
Victor berdehem menanggapi pertanyaan dari gadis yang menumpangi mobilnya.
"Emang Lili ngomong apa?coba ulangi",pinta gadis itu.
"Maksudnya apa?",Victor mengulangi perkataan Lili.
"Kok balik nanya sih?! maksud Lili itu coba Kakak ulangi kata-kata Lili waktu di kelas yang kakak dengar itu"
"Iya yang lho bilang itu 'maksudnya apa?',bukan nanya balik",jawab Victor geram dengan penyataan gadis itu.
"Lah kok Kakak malah kesal sih sama Lili?! kan Lili nanya baik-baik,ya di jawab baik-baik juga dong",sungut Lili tak terima.
"Gue udah baik-baik Li jawabnya tapi lho nya aja yang nanya gak jelas"
"Lili kan....."
"Udah gak usah di jawab lagi!lama-lama bisa jadi tua gue gomong sama lho",sungut Victor memotong kata-kata gadis itu.
"Lili cuma mau bi......"
"Udah di bilang gak usah di jawab ya gak usah"
"Tapi kan Kak Vic......"
"Lho kok keras kepala banget sih Li?!"
"Lili bukan......"
"Bisa diam gak?! gue lagi nyetir". Lagi dan lagi Victor memotong kata-kata gadis itu.
"Kak Victor kok jadi nyeselin sih?!",cibir Lili dan mendapat tatapan tajam dari sang empu nama.
"Iya iya Lili diam",jawab Lili pasrah.
'Inginku mencakar wajahnya tapi gak bisa ',batin Lili.
-------
Kediaman Alex.
"Habis bersih-bersih lho turun kebawah buat makan",ucap Victor saat mereka telah sampai .
"Lho dengar gak sih yang gue bilang?!".
Tak ada sahutan dari Lili ,ia malah mendahului langkah Victor.
"Li!",kini Victor mencegat lengan gadis itu sehingga langkah gadis tersebut terhenti. Ia berbalik menghadap Victor dan menaikkan sebelah alisnya seolah bertanya'kenapa?'.
"Gue bilang habis bersih-bersih lho turun ke bawah buat makan",ucap Victor melepaskan tangannya.
"Jangan cuma ngangguk- ngangguk doang,ngomong!",sambung Victor saat Lili hanya mengangguk.
"Kakak kenapa sih?tadi di suruh diam sekarang di suruh jawab,aneh",ucap gadis itu pada akhirnya. Raut wajah Victor berubah datar saat mendengar pernyataan gadis itu.
Perlahan gadis itu melangkah kebelakang untuk mengambil ancang- ancang. Serta perlahan raut wajah Victor berubah jadi kesal.
satu detik...
dua detik...
tiga detik...
Dengan cepat Lili berlari memasuki rumah mewah tersebut. Ia berlari kesana kemari untuk mencari persebunyian, tetapi hasilnya nihil.
"Kesini lho!",ucap Victor setengah berteriak, tapi Lili hanya mengeleng tegas atas perintah Victor.
"I-iya Den ada apa?!",sahut bik Lina lari tergopoh-gopoh dari dapur. Victor tidak menjawab ia fokus pada mangsanya yang berada di hadapannya. Berbeda dengan Lili,ia melirik ke arah bik Lina sebentar lalu kemudian berlari ke arah punggung bik Lina untuk dijadikan tameng.
"Sini lho!gak usah sembunyi di belakang bik Lina!"
"Eh ini ada apa teh?kenapa Den Victor sama Non Lili kejar kejaran?",tanya bik Lina, tapi kedua remaja tersebut tidak menyaut.
"Gue bilang kesini!"
"Kak Victor kenapa sih?emang yang Lili bilang salah? kan benar ",jawab gadis itu tanpa berdosa.
"Gak,lho gak salah tapi otak lho yang salah. Jadi kesini lho! biar gue servis otak lho biar bener lagi",jawab Victor berusaha menangkap Lili yang bersebunyi di punggung bik Lina.
"Gak mau,emang otak Lili motor bisa di servis?",jawab Lili menggeleng tegas.