The Hope Behind The Word "ANEMONE"

The Hope Behind The Word "ANEMONE"
Episode 12



Lili hanya mendengus napas kesal,mendengar peryataan Victor. Kemudian mereka masuk ke dalam rumah. Namun,genap dua langkah seseorang datang mengetuk pintu. Lili yang berada di belakang mau tak mau harus berbalik untuk membuka pintu.


"Siapa lagi sih?!",kesal Lili sambil membuka pintu.


"Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam "


"Kamu adeknya Victor",tanya laki laki itu.


"Gak!!"


"Tapi Victor bilang kamu adeknya",balasnya bingung.


"Ya adeknya lah",kesal Lili.


"Lah tadi kamu bilang kagak"


"Mau masuk atau gak sih?! "


"Ya gue mau masuk lah"


"Yaudah ayok!"


"Santai aja kali ngomongnya,gue kan tamu. Ingat! tamu adalah raja",ucap orang tersebut sok bijak.


"Yaudah, yok Kak masuk",geram Lili pura pura baik.


"Nah gitu dong"


Sontak Lili langsung menutup pintu,tanpa mempedulikan lelaki yang masih berada luar.


"Makannya kalau mau masuk,ya masuk. Jangan banyak cingcong" ,sungut Lili namun orang tersebut malah masuk tanpa mempedulikan omelan Lili dan untuk kesekian kalinya Lili menghela napas kesal. Namun, saat ingin menutup pintu lagi dan lagi ada tamu yang tak diundang.


"Mau nyari Kak Victor? dia di dalam, ayok masuk"


"Kok tau sih? jangan jangan lho punya indra ke tujuh ya? atau lho bisa baca pikiran gue? atau...".


"Masuk atau gak?!",potong Lili.


"Kalau mau masuk ya masuk. Kalau gak ya gak, ribet amat sih",sambungnya dengan kobaran api.


"Mau masuklah,yaudah gue masuk dulu ya. Victor di kamarnya kan?",tanya laki laki itu namun Lili hanya diam menatap tajam netra yang di hadapannya. Sehingga lelaki itu bergidik ngeri melihatnya dan langsung masuk tanpa mendengar jawaban dari gadis yang dihadapannya . Namun, saat hendak melangkah lelaki itu berbalik menghadap gadis itu.


"Jangan marah marah nanti cantiknya hilang, kan gak lucu tiba tiba jadi jelek",ucapnya lalu berlari kecil menuju ke kamar Victor.


"Huh,kenapa sih teman Kak Victor ajaib semua?!",cibir Lili kesal. Lalu keluar memastikan bahwa tidak ada lagi orang yang akan bertamu kerumahnya lebih tepatnya rumah keluarga Alex.


"Apaan tuh?",tanya Lili bermonolog sembari mendekat ke tepi teras dekat dengan pot bunga raksasa.


"Bu-bunga Anemone?! siapa yang buat?". tanya Lili terbata bata. Yap, yang ditemuinnya adalah setangkai anemone berwarna putih dengan violet.


'Indah'. Hanya satu kata itu yang terlintas di benak Lili. Namun,raut wajahnya berubah seketika menjadi sayu. Bunga tersebut memiliki arti yang jauh berbeda dengan penampilannya.


'Oh ayolah Li. Jangan sedih,lebih baik bawa bunganya kedalam. Kan ini bunga kesukaanmu',batin Lili berusaha menyemangati dirinya sendiri. Dan kemudian masuk kedalam tak lupa ia menutup pintu. Sementara di tepi jalan tak jauh dari kediaman Alex, seseorang berdiri dengan memakai hodi maron menatap gadis itu hingga menghilang di balik pintu. Lalu pergi dengan senyuman yang tak dapat di artikan.


Di dalam Lili berjalan menuju kamarnya,saat di tengah jalan ia berpapasan dengan salah satu teman Victor yang bernama tag Lion. Lili mengetahui nama itu karna sebelumnya Victor memanggil lekaki itu dengan sebutan Lion.


"Wis,dapat bunga dari mana?dari pacar lho?",tanya Lion penasaran.


"Kepo!".