The Hope Behind The Word "ANEMONE"

The Hope Behind The Word "ANEMONE"
Episode 20



Sadar akan hadirnya Lili,Victor menutup buku yang ia baca. Lalu,meletakkannya di atas meja yang ada di depannya.


Kemudian, ia beranjak pergi dari tempat duduknya.


"Ayo!",ucap Victor saat Lili mendudukkan dirinya di samping Victor. Lalu melangkah terlebih dahulu.


"Baru aja Lili duduk,udah main ajak pergi aja",cibir gadis itu. Namun,tak ayal ia tetap menuruti perkataan Victor.


-------


"Kak mobil Kakak kan sebelah sana,kok kita jalan ke arah sini?",tanya Lili heran.


"Udah gak usah banyak nanya,lho cukup diam dan ngikutin gue".


"Kita mau kemana sih Kak? kaki Lili udah mulai keram tau,dari tadi kita cuma jalan aja",tanya Lili. Pasalnya mereka sudah 15 menit berjalan tanpa ia tahu kemana Victor akan membawanya. Namun,Victor tidak mengindahkan perkataan gadis itu.


"Atau... Kakak mau nyulik Lili trus dikasih sama Om Om mafia karna Lili bandel. Iya kan Kak?Iya Kan? kalo iya Lili gak jadi ikut deh, Lili takut jumpa sama Om mafia. Nanti disuruh nikah lagi sama anak laki lakinya,secara kan Lili itu cantik,manis,putih,tingginya lumanyan,rajin menabung,rajin ibadah,gak kelunyuran macam Kakak dan yang terpenting Lili gak sombong macam Kakak. Lagi pula nanti Ayah sama Bunda sedih, karna kehilangan satu satunya putri kesanyangan keluarga Alex lagi",cerocos Lili.


"Lho gak usah ngawur deh",balas Victor jengah dengan suara cempreng milik Lili.


"Makannya Kakak kalo ditanya ya dijawab. Jangan diam gak jelas ngitu,macam hubungan Lili sama dia gak jelas sampai sekarang",cerocosnya lagi lalu terkekeh geli mendengar penuturannya sendiri. Lagi dan lagi Victor tak menghiraukan perkataan gadis tersebut.


"Duh...! Kak Victor jangan berhenti mendadak kenapa?!",sugut Lili saat Victor tiba tiba berhenti.


"Amazing". Hanya itu yang dapat Lili ucapkan untuk menilai tempat yang ia lihat sekarang. Bagaimana tidak,tempat yang ia lihat sekarang tidak pernah ia temui. Padang rumput yang indah dengan berbagai jenis tumbuhan dan danau yang cukup luas yang dipadukan dengan bunga teratai biru dan kuning. Sederhana,tapi sangat mengagumkan.


"Lho suka?",tanya Victor yang berhasil mengalihkan padangan Lili ke arahnya.


"Nope, this is more then like!",jawab Lili dengan mata berbinar yang berhasil mengundang senyuman Victor.


"Lili gak pernah liat tempat semenakjubkan ini",gumannya.


"Makannya lho sesekali keluar dari rumah . Biar lho tau ada tempat seindah ini".


Namun,Lili tak menghiraukan perkataan Victor. Ia malah sibuk memperhatikan kelinci kelinci yang tengah asik melahap tanaman jombang yang tumbuh liar di tempat itu.


"Kak mau itu",pinta Lili mengarahkan jari telunjuknya ke arah kelinci yang berwarna abu kayu bakar.


"Kelinci?!",ucap Victor saat tahu apa yang ditunjuk Lili dan Lili hanya mengangguk seolah berkata 'iya'.


"Lho pikir nangkap kelinci itu gampang?! gak,gue gak mau!",tegas Victor membuat Lili bersedih mendengar keputusan sang kakak. Victor yang melihat reaksi Lili menghela napas panjang.


"Okay, but you have to catch him too" ,ucap Victor pada akhirnya,membuat sudut bibir Lili membentuk bulan sabit.