
"Kak Victor sama Kak Fadhil juga-mereka cuma diam biarin Lili dihina kayak gitu. Dasar gak punya ha...duh",ucapan Lili terpotong saat ia tidak sengaja menabrak seseorang.
"So-sory Kak,Lili gak sengaja",ucap Lili bersalah lalu pergi tanpa melihat siapa yang ia tabrak.
'Duh!kenapa pake acara nabrak sih Lili?!nih kaki juga-jalan gak hati-hati!',batin Lili malu.
-------
Brakkk!
Terdengar suara dobrakan pintu,yang menimbulkan semua pasang mata tertuju pada pelakunya.
"Lho kenapa?",tanya Bagas yang mempunyai jabatan sebagai ketua kelas X IPA I.
"Gak ada!",jawab Lili ketus saat ia sampai di mejanya.
"Kalo gak ada,kenapa pake acara dobrak pintu segala?! terus jawabnya juga ketus gitu? biasanya juga lho bilang kayak gini 'pagi guys' atau 'Lili yang cantik kembali' sambil senyum gitu ",balas Bagas menirukan gaya bicara Lili.
"Itu murid Pelangi. Masa Lili dibilang cewek genit,gak benar,pake sihir atau apalah itu. Kan Lili jalannya bareng Kakak Lili sama sahabatnya. Terutama Kakak kelas yang baik-baik itu" jelas Lili mengeluarkan unek-uneknya.
"Biarin aja sih Li,anggap aja suara sumbang" ucap Reina santai dengan tatapan yang fokus ke arah benda pipih yang ada di tangannya.
"Lili juga maunya gitu Rei,tapi gak bisa. Mereka juga,kalo ngomong yang disaring dulu napa?! pikirin dulu kek,apa yang mau dibilang. Ini malah langsung ngegas aja".
"Iya,gue setuju tuh sama pendapat Bu Reina. Biarin aja,toh anak X IPA I juga tahu kok. Kalau Lili orangnya gak gitu",cerocos Bagas yang mendapatkan tatapan tajam dari Reina.
"Gue masih anak SMA,bukan Ibu-Ibu" koreksi Reina.
"Apa?" tanya Reina.
"Kemarin kata Kak Victor dia datang kemari buat apa? terus Kak Victor tahu tentang kejadian kemarin? soalnya Lili ketahuan bolos,tapi... Lili heran kenapa Kak Victor gak nanya soal kemarin yang ada di meja Lili. Gak mungkin kan Kak Victor gak tahu,secara semalam itu kalian kumpul-kumpul di meja Lili".
"Oh,itu. Semalam Kak Victor memang datang ke sini. Dia mau ngantar bekal makanan lho yang ketinggalan di mobil katanya",balas Bagas.
"Dan lho gak usah khawatir,karna kita gak bilang ke Kakak lho soal kemarin itu" ucap Reina menambahi.
"Terus Kak Victor gak curiga?".
"Gimana dia mau curiga,toh darahnya udah hilang waktu Kakak lho datang. Waktu lho pergi,sebagian bersihin darah dan sebagian lagi bicara sama Kak Victor" lanjut Reina.
"Kak Victor percaya gitu?".
"Udah,lho gak usah khawatir lagi. Semua udah beres,kita semua juga gak bakal bocorin kejadian itu. Kita semua kan keluarga",ucap Bagas. Membuat Lili mengalihkan netranya ke semua isi kelas dan kemudian semua teman-temannya mengangguk tersenyum.
"Siapa yang khawatir?! Lili gak tuh".
"Eleh,gak usah ngeles lho Li. Kita semua tahu kok,lho sebenarnya khawatir. Buktinya kemarin lho pake acara lari-lari segala,emangnya ini sinetron?!" sungut Bagas.
"Oh itu. Iya sih Lili lari,tapikan Lili lari karna kaki Lili pengin lari aja. Biasa,kaki
Lili pengin lomba lari" cerocos Lili.