
"Ayo Li kejar gue!",ucap Victor berlari di depan Lili.
"Kakak jangan lari!kesini Kak!",balas Lili berusaha mengejar Victor.
"Masa ngejar gue gak bisa, sini tangkap gue! mana semangat lho waktu teriak tadi?!".
-Flasback on
"Kakak ayo tangkap kelincinya! Kakak pelan pelan jalannya,nanti dia kabur! yah...kelincinya kabur deh. Kakak sih dibilangin gak nurut",ucap Lili setengah berteriak.
"Lho mau bantuin gue atau gak sih?!".
"Lili ikut bantuin Kakak kok, Kakaknya aja yang gak tau".
"Lho tuh dari tadi cuma teriak teriak doang bukan bantuin",ucap Victor berusaha menahan emosi.
"Iyadeh Lili ikut bantuin. Nih biar Lili kasih contoh,diliat ya Kak! jangan diam aja,tapi diliat!".
"Iya,bawell lho".
"Mana?!gue udah nunggu lho 20 menit untuk nangkap tu kelinci,tapi gak ketangkap pun".
"Kakak bisa diam gak! ini Lili lagi berusaha untuk nangkapnya",balas Lili berusaha menangkap kelinci yang berada di depannya. Namun,sayang bukannya berhasil malah ia terjatuh. Alhasil kelincinya pun berhasil kabur darinya.
"Hahaha... mana yang lho bilang?! bukan kelincinya yang lho dapat,tapi jatuhnya yang lho dapat". Bukannya mendekat untuk membantu Lili, ia malah menertawai gadis malang itu.
-Flasback off
"Lili itu cewek Kak!ya wajar gak bisa nangkap tu kelinci".
"Emang benar kan. Lho cuma bisa teriak doang,tapi kalo nangkapnya gak bisa. Lemah lho!".
"Jika Kakak gak bisa Lili tangkap maka,sepatu Lili yang akan bertindak",guman Lili tersenyum evil sambil membuka sepatu yang ia pakai. Lalu,ia melemparnya ke arah Victor. Namun,Victor dapat menghindarinya.
"Anak SD aja bisa lempar,masa lho yang anak SMA gak lulus Li?!",ucap Victor menertawai Lili lagi.
Marah,kesal dan malu menjadi satu itu yang dirasakan Lili. Ia berhenti ,kemudian mengambil ancang- ancang untuk melempar kembali Victor dengan pasangan sepatu tadi. Dan ya,sepatu tersebut mendarat mulus di belakang kepala Victor.
"Hahaha... akhirnya kena juga, makannya jangan ngejek Lili terus!",ucap Lili tertawa penuh kemenangan.
"O'ouh",sambung Lili saat Victor berbalik mengejarnya.
"Heh manusia, jangan kabur lho!lho harus tanggung jawab sama kepala gue!",teriak Victor saat Lili berusaha kabur darinya.
"Kenapa Lili yang harus tanggung jawab?! kan itu salah Kakak, karna ngejek Lili. Jadinya kan sepatu Lili gak terima kalau tuannya diejek kayak tadi",balas Lili tak kalah nyaring.
"Lho memang Adek gak punya hati, jangan kabur lho! Awas aja kalo ketangkap gue sikat lho!",ucap Victor menyeringai.
"Bunda Kak Victor jahat",teriak Lili berusaha kabur dari Victor.
Para pelancong yang menyasikannya tertawa melihat tingkah kedua remaja tersebut. Mereka menghentikan aktivitas yang mereka lakukakan demi bisa melihat kedua remaja itu. Bahkan ada juga yang rela benda pipih yang ada di tangannya untuk dijadikan alat perekam. Karna bisa menonton adengan lucu secara gratis,pikir mereka. Namun,ada tiga pasang mata yang melihat jenaka kedua remaja itu, lebih tepatnya melihat remaja perempuan yang bersama Victor. Salah satu dari mereka memakai hodi maron bersama perempuan yang seumuran Lili dan seorang lelaki yang memakai jaket kulit gradasi hitam dan abu-abu.