut.


"Di atas Bik".


"Kalau gitu biar Bibi panggil ya Den".


"Gak usah Bik,biarin aja",cegahnya. Bik Lina hanya menurut lalu kembali ke dapur.


Tok tok tok.


"Masuk",sahut Lili.


"Eh Kak Victor toh yang masuk",balas Lili saat melihat Victor meletakkan sepiring nasi lengkap dengan lauknya serta segelas air minum di atas nakas samping ranjang Lili.


"....".


'Ohh.... masih toh',batin Lili.


"Kalau masih marahan, kenapa bawa nasi sama minum buat Lili?",goda Lili.


"....".


Masih tidak ada sahutan. Lili hanya bisa membuang napas panjang, akan sikap Kakaknya itu. Melihat reaksi Lili Victor pamit keluar.


" gue keluar dulu ,jangan lupa makan nasinya sampai habis. Kalau gak habis awas!",ancam Victor kemudian beranjak pergi.


" Tadi ngambekkan, tapi masih aja bawa nasi buat Lili. Pake acara ngancam lagi. Untung sodara,kalau gak udah gue cakar kali tu muka ",guman Lili kesal.


"Khmmm",Victor berdehem mengisyaratkan bahwa ia belum sepenuhnya keluar dari kamar. Lili yang sadar akan deheman Victor malah tersenyum lebih tepatnya malu.


----


Seminggu telah berlalu, yang menandakan hari ini siswa baru aktif dalam proses belajar mengajar. Lili berada di kelas X IPA 1, begitupun Reina. Mereka berada di kursi paling belakang. Reina di depan Lili sedangkan gadis itu berada di pojok paling belakang dekat jendela.


Kring kring kriiing...


Bel sekolah berbunyi tiga kali pertanda waktunya pulang.


"Li!",panggil Reina.


"....".


"Li!, Lili Bangun!".


"....".


"Woy Lili. Lho denger gak sih?! gue dari tadi manggil lho ".


"Apa sih Reina, lho gak liat apa Lili lagi tidur".


"Tidur sih tidur Li. Tapi gak sampe pulanglah. Lho mau gue tinggalin sama penunggu sekolah?. Lah malah balik tidur lagi. Udah ah lama-lama gue stres gomong sama manusia macam lho". Kesal Reina lalu beranjak pergi keluar meninggalkan Lili.


"Astagafirullah Lili! Gue dari tadi capek capek nungguin lho di parkiran. Ehh malah selonjoran lho dikelas". Kesal Victor saat mendapati adiknya itu yang tengah tidur di dalam kelas.