
"Lili mana Bik?",tanya Victor pada Bik Lina.
"Tadi sih Den,Non Lilinya ke dapur ngambil minum. Habis itu naik lagi ke atas",jelas Bik Lina di anggukki Victor. Kemudian beranjak dari tempatnya menuju lantai dua,tepatnya menuju kamar gadis itu.
"Woy bangun lho!",ucap Victor setengah berteriak di ambang pintu kamar milik Lili.
"Heh koala! lho dengar gak apa yang gue bilang?! wake up now!",sungut Victor kesal tak lupa dengan menarik kasar kain tebal yang menutupi tubuh Lili. Namun,sayang gadis itu masih tetap dengan keadaan semula. Akhirnya Victor keluar dari kamar gadis itu dan turun kebawah memasuki ruangan yang bertuliskan 'Gudang'.
Setelah terdengar suara pintu yang di tutup,Lili membuka matanya dan tersenyum ke arah pintu yang tertutup tadi. Lili sebenarnya mendengar teriakan Victor,tetapi ia enggan untuk bangun. Pasalnya,hari ini adalah hari Minggu. Hari dimana ia dengan kekasihnya bergelanyut manja,siapa lagi kalau bukan dengan tempat tidurnya yang empuk itu.
Selang beberapa menit Victor kembali,tetapi kali ini tidak dengan tangan kosong. Ia tersenyum miring ke arah Lili dan beralih menatap benda berbentuk corong yang ada di tangannya,lalu mendekat ke arah gadis yang tengah menutup mata itu.
"LILI WAKE UP NOW!!",teriak Victor dengan menggunakan benda yang ia bawa tadi.
Refleks,Lili langsung membuka matanya,lalu melempar bantal yang berada di sisinya ke sumber suara . Victor yang terkejut dengan tindakan Lili tak bisa menghindar. Dan akhirnya bantal tersebut mendarat dengan mulus tepat wajahnya. Lili yang sadar akan tindakannya itu langsung terduduk menghadap Victor,lalu minta maaf.
"Ma-maaf Kak,Lili gak sengaja. Abisnya sih Kakak teriak make toa,jadinya kan Kakak dapat azab karna ganggu Lili. Untung bantal yang ada di samping Lili,kalau pisau?!bisa skakmat deh Kakak".
"Lho mau minta maaf atau mau doa'in gue mati?",tanya Victor.
"Cepat mandi! gue tunggu di bawah",ucap Victor tak ingn memperkeruh suasana.
"Lah ini kan hari Minggu Kak".
"Kalau hari Minggu kenapa?gak boleh mandi gitu?".
"Enggak juga sih,tapi kan Lili malas mandi ini masih pagi juga",balas gadis itu.
"Pagi...pagi ...ini udah hampir siang tahu. Udah sana cepat mandi! gue tunggu di bawah. Ingat!gak pake lama",balas Victor menekankan tiga kata terakhir. Kemudian ia pergi berlalu.
"Pagi...pagi...ini udah hampir siang tau. Udah sana cepat mandi!gue tunggu di bawah. Ingat!gak pake lama",ucap Lili mengulangi perkataan Victor.
"Huh!emangnya dia siapa?!Ayah bukan Bunda juga bukan,malah maksa Lili. Bikin kesal aja tuh orang",cibir Lili kesal.
Tak butuh waktu lama, akhirnya gadis itu turun ke bawah untuk menemui Victor. Gadis tersebut memakai pakaian berwarna biru langit yang dipadukan dengan hijab berwarna merah muda,tak lupa dengan memoles wajahnya dengan bedak tipis. Sederhana,tapi mampu membuatnya terlihat sempurna.