The Hope Behind The Word "ANEMONE"

The Hope Behind The Word "ANEMONE"
Episode 23



'Kenapa Lili mimpi kayak tadi ya?apa itu ada hubungannya dengan kejadian tadi malam?',batin Lili lalu bernapas panjang.


"Lho kenapa? dari tadi bengong terus,lho sakit?",tanya Victor dengan tatapan yang menjurus ke depan. Namun,Lili hanya melirik Victor sekilas lalu memilih untuk diam. Victor yang mulai aneh akan sikap Lili menghentikan mobil secara mendadak.


"Lho mau kemana?",tanya Victor saat melihat Lili tiba-tiba melepas seatbeld dan hendak keluar.


"Ya mau turunlah,kan kita udah sampai",jawab Lili malas dan refleks tangan Victor mengetuk kepala Lili hingga sang empu marah.


"Salah kepala Lili sama Kakak apa sih?",sungut Lili kesal.


"Kepala lho gak salah,tapi otak lho salah! kalo mau turun itu pikir pikir dulu sebelum lho nyesal",kesal Victor.


"Hah?".


"Tuh liat keluar",tunjuk Victor dengan dagunya. Kemudian, Lili mengikuti arah yang ditunjuk Victor.


"Eh,belum sampe ya",ucap Lili menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Trus kenapa gak lanjut?",lanjut Lili.


"Lho kenapa dari tadi cuma bengong terus? lho sakit?",ucap Victor mengulangi pertanyaannya tadi.


"Eh,sakit? gak mungkinlah. Lili kan cewek kuat yang gak pernah sakit apalagi sakit hati",cerocos Lili.


"Emangnya kenapa Kak kalo Lili sakit?".


"Gak ada,cuma masti-in doang".


"Cieee... ternyata ada yang kwatir sama Lili. Gak nyangka orang yang selalu kesal sama Lili kwatir sama keadaan Lili",goda Lili.


"Terus kenapa tadi tanya Lili sakit atau gak?.


"Brisik lho!",ucap Victor lalu melanjutkan perjalanan mereka menuju sekolah.


"Ciee... malu dia-nya, kalo Kakak mau jujur pun gak pa-pa kok. Lili ikhlas lahir batin".


-------


"Pagi guys",sapa Lili saat sampai di kelas. Dan sontak semua pasang mata mengarah kepadanya.


"Kenapa tuh mata?!",ucap Lili heran. Namun,sayang mereka memilih untuk bungkam. Lili yang semakin bingung akan sikap mereka memilih untuk mendekat.


"Kalian kenapa sih diam? terus kenapa kalian kumpul kumpul di meja Lili? memangnya Lili jual obat ya? perasaan Lili kagak jualan...",kalimatnya terpotong tatkala ia melihat mejanya yang penuh dengan bercak darah.


"Si-siapa yang buat i-ini?",ucap Lili terbata dan semua orang yang ada di kelas hanya diam dengan tatapan bingung kepada Lili. Dan tiba tiba surat yang ia temuin semalam terbayang di kepalanya.


"Gak! itu gak mungkin terjadi!",ucap Lili tidak percaya lalu pergi berlari ke luar kelas. Beruntung bel tanda masuk jam pelajaran telah berbunyi,sehingga ia tidak jadi pusat tontonan.


"Kenapa Lili ke sini?!",tanya Lili saat ia sadar telah berada di atas rooftop sekolah.


"Bodoh! kenapa Lili lari?! harusnya kan Lili masti-in dulu itu darah atau bukan,nih kaki juga, kenapa main lari aja?!".


"Apa Lili balik aja ya ke kelas,tapi Lili tadi lari kayak orang ketakutan. Pasti mereka heran sama sikap Lili. yaudah deh Lili di sini aja,toh Lili juga lagi malas belajar",putusnya dan langsung mendudukkan dirinya di pinggir rooftop. Sehingga,kedua kakinya menjuntai ke bawah. Lalu,meluapkan sejenak semua pikiran negatif yang ada di kepalanya.


"Segarnya...",ucapnya tatkala angin menyentuh kulitnya.