
"Kak Victor apa-apaan sih?! udah,Kakak balik aja ke kelas Kakak. Lili bisa jalan sendiri kok kelas. Jadi,Kak Victor gak perlu ikut",ucap Lili saat Victor mengikutinya ke kelas.
"Gak! pokoknya gue harus ngantar lho sampai ke kelas dan masuk ke kelas".
"Lili gak bakal bolos lagi kok,udah sana Kakak balik. Percaya deh sama Lili".
"Kalo gue bilang gak ya gak".
"Kak Victor emang gak bi...".
"Victor!eh,Victor!tungguin gue! ada yang mau gue bilang",ucap Fadhil memotong ucapan Lili.
"Eh,ada Adeknya Victor. Hai Adek Victor",sapanya saat sadar bahwa Victor bersama Lili.
"Hai Kak,saya Lili",balas Lili memperkenalkan diri.
"Oh,hai Lili. Saya Fadhil Fattah,orang yang tertampan dan terbaik di SMA Pelangi",ucapnya membuat Lili terkekeh.
"Ada apa?",tanya Victor kepada Fadhil menghentikan tawa Lili.
"Gue cuma mau bilang,tungguin gue. Kita bareng ke kelas".
"Cuma mau bilang itu aja?!",bukan Victor yang membalas malah Lili yang membalas.
"Iya,emang kenapa?".
"Gak,Lili cuma heran aja. Kak Fadhil lari-lari manggil Kak Victor,tapi yang mau di bilang itu aja. Kan buang-buang energi".
"Asal lho tahu ya Li,Victor kalo bukan di bilang ada hal penting dia mah gak bakal peduli. Dia tuh kulkas berjalannya Pelangi".
"Ayo",ajak Victor.
"Kemana?",bukannya menjawab Lili malah balik bertanya.
"Ke kelas lho".
"Oh,kita mau ngantar Lili dulu",ucap Fadhil mengerti maksud Victor. Dan Lili,ia hanya bisa menurut.
Lili hanya bisa menghela napas panjang. Pasalnya,semua pasang mata tertuju padanya. Bagaimana tidak,posisi dirinya yang berada di antara kedua lelaki yang terkenal dikalangan murid Pelangi berada di kedua sisinya. Sehingga, menimbulkan bisik demi bisikan para siswa/siswi yang berada di koridor sekolah. Yang membuat Lili risih, mungkin ia tidak terbiasa dengan itu semua. Namun,berbeda dengan kedua lelaki itu. Mereka hanya berjalan dengan santai tanpa ada beban.
"Genit banget sih jadi cewek".
"Sok kecantikan lagi tuh cewek. Baru juga sebulan jadi murid Pelangi,udah genit genit gitu".
"Pake sihir apa tuh cewek,sampe-sampe Kak Victor sama Kak Fadhil dekat banget sama dia".
"Eh,kalo jujur tuh cewek cantik juga loh".
"Cantikan juga gue dimana-mana".
"Adek kelas yang gak bener tuh,masa ngedeketin dua cowok sekaligus?!".
"Eh,Kakak-Kakak yang cantik,selalu benar,gak genit,tapi julid! Tolong ya,kalo mau bisik-bisik itu jangan keras! karna Lili bisa dengar atau pake toa aja,biar semua orang tahu",ucap Lili mengeluarkan semua kekesalannya. Lalu,pergi meninggalkan Victor dan Fadhil yang terkejut atas reaksi yang dilakukan Lili. Dan siswa/siswi yang ada di lorong tersebut hanya diam membisu,saat orang yang mereka cemooh telah hilang kesabaran.
"Apa-apaan sih mereka! julid banget kalo dekat sama cowok. Toh yang dekat sama Lili kan Kakak Lili sama sahabat Kak Victor,emang gak boleh ya?!",gerutu Lili sambil melangkah cepat. Dan orang yang berada di sekitar Lili, menggeleng heran.